Akuntansi

Akuntansi dan dunianya

Akuntansi dan dunianya

Membosankan dan monoton. Dua kata yang mewakili perasaan saya pada saat menjalani kuliah pada semester awal di jurusan akuntansi. Jujur saja, kuliah di jurusan ini bukan keinginan saya. Berat? Pasti. Segala hal yang kita tidak sukai pasti berat dalam menjalaninya dan itu sudah saya alami. Tiga tahun duduk di bangku SMA di jurusan MIPA membuat saya kelimpungan untuk beradaptasi dengan hal-hal baru yang baru saya temukan di jenjang kuliah.

Dari segi jurusan, MIPA cenderung belajar mengenai ilmu yang sifatnya konkret dan nyata. Semua bisa dibuktikan dengan rumus ataupun penelitian, belajar ekosistem dan lingkungan, organ tubuh hewan, tumbuhan dan manusia. Satu hal yang menarik, pada saat kelas 2 SMA saya dan teman-teman melakukan uji coba pernapasan serangga, membedah organ tubuh tumbuhan. OMG this is so challenging!

Beda banget dengan kuliah. Duduk rapi di meja, berkutat dengan kalkulator dan pulpen serta text book setebal kamus yang paham juga nggak. Presentasi everyday, kerja kelompok all the time, sibuk mencari angka supaya debit dan kreditnya balance. Lucunya, pernah pada saat ujian, disaat saya sudah mentok dan tidak tau harus menjawab apa, saya mencoba mengisinya dengan angka-angka ‘ghaib’ yang saya sendiri tidak tau asal-usulnya darimana.

Dari sistem pembelajaran, jangan heran ketika dosen hanya duduk di meja menerangkan yang sekiranya penting lalu memberi tugas. Justru disitu letak perbedaan mahasiswa dengan siswa SMA, kita dituntut untuk berpikir kritis dan logis dalam memecahkan suatu masalah serta bagaimana menyelesaikannya. Tidak seperti zaman SMA yang segalanya dituntun. Mahasiswa dituntut aktif, kreatif, berpikir secara kritis dan logis. Selain itu,  karakter dosen itu berbeda-beda lho. Saran dari saya, apabila ingin mendapatkan nilai yang bagus, ikuti saja perintah dan aturan-aturannya selama di kelas. Percuma baik secara akademik kalau tata kramanya nol. Attitude itu nomor satu lho!

Pengalaman lainnya, saya juga pernah melakukan aksi mogok belajar. Saat itu saya merasa  sedang berada di titik terendah. Putus asa dan jenuh. Merasa ini bukan passion saya. Alhasil, saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan malahan cenderung ke jelek. Darisitu saya mulai mengubah mindset. Kuliah itu apasih yang dicari? Ilmunya kan? Pengalamannya kan? Iya. Sudah sepatutnya saya bersyukur merasakan duduk di bangku kuliah. Gak cuma saya yang rugi kalo saya gini terus, orangtua pun pasti kecewa.

Semester demi semester saya lewati. Mulai meresapi dan memaknai bahwa ‘oh iya dengan saya belajar akuntansi ini bisa menjadi media dan modal saya untuk bekerja ataupun membuka lapangan pekerjaan’. Bisa bermanfaat bagi orang lain adalah satu-satunya hal yang terus saya ngiangkan di kepala supaya bisa semangat kembali dalam menjalani kuliah.

Akuntansi itu belajar apa sih? Saya awalnya mengira ya cuma menghitung uang dan belajar tentang pembukuan. Maklum, masih awam. Ternyata oh ternyata hukum bisnis juga dipelajari! Komat-kamit menghagal KUHP dan Pasal-Pasal? Checklisted. Apalagi? Akuntansi Manajemen, diajarkan mulai dari menghitung cost dari raw matetial sampai dinished goods. Marketing? Wah itu sih makanan sehari hari, gak cuma teori dari a sampai z, kita juga dituntut untuk mempraktekkan apa yang sudah kita pelajari.

Semakin semester tua, mata kuliahnya semakin beragam. Jangan salah, anak akuntansi juga diwajibkan mengambil beberapa mata kuliah manajemen. Salah satunya,komunikasi bisnis. Di kampus saya, dosen akan memberikan tugas akhir berupa pengajuan proposal ke perusahaan-perusahaan supaya kita diberi izin untuk mempromosikan produk ataupun jasa dari perusahaan tersebut plus membawa produk/brosur/spanduk ataupun alat promosi lainnya untuk dipresentasikan di kelas. Ini tidak mudah menurut saya, untuk orang yang tidak punya channel di perusahaan seperti saya, tugas ini perlu effort lebih. Telepon ke perusahaan-perusahaan yang kita tuju, revisi proposal berkali-kali. Untungnya, dosen mata kuliah ini siap membimbing kami jadi ya tugas ini tidak menjadi beban.

Akuntansi itu gak melulu di proses manual. Jadi, nanti kita akan mempelajari sistem informasi akuntansi dimana sistem berbasis komputer yang berkaitan dengan data untuk mengolahnya menjadi laporan keuangan. Jadi pada saat bekerja, kita gak perlu menulis lagi karena sudah tersedia sistemnya.

Oh iya akuntansi yang dipelajari itu gak cuma akuntansi di perusahaan sektor bisnis tapi juga berlaku di sektor publik. Apa aja yang dipelajari di sektor publik? Dari mulai akuntansi di bumn,.rumah sakit, universitas sampai tempat ibadah. Untuk akuntansi keuangan, duh mantep banget deh. Dikupas tuntas mulai dari akuntansi dasar 1, akuntansi dasar 2, akuntansi menengah 1, akuntansi menengah 2, akuntansi lanjutan 1 sampai akuntansi lanjutan 2. Kalau ada salah satu diantaranya yang mendapatkan nilai D maka harus mengulang kembali di mata kuliah yang sama, baru bisa mengambil di mata kuliah yang jenjangnya lebih tinggi. Aduh pusing ya?

Untuk mengimbanginya kita bisa ikut organisasi ataupun unit kegiatan mahasiswa yang lain. Gak cuma itu kok berpartisipasi jadi volunteer di salah satu event di kampus juga bisa menjadi sarana untuk mendapatkan relasi yang sebanyak-banyaknya, belajar work team, komunikasi dengan orang banyak dan masih banyak yang lainnya. Melamar jasi asisten dosen atau asisten perpustakaan? Kenapa tidak dicoba?

Hubungan dengan kakak tingkat ataupun adik tingkat itu perlu lho. Kamu bisa sharing atau bertanya apa yang kamu belum pahami atau yang ingin kamu cari tahu tentang kampusmu. Gak cuma itu, dengan karyawan dan staf di kampus coba untuk selalu bersikap sopan. Mereka juga punya andil dalam hidup kita.

Jangan segan-segan untuk berperan aktif di segala kegiatan yang diadakan di kampus. Kalo belum berani sendiri, ajak teman yang sekiranya satu visi denganmu. Mencoba keluar dari zona nyaman memang awalnya gak mudah tapi sesekali perlu dicoba atau mungkin kalau dalam keadaan mendesak kita pasti bisa.

Untuk yang sedang berjuang, jangan pernah berhenti. Hidup terus berjalan, masa kita diam di tempat? Nanti ketinggalan, menyesal, merugi, menangisi tapi percuma tidak akan terulang lagi. Untuk hal- hal yang tidak baik mohon jangan ditiru, nggak mau mengulangi kesalahan yang sama kan?

Salam saya, ryanti

 

Leave a Reply