Antropologi, Universitas Brawijaya

Antropologi Universitas Brawijaya (Dewi)

Antropologi Universitas Brawijaya (Dewi)

Halo sobat intipers! Aku Dewi Aryanti dari Antropologi Universitas Brawijaya angkatan 2017. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Lanjut bacanya ya intipers. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Secara umum, jurusan Antropologi Universitas Brawijaya seperti apa?

Antropologi itu semacam sosiologi tapi lebih fokus ke kebudayaan. Dalam manusia itu ada yang namanya 7 unsur kebudayaan. Ada religi, mata pencaharian, pengetahuan, dll. Bisa dibilang antropologi itu ilmu tentang manusia, makanya kita bener-bener mempelajari masyarakat dan perubahannya. Kita menyoroti kebudayaan di masyarakat, kaya kita mengikuti life history mereka, kemudian kita ngulik-ngulik ada apa sih di masyarakat. Kebudayaannya sendiri kita lebih condong ke etnis, tapi secara garis besar kita juga menyoroti budaya masyarakat perkotaan. Jadi semua aspek manusia bisa diteliti. 

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini

Dari yang aku rasain, belajar antropologi itu jadi belajar memanusiakan manusia. Jadi gak melihat dari satu sisi aja, cenderung untuk gak egois atau memaksakan kehendak. 

Apa yang jadi alasan masuk jurusan Antropologi Universitas Brawijaya?

Alasannya agak menarik. Dulu aku pengen banget masuknya ke ilmu komunikasi. Itu ikut SNMPTN bener-bener abis tapi ternyata Allah berkehendak lain gitu gak masuk. Akhirnya aku pernah liat kakak kelas yang masuk jurusan antropologi di uni ternama. Dari situ aku mulai tertarik sih, kayanya asik turun lapang ke masyarakat terus belajar kebudayaan mereka. Dulu liat acara ethnic runaway tuh pengen gitu. Ternyata terjun ke masyarakat yang budayanya beda sama kita tuh asik, makanya berani untuk masuk situ. 

Apa mata kuliah dan tugas yang khas dari jurusan ini?

Kita hampir tiap semester ada mata kuliah turun lapang gitu. Nah di antara banyaknya mata kuliah, yang paling berkesan itu mata kuliah etnografi. Itu gak sekedar kualitatif biasanya. Kita tuh harus mengikuti life history mereka, berpartisipasi sama kegiatan mereka. Kebetulan itu 2019 Antropologi UB turun lapang ke Malang Selatan ada namanya pantai sindang biru. Disitu kita ngikut nelayannya. Mulai dari kehidupan masyarakat, tinggal di sana. Terus ada juga temen-temenku yang ikut nelayan melaut. Itu lamanya seminggu sih. 

Adakah konsentrasi atau kelompok keahlian di jurusan ini?

Ada, biasanya di semester 4 ke atas. Di kita ada 3 mata kuliah peminatan, bisa ambil 2 atau 1. Ada peminatan seksualitas dan gender, antropologi ekologi, kajian etnografi Indonesia timur, spiritualitas dan masyarakat tradisi. Jadi aspek di masyarakat itu kita bedah. 

Secara garis besar, peminatan seksualitas dan gender kita belajar tentang feminisme, teori gender, konstruksi di masyarakat. Kalau peminatan ekologi itu kita menggabungkan studi kasus ekologi di masyarakat sama tradisi yang ada di sana. Misalnya, ada studi kasus pembangunan dan perusakan wilayah hutan tapi gak sesuai dengan tradisi masyarakatnya. Kemudian, ada peminatan spiritual sama tradisi, itu kaya tradisi atau kepercayaan yang cenderung gak sama. Di Indonesia kan ada 6 agama, tapi ada kepercayaan yang belum dianggap sama pemerintah. 

Jalur masuknya ada apa aja?

Kalau jalur masuk seperti universitas negeri lainnya, ada SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri pakai nilai UTBK. 

Lihat vlog dari ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Ada tips buat mahasiswa baru Antropologi Universitas Brawijaya?

Tips dari aku buat mahasiswa baru, karena masih peralihan dari SMA ke dunia kuliah, rajin-rajinlah membaca. Kita harus bisa menyesuaikan, karena tugas di kuliah beda dengan waktu SMA. Terutama untuk jurusan sosial, banyak tugas review jurnal, tingkatan kemampuan bahasa dan harus berani keluar dari zona nyaman karena kita kan ketemu orang-orang baru. Jadi kita harus bisa menempatkan diri tergantung situasi dan kondisi.

Untuk anak-anak SMA, yang merasa kurang dan perlu persiapan tes masuk, belajar lagi sesuai dengan mata tes masuk perguruan tinggi. Jangan mepet belajarnya. 

Bagaimana prospek kerja dari alumni jurusan ini?

Kalau prospek kerjanya itu biasanya kita bekerja sebagai CSR atau corporate social responsibility di suatu perusahaan. Kemudian, kerja di LSM, dinas sosial atau pemberdayaan perempuan. Secara garis besar, banyak alumni yang kerja di perbankan dan start up. Karena mungkin sekarang dunia semakin luas jadi gak harus linear, bisa ke mana pun yang mereka pengen asal sesuai dengan keterampilan. 

Rencana dan harapan setelah lulus?

Kebetulan karena saya ikut program fast track, itu jadi percepatan ke S2. Aku pilih itu di semester 7. Saya sudah berjalan 2 semester di S2 jurusan sosiologi. Rencananya sih kalau gak jadi dosen paling kerja di CSR atau LSM. 

Kode konten: C601

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *