Arsitektur

Arsitektur, konon katanya jurusan terberat. Masa iya?

Arsitektur, konon katanya jurusan terberat. Masa iya?

Halo intipers!

Haha hayo, siapa yang ngintip postingan ini karena penasaran dengan jurusan yang katanya terberat? atau kamu siswa kelas 12 yang berminat bertempur dijurusan arsitek? kalau gitu, monggo dibaca.

Sebelumnya kenalan dulu, teman-teman semuanya bisa panggil aku angginary. Aku seorang mahasiswi tahun ketiga yang sedang berkuliah di jurusan arsitektur universitas sriwijaya. Tentunya dengan pengalaman hampir 5 semester ini, saya akan memberanikan diri menulis tentang jurusan arsitektur yang tercinta.

Slide5

kuliah arsitektur itu belajar apasih? 

Menurut yang dipelajari pada mata kuliah ‘pengantar arsitektur’ di semester awal, arsitektur itu berasal dari kata “Arkhitekton” asal Yunani, yang artinya ilmu yang berhubungan dengan perencanaan, desain dan konstruksi bangunan dengan mempertimbangkan faktor fungsi, struktur, lingkungan dan juga estetika.

Lalu muncullah pertanyaan: Perancangan bangunan, sama dong dengan jurusan teknik sipil? memang benar, jurusan teknik sipil dan arsitektur keduanya sama-sama bekerja dalam bidang pembangunan rumah, konstruksi, gedung dan fasilitas umum lainnya, namun perbedaannya adalah terletak pada fokus pekerjaannya, jurusan arsitektur lebih fokus kepada perancangan: desain dan fungsi bangunan, sedangkan teknik sipil lebih fokus pada perhitungan konstruksi. Teknik sipil yang bertugas mengerjakan perhitungan konstruksi dan memastikan desain yang akan dibangun tetap kuat dan kokoh.

Apa saja yang didapat di jurusan Arsitektur?

Setiap mahasiswa arsitek akan mempelajari bagaimana cara merancang bangunan yang terorganisir, dengan lingkup perancangan yang beragam mulai dari hal yang kecil seperti perancangan tata letak ruangan dalam suatu bangunan, hingga ke rancangan tata kota (skala makro). Arsitek merancang dengan memperhatikan tiga aspek: venustas (keindahan), utilitas (kegunaan) dan virmitas (kekokohan). Tentu saja yang kamu pelajari dan kuasai bukan hanya menggambar, tetapi juga kemampuan analisa, penggalian ide dan kemampuan problem-solving-mu akan diasah secara mandalam. Kamu juga akan mempelajari bagaimana cara membangun bangunan dengan tetap menyayangi alam sekitar dan mendesain dengan rasa cinta terhadap kehidupan social yang telah lama tumbuh dimasyarakat. Sebagai mahasiswa, kamupun dituntut untuk rajin membaca dan memiliki pengetahuan yang luas, seperti pengetahuan ilmu struktur, teknologi bangunan terbaru, inovasi desain dan pengetahuan lainnya.

Dalam keseharian perkuliahan, kamu akan mempelajari jenis ilmu cukup beragam. mulai dari perancangan desain (menggambar), seni, budaya, teori hapalan, hitungan, aplikasi digital dan lain-lain. Namun dari semua itu yang paling mendominasi adalah perancangan desain (menggambar). Lantas apakah ingin menjadi mahasiswa arsitek harus jago gambar? Tidak!

Menggambar yang dimaksud disini bukanlah menggambar atau melukis seperti pelajaran seni di SMP dan SMA loh, namun menggambar yang dimaksud adalah cenderung ke menggambar teknik dan menggambar sketsa. Dimana gambar ini lebih difungsikan sebagai cara mengkomunikasikan gagasan dan ide kepada orang lain, menyampaikan pola pikir, proses dan solusi, bukan semata menonjolkan keindahan semata.

Yang terpenting, cara menggambar yang benar akan diajarkan dari dasar sejak semester 1 dimata kuliah khusus (menggambar arsitektur). Kita akan diajak berimajinasi dan menuangkannya kedalam bentuk gambar, seringkali disemester 1 akan diajak keluar ruangan, duduk diarea terbuka dibawah pohon rindang. Kita ditugasi memperhatikan objek dan mencoba menggambar objek tersebut, hingga menemukan style gambar masing-masing.

Tugas kuliah arsitekturpun cukup beragam, mulai paper dan makalah seperti mahasiswa umumnya, soal hitungan dasar (namun paper dan hitungan ini jumlahnya sedikitt sekali) dan tentunya tugas gambar desain serta portofolio desain. Di portofolio desain, kita menuangkan ide dan gagasan kita secara bebas, kita menyajikan data melalui kata-kata dan sketsa secara bebas tapi tetap komunikatif.

Apasih yang berat? Kan cuma gambar!

Menurut penelitian National Survei of Student Engagement Universitas Indiana, jurusan arsitektur merupakan jurusan paling berat. Namun itu merupakan hal yang relatif loh intipers! Berdasarkan penelitian itu, mahasiswa arsitek menghabiskan 22 jam dalam seminggu atau sekitar 4,4 jam dalam setelah selesai kelas untuk dapat menyelesaikan tugas. Memang cukup lama, namun yakinlah itu bukan berarti berat. Tapi, emang apa sih yang katanya memberatkan anak arsitektur? Kan cuma gambar doang?

Di jurusan arsitektur, ada satu mata kuliah yang menjadi inti dari kehidupan arsitek sendiri, yaitu studio perancangan arsitektur. Di universitas sriwijaya sendiri studio perancangan arsitektur (selanjutnya kita singkat menjadi STUPA) merupakan mata kuliah bersyarat yang berjumlah 6 sks tiap semester dan wajib diambil selama 7 semester berturut-turut (bisa berbeda di universitas lain). mulai dari STUPA 1 di semester 1, hingga STUPA 7 di semester 7. Dan kamu tidak bisa mengambil STUPA yang lebih tinggi jika tidak lulus stupa sebelumnya (otomatis mundur 1 semester). Tugas mata kuliah ini biasanya berupa proyek yang berbeda setiap semesternya. Contohnya pada STUPA 2 akan ditugasi proyek ringan berupa rancangan rumah tinggal sederhana. Kerumitan akan bertambah setiap semester, seperti membuat rancangan rumah dua lantai, rancangan perkantoran, rancangan hall olahraga atau convension center hingga perancangan bangunan gedung pencakar langit.

Mata kuliah STUPA sangat mendominasi, bisa dikatakan mata kuliah lainnya merupakan penunjang dan tempat menambang ilmu untuk dapat menyelesaikan mata kuliah ini. Khusus tugas mata kuliah ini, hampir tidak ada hapalan maupun soal hitungan. Diawal semester umumnya akan diberi tugas survei lokasi dan survei jenis bangunan, yup! Jalan-jalan. Kita akan pergi dengan membawa kamera, meteran dan print-out peta lokasi. Di lokasi survei kita bertugas mencatat data-data terkait lokasi calon bangunan yang akan kita rancang, seperti ukuran, keadaan iklim, kondisi lingkungan, kebiasaan sosial masyarakatnya, budaya, peraturan kota terkait bangunan dan lain-lain. Data tersebut akan dituangkan dalam bentuk tulisan dan sketsa. Selanjutnya akan dilakikan analisa untuk menghasilkan solusi rancangan yang tepat untuk lokasi tersebut. Ada beberapa analisa yang dilakukan, beberapa diantaranya: analisa tapak, analisa bangunan, analisa struktur, analisa utilitas dll.

Ujian akhir adalah berupa presentasi tugas, pengumpulan gambar rancangan dan maket (miniatur bangunan). Karena jumlah target gambar sangat banyak, dan miniatur adalah tugas individu (ukuran alas sekitar 0,7×0,5 meter) tidak jarang mahasiswa rela menghabiskan waktu tidur untuk menyelesaikan dengan sempurna, bahkan ada yang tidak tidur berhari-hari sebelum pengumpulan. Huhu salut. Itulah mengapa jurusan arsitek disebut jurusan terberat. Kegiatan analisa, menggambar rancangan yang sangat banyak dan membuat maket (termasuk revisi yang harus dilakukan) menghabiskan waktu yang cukup lama dan bisa dikatakan cukup menguras tenaga. Namun jangan takut, berat atau tidak, semua akan terasa menyenangkan jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan. Semua rasa berat itu akan tergantikan dengan rasa bangga saat menunjukkan gambar dan miniatur yang kamu selesaikan dengan jerih payah.

Jalan-jalannya anak arsitek

Selain studio perancangan, di unsri mahasiswa arsitektur akan mengikuti 2 mata kuliah menarik yang mengadakan studi keluar daerah, atau disebut dengan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Aku sendiri baru menjalani KKL pertama yaitu KKL tradisional, dimana kita akan berkunjung kesuatu tempat dimana masih terdapat banyak bangunan tradisional, lalu ditugasi memetakan bangunan mengerjakan pengukuran, dan dibuat dalam bentuk 3D melalui aplikasi desain. Selain itu sejarah bangunan dan daerah itu akan dipelajari dan nantinya desain dan narasinya akan dibukukan dan dipublikasikan. Untuk KKL kedua akan dilaksanakan disemester ke-6, dengan fokus bangunan berteknologi. Saat KKL, kekompakan dengan teman seangkatan sangat diuji, dan semua tugas dari pengukuran hingga pembukuan harus diselesaikan hanya dalam beberapa hari selama dilokasi KKL, menegangkan sekaligus mengasyikkan!

Selesai kuliah keren dong jadi arsitek? Eits, belum tentu!

Ada banyak prospek kerja jurusan arsitek, ada yang bekerja sebagai drafter (penyusun gambar kerja dan sketsa), kontraktor, perencana struktur, surveyor bangunan, konsultan perencana, fotografer, penulis, akademisi, ataupun bekerja sebagai PNS. Untuk menjadi seorang arsitek, lulusan sarjana arsitektur harus mengikuti program magang minimal 2 tahun sebelum menjalani tes untuk mendapat izin mendirikan bangunan sebagai arsitek mandiri.

Jadi dengan prospek kerja yang luas, sarjana arsitektur tidak melulu menjadi seorang arsitek, kita memiliki banyak pilihan pekerjaan lain yang sesuai dengan hobby dan passion yang kita miliki, tanpa menyia-nyiakan ilmu yang kita dapat semasa perkuliahan.

Bagaimana, tertarik untuk kuliah jurusan arsitektur?

Semoga bermanfaat, intipers!

Kode Konten : KL005

Komen dibawah! 1

  1. Erika Tri Utari

    Kak, apakah untuk mendapatkan pekerjaan di jurusan arsitektur harus lanjut ke S2? Apakah bisa hanya sampai S1?

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *