Orientasi

Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

Assalamu’alaikum wr wb. Salam sejahtera untuk kita semua. Salam hangat untuk kawan-kawan senasib seperjuangan. Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !

Kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang.”

Jadi sebelum kita bercengkrama, alangkah baiknya saya memperkenalkan diri untuk meberi kesan hangat.

Sebelumnya perkenalkan nama saya Rahma Hardianti, saya adalah seorang mahasiswa baru angkatan 2019 di Univeritas Jenderal Soedirman. Bangga saya memperkenalkan diri dengan membawa almamater tercinta.

Disini saya akan menjelaskan kenapa saya mengangkat judul “Beradaptasi dengan lingkungan baru.”

schooters

Salah satu ciri makhluk hidup adalah beradaptasi dengan lingkungannya, jika tidak mampu beradaptasi  dengan lingkungan yang ada, maka jangan salahkan alam, karena selalu ada seleksi alam dalam setiap prosesnya dan ada hukum rimba yang mengikutinya. Siapa yang kuat yang akan bertahan hidup.

Begitu pula dengan saya, saya hanyalah seorang manusia biasa yang sedang berproses. Dalam proses saya sedikit banyak pengalaman yang telah bisa saya petik untuk pelajaran hidup, terutama ketika saya melewati masa TK, SD, SMP, dan SMA saya. Karakter saya pun berkali-kali berubah dengan berjalannya waktu, bukan karena saya tidak punya pendirian atau saya tidak konsisten, tapi karena saya sedang berusaha menempatkan diri saya menyesuaikan lingkungan yang ada. Menurut saya itu yang dinamakan adaptasi. Saya kira awalnya mudah saja untuk mengadaptasikan diri dengan lingkungan baru, tapi setelah saya jalani memang butuh waktu dan itu tidaklah semudah membalikan selembar kertas, saya maklumi karena itu adalah proses. Jujur saja saya adalah tipe orang yang suka berproses dan menghargai proses itu sendiri.

Saya akan memulai berbicara tentang proses adaptasi yang sedang saya jalani ketika menjadi mahasiswa baru. Pertama saya menegaskan saya bukanlah siswa yang istimewa di masa SMA saya, saya hanyalah siswa yang suka berorganisasi tapi saya masih belum bisa memanajemen waktu saya sendiri dan berteman dengan banyak orang, karena setiap awal masuk jenjang baru saya mengukuhkan diri saya bahwa saya harus mengenal semua orang yang ada di sekitar saya.

Adaptasi ketika saya memulai kehidupan baru di kost. Saya percaya semua anak kost merasakan hal ini, yang baru pertama kali harus hidup sendiri di lingkungan baru. Minggu-minggu pertama di kost, saya merasa sendiri, kesepian, dan homesick parah. Saya berpikir saya tidak bisa terus seperti ini, saya harus berubah, saya harus keluar dari zona nyaman saya sendiri. Saya mulai dengan sebuah percakapan singkat untuk perkenalan diri di sebuah grup di akun sosmed. Saya disambut hangat ternyata dan disaat itu juga saya mendapatkan teman, kakak, dan keluarga baru. Ditambah lagi ibu kost yang baik dan ramah. Saya sudah betah disini dan saya merasa ini rumah saya sendiri, saya berharap ini artinya saya sudah berhasil beradaptasi.

Adaptasi ketika saya memulai kehidupan baru di kampus. Ketika kalian main ke UNSOED dan kalian dapati sebuah kampus pink. Itu tempat saya mengabdikan diri dan menimba ilmu. Saya sebagai mahasiswa baru sarjana keperawatan, saya bangga memperkenalkan diri dengan identitas yang saya bawa sebagai calon perawat Indonesia. Saya sedang dalam proses mencintai gelar yang akan saya sandang dimasa depan nanti.

Ospek adalah Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus menurupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Serangkaian kegiatan ospek universitas, fakultas dan jurusan saya ikuti, saya tidak mau melewatkan satu haripun, karena saya berpikir saya masih maba, saya jauh dari keluarga dan teman-teman saya, saya mau bertanya pada siapa kalau saya sendiri tidak kenal siapapun disini. Nah, dengan ospek ini saya bisa mendapat teman baru, kakak baru dan keluarga baru tentunya, dengan begitu saya lebih mudah untuk mendapatkan info-info baru yang belum saya ketahui. Saya juga jadi tau bagaimana kehidupan kampus, dosen dan karakter teman-teman baru saya. Ternyata sekali lagi saya harus merombak sedikit karakter saya untuk lingkungan baru ini.

Jika ada yang bertanya, apakah berbeda kehidupan perkuliahan dengan kehidupan sekolah sebelumnya. Maka saya jawab dengan tegas, bahwa iya benar berbeda di segala aspek. Sebagai mahasiswa yang berarti bertanggungjawab atas maha dari kesiswaan Anda, mahasiswa sendiri adalah siswa tingkat tertinggi sebelum akhirnya terjun di dunia kerja. Sebagai mahasiswa kita dituntut aktif untuk individu maupun kelompok atau organisasi. Semua tergantung pada diri kita sendiri, dosen tidak akan mencampuri lebih dari tugasnya sebagai fasilitator mahasiswa, jadi mau wisuda cepat atau wisuda belakangan, itu keputusan mahasiswa sendiri. Kalian akan paham setelah kalian jalani sendiri.

Pesan dari saya, semangat menjalani proses, semoga sukses selalu, dan jangan lupa berdoa. Saya cukupkan untuk hari ini, di lain kesempatan semoga bisa berbagi pengalaman lagi.

 

Kode Konten : KL007

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *