Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang

BK Universitas Negeri Malang (Meytikasari)

BK Universitas Negeri Malang (Meytikasari)

Halo sobat intipers! Aku Meytikasari Dwijayanti jurusan Bimbingan dan Konseling / BK Universitas Negeri Malang angkatan 2017. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Lanjut bacanya ya intipers. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya. Kalian juga bisa nonton versi videonya melalui link berikut. Klik Disini

Secara umum, Jurusan BK Universitas Negeri Malang  itu seperti apa?

Bimbingan dan konseling adalah rumpun ilmu yang masih satu keluarga dengan psikologi. Ngomongin soal bimbingan dan konseling, tentunya kalian akrab banget dengan sebutan Guru BK atau konselor di sekolah. Paradigma-paradigma yang beredar di masyarakat mungkin tidak seharusnya muncul di masyarakat namun hal tersebut jadi mitos kemudian jadi rumor, seperti Guru BK itu jahat dan lain sebagainya, itu adalah profesi yang nantinya kalian dapatkan ketika menempuh kuliah di Bimbingan dan Konseling. Guru BK sejatinya adalah sahabat siswa. 

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini

Bimbingan dan konseling belajar mengenai perkembangan peserta didik, kemudian bagaimana kita dapat memahami karakter siswa, bagaimana harus memberikan pelayanan yang baik dalam bentuk bimbingan, dan juga konseling. Konseling pasti ilmu yang harus dimantapkan adalah ilmu komunikasi, bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain yang mana tujuan tersebut tetap ingin membantu menyelesaikan, karena konselor itu sebagai fasilitator tentunya beracuan pada orientasi memandirikan dan juga memberikan sisi tanggung jawab pada konseli. Sebutan konseli ini istilahnya klien, kalau di sekolah sebutannya siswa, kalau di BK itu sebutannya konseli kalau di psikologi mungkin klien.

Bimbingan yang diutamakannya itu kita sebagai fasilitator untuk memberikan informasi, kemudian sosialisasi, dan hal-hal yang lain yang pernah kalian rasakan karena harusnya semua jenjang di SLTP, SLTA, sudah ada guru BK nya. Bahkan di berbagai SD yang SDM dan finansialnya mencukupi, sudah ada guru BK nya. Guru BK bukanlah polisi sekolah, mungkin munculnya istilah tersebut karena sedikitnya kualifikasi pendidiknya dari lulusan bimbingan dan konseling. Semua orang bisa menjadi pengarah dan pembimbing, tapi ilmunya apa? Tapi kualifikasinya apa? Kemudian legal atau enggak, bahkan semua orang butuh curhat, kalau bimbingan dan konseling di UM itu kental banget dengan pendidikan, jadi kita di setting untuk bagaimana nanti kita jadi konselor di sekolah. 

Apa yang jadi alasan masuk Jurusan BK Universitas Negeri Malang?

Dulu aku masuk jalur SBMPTN, alasan saya masuk Bimbingan dan Konseling UM yaitu awalnya saya ingin psikologi, dan kemudian terpilihlah Bimbiingan dan Konseling. Alasan lain yang mendasari saya memilih bimbingan dan konseling yaitu keluarga saya orang-orang yang pendidikan, artinya pendidikannya itu nomor satu, walaupun saya cewek saya dituntut untuk punya pendidikan.

Alhasil saya waktu itu di SNMPTN milih Psikologi UGM, kemudian yang kedua milih Ilmu Komunikasi UGM karena saya terampil dalam bidang sosial, artinya saya suka ngomong, saya suka berinteraksi dengan orang lain, mungkin di mata temen-temen juga saya tipikal orang yang mudah beradaptasi, nah dengan basic kemampuan yang demikian, saya jadi berpikir “kira-kira apa ya, disiplin ilmu yang bisa aku tempuh, yang tidak berkaitan dengan angka, yang tidak berkaitan dengan ilmu-ilmu yang bener-bener menghafal, menganalisa, teliti, menggambar, dsb.”

Slide1

Dari SNMPTN itu pengen banget ngejar kuliah di UGM. Karena memang kuliah di UGM tak tertandingi ya, pamor nya, waktu SMA itu yang bener pengen sekolah branded lah ya istilahnya, ya walaupun sudah terjun di UM sendiri juga akhirnya bisa membranded kan diri, bahwa UM itu juga bagus loh, saya itu survive di bimbingan dan konseling itu ketika semester tiga. Jadi dua semester itu masih bertanya-tanya tentang ilmu yang dipelajari. 

Pengalaman awal kuliah

Pada semester satu, dua, dan tiga itu bener-bener ilmu basic kaya sosio antropologi, kemudian bahasa indonesia dan keilmuwan, ada berbagai hal yang membuat aku “ih kaya SMA, aku kaya rugi kuliah di bimbingan dan konseling” karena belum nampak, kemudian belum punya identitas waktu itu karena masih denial bahwa aku tahun depan harus ikut SBMPTN lagi. Sampai semester tujuh dan alhamdulillaah sudah lulus di semester ini, suka mikir “apa yang menguatkan aku?”

ernyata tanpa disadari memang udah passion untuk ngomong banyak sama orang lain, ya palin tidak dapat menyelesaikan atau dapat berdiskusi untuk memikirkan solusi dan lain sebagainya, itu ternyata mendarah daging. Kemarin-kemarin yang masih denail itu untung gak ikutan SBMPTN lagi, belum tentu aku di psikologi bisa se survive ini juga. 

Apa mata kuliah dan tugas yang khas dari jurusan ini?

Kalau di UM yang palin identik itu adalah sisi konselingnya, karena memang kita memiliki guru besar-guru besar yang membuat teori konseling baru, salah satunya adalah teori kipas. Teori kipas ini di gagas oleh prof. Andi Mapiare di BK UM, mungkin itu terdengar di temen-temen diluar jawa, karena beliau sering banget untuk di undang di luar jawa.

Kalau ngomognin soal mata kuliah yang ciri khas dari BK UM itu tadi ada konseling kipas, konseling traumatik, konseling kemaslahatan, pelatihan, kemudian ada pengembangan kepribadian, jadi itu ilmu-ilmu basic, yang anggap aja bonus. Kalau pengembangan kepribadian itu mempelajari bagaimana harus mengembangkan kepribadian sebagai tenaga helper, kemudian caranya gimana, dan lain sebagainya. Konseling kemaslahatan ini berkaitan dengan bagaimana kita menebar kemaslahatan, jadi mungkin di BK UPI itu konseling keluarganya mungkin. Kemudian kepelatihan kita harus punya ilmu untuk memanajemen suatu acara untuk siswa kita. Entah itu webinar parenting untuk orang tua sebagai kolaborasi dari dukungan sistem, kemudian untuk membuat acara misal ada tes MBTI masal, dan lain sebagainya, hal itu di pelajari dalam mata kuliah kepelatihan. 

Praktikum di Bimbingan dan Konseling

Kalau praktikumnya di BK UM itu breakdown nya langsung ke ranah-ranahnya, ada ranah kognitif, ada lima kalau gak salah. Praktikum konseling kognitif, konseling humanis, konseling psikoanalis, konseling behavior, dan konseling kipas. Jadi praktikumnya di ruang konseling, mengamati teman yang sedang konseling, kemudian kita jadi penilai, dan lain sebagainya. Kebetulan di UM juga fasilitasnya lengkap dari ruang biblio edukasi, ruang konseling, kemudian fasilitas-fasilitasnya untuk mendukung praktikum itu juga terfasilitasi dengan baik, ada lab BK, dan lainnya.

Adakah konsentrasi atau kelompok keahlian di jurusan ini?

Ada, di BK UM ada konsentrasi yang harus di pilih pada semester enam, tapi itu tidak mempengaruhi pada titel atau gelar yang nanti diperoleh. Kita lulusan tetap mendapatkan gelar S.Pd, karena BK UM itu ada di fakultas ilmu pendidikan. Di univ lain gelarnya ada yang S.Kons, kemudian ada yang lain-lainnya, tapi kalau kita murni S.Pd. 

Ada tips buat mahasiswa baru Jurusan BK Universitas Negeri Malang?

Karena di BK UM itu tidak memandang latar belakang sekolah menengah atasnya, kamu bisa masuk ke bimbingan dan konseling UM. Kalau psikologi kan ada soshum ada yang saintek. Tips nya yaitu bimbingan dan konseling itu pasti dibutuhkan, kayaknya kalau di masa-masa sekarang butuh deh. Bimbingan belajar karakter, kita harus gak boleh kalah dengan bimbel-bimbel yang hanya mata pelajaran. Kalau mata pelajaran tuh tekstual, bisa diajarin di rumah, tapi kalau karakter, bagaimana anak-anak yang orang tuanya berkarir dsb. Sehingga panggilan kemanusiaan itu yang akan menjadi latar belakang kalian harus mengambil bimbingan dan konseling. 

Lihat vlog dari ratusan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Apalagi karena memang tadi mitos guru BK itu polisi sekolah, guru yang jahat, hanya ngurusin siswa yang nakal, kalau gak ada siswa yang nakal guru BK bakal gak ada kerjaan, tenaga helper itu yang bener-bener penting. Sehingga dokter karakternya anak-anak di sekolah itu adalah guru BK. Kalian yang memiliki jiwa-jiwa sosial ya mungkin alibinya gak pengen kuliah yang berat-berat walaupun BK tentu ada keberatannya ya. Yerutama di terapi konselingnya karena memamng menguasainya butuh proses. Kemudian kalau kalian belum sreg itu gak bakalan terjadi. Terpenting kalian harus tau siapa diri kalian. Kalau kalian sekarang ngerasa gak punya softskill, gak punya hardskill atau gak punya kemampuan apapun, coba tes. Sekarang banyak di hp, kemudian di youtube itu bisa di akses dalam satu ketukan.

Jangan sampai kalian kuliah itu gak punya tujuan. Atau tujuannya karena gak mau gap year, atau asal kuliah. Cintai apa yang kamu kerjakan. Ketika kamu mencintai apa yang kamu kerjakan, maka disitu banyak kebermanfaatan yang kamu dapatkan. Kuliah itu khususnya S1 adalah kesempatan emas.. Kita bisa mengikuti lomba, organisasi, dan lain sebagainya yang belum tentu kita dapatkan di jenjang pendidikan selanjutnya. 

  Bagaimana prospek kerja dari alumni BK Universitas Negeri Malang?

Ngomongin prospek, garis lurusnya itu ya jadi konselor sekolah. Setelah S1 bisa ngambil PPG, kemudian punya sertifikat pendidik jadi guru BK. Kemudian kalau mau S2, itu orientasinya akan jadi dosen, kemudian jadi konselor kunjung atau hal-hal yang lain. Jadi kalau S2 itu tingkatannya udah sebutannya konselor, karena memang mendapatkan profesi, kemudian kalau berdasarkan alumni BK UM yang saya tahu, banyak banget yang bercabang.

Selama menempuh disiplin ilmunya di BK itu, sambil menggali dirinya, mereka punya kompetensi apa yang lain, yang bisa membuat survive hidup, yang membuat mereka memiliki keterampilan yang lain, misal alumni itu ada yang jadi pengusaha, pengusahanya gak ecek-ecek, beliau merintis usahanya dari semester lima, sehingga BK ini sebagai ilmu yang mendasari kehidupan, karena bagaimana kita memecahkan masalah, berinterkasi dengan orang lain, membaca maksud orang lain. Kemudian ada yang menjadi kepala sekolah, guru BK, dosen, buka kelas pelatihan semacam graphology, dan lain sebagainya. 

Kode konten: C316

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *