IPB University, Manajemen Industri

D3 Manajemen Industri IPB (Reyhan)

D3 Manajemen Industri IPB (Reyhan)

Halo sobat intipers! Aku Reyhan Handika dari D3 Manajemen Industri IPB angkatan 2019. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Lanjut bacanya ya intipers. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Secara umum, jurusan D3 Manajemen Industri IPB seperti apa?

Sesuai dengan namanya ya, manajemen industri kan terdiri dari 2 kata yaitu manajemen dan industri. Berdasarkna namanya, jadi bisa didefinisikan kalau jurusan ini mempelajari tentang ilmu perencanaan, koordinasi, dan juga pengaturan sumber daya baik sumber daya manusia, sumber daya perusahaan, dan sumber daya lainnya. Nah kaya industri dapat kita artikan sebagai sela aktivitas pengolahan bahan baku menjadi bentuk jadi atau bisa kita sebut juga sebagai kegiatan sistem produksi. Dari 2 kata itu bisa kita simpulkan bahwa prodi ini yang nantinya akan  mempelajari cara merancang, merencanakan, mengendalikan sebuah sistem produksi, baik dalam industri manufaktur maupun industri jasa. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas suatu sistem produksi. 

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini

Apa yang jadi alasan masuk jurusan D3 Manajemen Industri IPB?

Kalau ditanya alasan saya juga agak bingung ya ka karena pas sekolah sama sekali gak kepikiran untuk masuk jurusan ini. Singkat cerita, saya masuk IPB ini lewat jalur UTMBK Sekolah Vokasi, jadi kaya jalur terakhir buat masuk IPB. Saya coba memanfaatkan kesempatan ini, dan cari-cari jurusan apa saja yang ada di sekolah vokasi IPB. Ketemulah jurusan ini. Pada saat itu sebenernya saya belum tahu jurusan ini tuh nantinya akan ngapain dan belajar apa aja, tapi karena manajemen industri ini juga sesuai dengan yang diinginkan orang tua saya. Ayah saya itu pengen saya masuk industri dan mamah pengen masuk manajemen. Jadi pas milih jurusan ini ngerasa cocok dan sesuai dengan pilihan orang tua. Lalu saya coba pilih manajemen industri di pilihan pertama dan pas pengumuman Alhamdulillah lolos. 

Apa mata kuliah dan tugas yang khas dari jurusan ini?

Mata kuliah Manajemen Industri itu terbagi jadi 3. Ada mata kuliah umum, kaya semua prodi itu dapat, misalnya bahasa Inggris, bahasa Indonesia, agama, dsb. Kedua, mata kuliah kompetensi, yaitu mata kuliah yang khas banget manajemen industri. Contohnya, perencanaan produksi, perencanaan tata letak, pengendalian produksi, total produksi maintenance, manajemen kualitas dan masih banyak lagi. terakhir ada mata kuliah penunjang, yang akan menunjang mata kuliah kompetensi. Contohnya, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan masih banyak lagi. 

Kalau praktikum itu banyak banget, karena kita sekolah lokasi. Kurikulumnya itu 40% teori, 60% praktikum, terbalik dengan program sarjana. Jadi praktikumnya banyak banget. Kalau di manajemen industri kita ada sistem blok yang mana kita akan banyak berkunjung ke industri atau perusahaan untuk menerapkan hal yang kita pelajari di kampus. Sayangnya, karena sekarang pandemi jadi belum sempat menerapkan sistem blok ini. Di semester 1 dan 2 kemarin, kita banyak praktikumnya mengunjungi UMKM, misalnya minta data mereka tentang penjualan atau yang lainnya. Kita juga mewawancarai mereka tentang cara memanajemen industri mereka. 

schooters

Tugas perkuliahan

Tugasnya sih kayanya gak usah diceritain lagi pastinya banyak. Buat mahasiswa pastinya udah biasa ya setiap pertemuan pasti ada tugas. Dari deadlinenya aja sih ada yang harus cepet ada juga yang seminggu atau beberapa hari. Biasanya bentuk tugasnya itu karena banyak mata kuliah perhitungan, jadi paling kita dikasih kasus di industri lalu kita cari solusi dan memecahkan kasus itu berdasarkan materi yang diajarkan. Lainnya itu biasanya kan kalau offline, kita mengunjungi industri dan mengamati sistem kerja di perusahaan tersebut kemudian dibuat laporan. Kalau online kita mencari pada referensi, seperti artikel, literatur dan lainnya. 

Adakah konsentrasi atau kelompok keahlian di jurusan ini?

Kalau untuk konsentrasi ini sebenernya gak ada. Mungkin pas saat tingkat akhir, itu kan akan PKL dan membuat tugas akhir. Tugas akhirnya ini dapat kita fokuskan lagi mengambil dari salah satu mata kuliah kompetensi yang tadi. 

Jalur masuknya ada apa aja?

Jalur masuk sekolah evokasi ada 3 jalur. Pertama, jalur undangan menggunakan nilai rapot atau prestasi. Kedua, UTMBK atau jalur reguler, itu menggunakan skor UTBK atau ujian tes tulis. Kalau punya skor UTBK bisa digunakan atau kalau enggak punya juga tetep bisa daftar melalui ujian tulis. Terakhir, jalur BUD atau beasiswa utusan daerah. Jadi IPB mengundang pemerintah daerah untuk mengajukan calon mahasiswa yang pastinya sesuai dengan ketentuan daerah masing-masing. Informasi lebih lengkap bisa diakses di websitenya sekolah evokasi atau admisi.ipb.ac.id. 

Biasanya penerimaan mahasiswa baru di setiap angkatan itu bisa ada 2 kelas kuliah dan 4 kelas praktikum. 2 kelas itu terdiri dari sekitar 120-130 orang. 

Lihat vlog dari ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Ada tips buat mahasiswa baru D3 Manajemen Industri IPB?

Tipsnya, pesan saya sih kalian enjoy aja jangan merasa tertekan, jalani aja seperti air mengalir, gak usah dibikin tegang. Sebenernya semua itu mudah kalau sudah dipelajari, jadi intinya coba pelajari apa aja matkul yang bakal temen-temen dapat. Jangan dulu shock atau tegang, tapi coba ikutin dulu aja nanti juga makna ngerti sendiri. Jangan kaget juga kalau banyak hitungan karena di setiap semester dapat mata kuliah hitungan, jadi harus pinter-pinter main logika. 

Bagaimana prospek kerja dari alumni jurusan ini?

Kalau untuk prospek kerjanya, idealnya bekerja sebagai staf departemen PPIC atau supervisor. Tempat kerjanya fleksibel karena hampir dibutuhkan semua industri, baik itu industri pangan, pertambangan, dan lainnya. 

Kode konten: C532

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *