Farmasi, Universitas Muhammadiyah

Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (Aisha)

Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (Aisha)

Hallo intipers, Perkenalkan namaku Aisha Maulidya Sari, biasa dipanggil Aisha. Aku saat ini sedang kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang sebagai mahasiswa jurusan Farmasi. Disini aku ingin sharing kira-kira gimana sih kalau kuliah di jurusan Farmasi itu, apa aja yang dipelajari dan bagaimana prospek kerja kedepannya. Yuk simak!

Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Apa aja sih yang dipelajari di S-1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang?

Jadi, seperti yang kita tahu salah satu jurusan ilmu kesehatan adalah Farmasi. Umumnya sendiri farmasi mempelajari mengenai obat-obatan, ilmu kesehatan dan juga kimia. Banyak orang berpikir kuliah di farmasi nanggung kenapa gak sekalian jadi dokter. Pada dasarnya tugas farmasis (orang yang berprofesi di bidang farmasi) dengan dokter itu berbeda. Kalau dokter kewenangannya adalah menetapkan diagnosis pada pasien dan juga terapi. Namun, farmasis kewenangannya adalah bertanggung jawab mengenai cara penggunaan obat dan monitoring terapi obat.

Slide5

Selain itu, hal yang harus kalian tahu, dunia farmasi itu sangatlah luas tidak melulu tentang pelayanan kesehatan saja. Buat kalian yang menyukai dunia perindustrian, peluang farmasi disana juga sangat besar. Bukan hanya industri obat-obatan bahkan industri kosmetik dan obat herbal juga membutuhkan tenaga kefarmasian. Nah, untuk itu karena prospek kerja yang luas ilmu yang dipelajari di farmasi juga sangat beragam teman-teman. Paling umum dan utama adalah kimia dan juga biologi kesehatan.

Apa yang khas dipelajari dalam Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang?

Farmasi memang secara umum mempelajari tentang ilmu kesehatan terutama obat-obatan. Namun ternyata di farmasi kami juga mempelajari mengenai kimia mulai dari dasar, hingga kimia medisinal.Selain itu yang paling khas jika kalian ingin kuliah di Farmasi adalah praktikum. Yak, betul sekali, jika dihitung hitung akan ada saat dimana dalam 6 hari perkuliahan 4-5 hari dijalani dengan praktikum. Apa saja kira-kira mata kuliah yang harus melakukan praktikum? Umumnya kuliah di Farmasi hampir semua konsentrasi ada mata kuliah praktikumnya. Seperti praktikum kimia, praktikum ilmu resep dan peracikan, praktikum farmasetika atau pembuatan sediaan farmasetik, seperti tablet, sirup, krim dan sediaan steril (seperti injeksi), lalu ada juga praktikum bahan alam dimana kita akan mempelajari mengenai proses ekstraksi hingga isolasi tanaman hingga menjadi senyawa yang bisa digunakan sebagai obat. Oh iya ada juga praktikum mata kuliah yang kita dihadapkan dengan hewan uji coba seperti tikus ataupun kelinci lho. Memang ada yang mengatakan bahwa kuliah di farmasi akan menjadi super sibuk karena setiap hari kita berkutat dengan laporan, jurnal dan praktikum. Namun justru itu semua terasa menyenangkan jika dijalani bersama.

Lalu Apa Mata Kuliah dan Dosen Favorit Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang?

Seperti pemaparan sebelumnya, luasnya bidang farmasi membuat banyak hal pula yang dipelajari di farmasi. Bahkan jurusan Farmasi ini menurutku akan cocok bagi kalian yang extrovert maupun introvert, kok bisa? Buat kalian yang suka sekali dengan eksperimen kalian akan menyukai sekali mata kuliah yang berbau kimia, maupun industri yang berhubungan dengan kegiatan praktikum di laboratorium. Namun jika kalian extrovert kalian juga akan suka dengan mata kuliah yang berhubungan dengan komunitas ataupun komunikasi karena pada dasarnya ilmu komunikasi bagi tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan adalah hal yang penting. Aku pribadi adalah orang yang cenderung extrovert, oleh karena itu mata kuliah favoritku adalah Preskripsi dimana pada mata kuliah ini mempelajari mengenai ilmu komunikasi pada pelayanan kesehatan terutama apotek. Selain itu untuk kalian yang suka mempelajari ilmu kesehatannya pasti akan menyukai mata kuliah yang berhubungan dengan klinis seperti, Farmakoterapi dimata kuliah ini akan mempelajari bagaimana pemberian terapi kepada pasien berikut alasan serta monitoring terapi pengobatannya. Sejujurnya aku juga suka dengan mata kuliah klinis, karena tentu akan berhubungan degan mata kuliah preskripsi dimana selain komunikasi dasar ilmu klinis juga harus dikuasai. Lalu untuk dosen favorit, rasanya semua dosen farmasi di UMM sangat berkompeten dan baik sekali. Beliau-beliau terkadang tidak akan segan berbagi ilmu dengan para mahasiswa.Meskipun para dosen jika di laboratorium tak jarang terlihat lebih tegas tetapi maksud dan tujuannya baik, agar kita semua berkompeten.  Bahkan jika kalian mengikuti kompetisi baik akademik dan non-akademik, para dosen tidak akan segan mendukung bahkan membantu jika dibutuhkan. (Ini gak lebay ya, tapi kalian bisa buktikan sendiri)

Konsentrasi di Farmasi UMM?

Seperti beberapa ulasan sebelumnya sepertinya aku sudah sempat membocorkan beberapa konsentrasi bidang farmasi di UMM ya. Sebetulnya jika kalian kuliah di S-1 Farmasi tujuan kalian tidak hanya berhenti sampai S-1 saja teman-teman, tetapi kalian disarankan untuk melanjutkan ke jenjang profesi, yakni Profesi Apoteker dengan periode pendidikan selama 1 tahun. Nah, ketika kalian melanjutkan ke jenjang profesi itulah sebetulnya kalian memilih konsentrasi pendidikan kalian sekaligus kalian akan magang atau internship. Lalu berarti apakah tidak ada konsentrasi peminatan bagi pendidikan S-1 Farmasi? Sebetulnya ada, biasanya ketika kalian akan mengerjakan tugas akhir atau skripsi disitulah kalian akan memilih bidang kosentrasi apa yang ingin kalian tekuni sebagai tugas akhir. Nah berikut untuk detail peminatan konsentrasi Farmasi UMM

  • Departemen Klinis : Di departemen  ini kalian akan mempelajari mengenai ilmu kesehatan, lalu terapi pengobatan bagi pasien dalam perseorangan. Bisa dibilang hampir mirip dengan klinis dalam bidang kedokteran. Biasanya mata kuliah yang masuk dalam bidang klinis seperti : farmakokinetik, farmakoterapi 1 dan 2, farmasi klinik
  • Departemen Komunitas : Di departemen ini biasanya tidak sespesifik klinis yang umumnya mengenai perorangan, tetapi lebih ke masyarakat luas atau komunitas. Biasanya mata kuliah yang masuk dalam bidang komunitas adalah : Preskripsi, Manajemen Farmasi, Pelayanan dan Perilaku Farmasi
  • Departemen Kimia : Dari namanya sepertinya sudah bisa tertebak apa saja yang akan dipelajari di departemen ini, tentunya kimia yang berhubungan dengan obat. Tidak asing bukan bahwa obat pada umumnya berasal dari sintesis kimia tentu saja bidang kimia di farmasi juga merupakan salah satu bidang yang wajib dipelajari. Mata kuliah yang masuk dalam bidang kimia adalah : Kimia Analisis, Kimia Farmasi Analisis dan Kimia Medisinal
  • Departemen Bahan Alam : Ternyata di farmasi kita juga mempelajari mengenai obat tradisional dan obat herbal lho. Sangat luas sekali bukan bidang farmasi ini, di departemen ini tentu saja kalian akan mempelajari mengenai apa saja tanaman yang bisa digunakan menjadi obat hingga bagaimana pengolahan tanaman menjadi obat. Mata kuliah yang masuk dalam bidang bahan alam adalah : Botani Farmasi, Farmakognosi, Fitokimia dan Fitofarmaka.
  • Departemen Teknologi/Industri : Dalam departemen ini khususnya akan mempelajari bagaimana membuat sediaan farmasetika mulai dari sediaan tablet, sirup, suspensi, krim, salep, gel bahkan injeksi dan masih banyak lagi. Kalian akan diajarkan mulai dari mengenal bahan-bahan tambahan obat, lalu yang paling menyenangkan adalah membuat formula sediaan. Bisa dibilang ini salah satu praktikum yang paling menyenangkan apalagi jika formula kalian bagus. Mata kuliah yang masuk dibidang ini adalah : Farmasi Fisika, Farmasetika Sediaan Solida, Farmasetika Sediaan Liquida, Farmasetika Sediaan Semisolida dan Farmasetika Sediaan Steril.

Bagaimana luas sekali bukan peluang dan prospek Farmasi ?

Ketika kegiatan seminar nasional jurusan Farmasi

Tips Untuk Maba Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang

Setelah diulas mengenai bagaimana farmasi dan apa saja yang dipelajari memang tidaklah mudah. Banyak sekali perjuangan yang harus dilakukan, mulai dari biaya, waktu juga tenaga. Aku tahu memang berat dan terasa melelahkan. Tips untuk tetap bertahan dan semangat di Farmasi :

  • Mencari Teman yang Sesuai

Carilah teman yang bisa memberikan kamu semangat senantiasa membantu dan bisa diajak kerja sama. Tidak mustahil jika sepanjang perjalanan kamu menjadi mahasiswa farmasi kamu akan mendapatkan kesulitan, untuk itu pastikan bahwa kamu memiliki lingkungan yang baik, bisa mendukungmu serta membantumu baik dalam hal akademik maupun lainnya,

  • Ikut Kegiatan Pengembangan Diri di Kampus

Kata siapa anak kesehatan gak bisa ikut kegiatan diri di kampus? Justru saranku kalian harus mempunyai kesibukan lain selain akademik di kampus. Akademik memang penting, tetapi jika kalian terpaku dengan akademik saja kalian tidak akan berkembang dengan maksimal. Terlebih siklus kuliah di Farmasi bisa dikatakan cukup membosankan. Ikut organisasi, UKM atau bahkan coba ikut kegiatan Internasional di kampus terlebih UMM banyak sekali membuka kesempatan banyak internasional project. Yakin deh, kalian akan lebih mudah untuk dikenal dosen juga.

  • Luangkan Waktu Relaksasi Pasca Ujian

Nah, siapa bilang sebagai mahasiswa farmasi kita hanya dituntut belajar dan belajar. Hal itu memang benar, tapi ada baiknya setelah ujian kalian luangkan waktu untuk diri kalian sendiri refreshing karena ujian di farmasi umumnya 2 , yakni Ujian Praktikum berupa OSCE dan ujian tulis. Kebayang kan gimana stressnya pasca ujian?

Prospek Kerja sebagai Farmasis

Bidang ilmu kefarmasian memang sangat luas, tentu prospek kerjanya juga akan sangat luas. Untuk kalian yang suka berkomunikasi dengan orang dan pasien kalian bisa kerja sebagai apoteker di Rumah Sakit maupun Apotek. Lalu jika kalian suka kerja di bidang industri kalian juga bisa kerja di bagian RnD, QC dan QA di industri obat maupun kosmetik. Selain itu kalian juga bisa kerja sebagai Marketing industri obat dan kosmetik. Lalu jika kalian ingin bekerja di instansi pemerintahan, peluang terbuka lebar jika kalian ingin menjadi bagian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau bahkan di Dinas Kesehatan. Nah jika kalian ingin bekerja sebagai tenaga pengajar, tentu saja kalian bisa menjadi dosen farmasi.

Harapan dan Rencana Setelah Lulus

Tentu setelah lulus S-1 Farmasi aku berharap bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya yakni Profesi Apoteker dan semoga bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S-2 di luar negeri sebab cita-citaku ingin menjadi dosen. Aamiin ya rabbal alamiin…

Terima kasih teman-teman sudah berkenan membaca, semoga bermanfaat.

Kode konten: X315

Komen dibawah! 1

  1. Naza banafsa

    Hai kak Terimakasih sudah memotivasi saya memang masih kelas 10 tapi saya ingin memulai sejak dini Terimakasih banyak ya kak sekali lagi
    Mau tanya juga kak kira² untuk pelajaran yg biasa nya menyangkut di farmasi apa ya?
    Terimakasih sekali lagi

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *