Ilmu Kelautan, Unversitas Sriwijaya

Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya (Jeni)

Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya (Jeni)

Halo sobat intipers! Aku Jeni Meiyerani dari Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya angkatan 2018. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Lanjut bacanya ya intipers. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Secara umum, jurusan Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya seperti apa?

Jurusan yang mempelajari kimia, fisika, biologi, dan teknologi yang berkaitan dengan kelalutan. Banyak stigam yang bermunculan, seperti tanggapan yang mengatakan jadi nelayan, hal itu tentunya salah, kami yang mengambil jurusan ilmu kelautan mempelajari software, teknologi, pemetaan, materi mikrobiologi dan masih banyak lagi. Awalnya di semester 1 ada praktikum selam, materi 1-3 kita belajar renang, kalo udha bisa renang baru ke selam, untuk teman-teman yang belum bisa renang jangan khawatir karena nanti akan dibantu sampai bisa berenang.

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini 

Apa yang jadi alasan masuk jurusan Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya?

Ingin mempelajari hal baru, seperti saat di SMA hanya sepintas kita mendengar mengenai kelautan, padahal sumber daya laut melimpah ruah, namun kita masih keterbatasan sumber daya manusia yang mempuni dalam bidang kelautan dan juga perlu di ingat 2/3 dari bumi perairan, perairan atau kelautan akan di perhatikan di kemudian hari. 

Apa mata kuliah dan tugas yang khas dari jurusan ini?

Setiap ada mata kuliah teori akan beriringan dengan mata kuliah praktikum, jadi kita sebagai mahasiswa akan lebih mudah memahami suatu mata kuliah karena langsung mengamati objek pengamatannya. Lalu ada juga field trip akbar rangkaian praktikum lapangan yang merupakan pengaplikasian dari teori mata kuliah, yang mana itu mengedepankan asas kerjasama dan kekeluargaan di Universitas Sriwijaya.

Praktikum banyak banget, yang paling berkesan ketika itu ada kolam di Universitas, dimana Universitas Sriwijaya ini terkenal Universitas terluas di Asia Tenggara. Di kolam itu kami memasukan ikan dan memasukan alat echosounder dimana alat tersebut seharga ratusan juta. Itu pengalaman menarik karena kita jadi mengetahui alat kerja dari echosounder. Masih banyak lagi yang berkesan karena kita praktikum terjun langsung, langsung melihat seperti ikan atau hewan-hewan laut lainnya. Tugas setiap praktikum, kita membuat laporan, menurut saya membuat laporan harus dinikmati karena, supaya kita tahu seberapa paham kita dengan materi kuliah dan kita juga bisa mengevaluasi terhadap pembelajaran, untuk laporannya ada tulis tangan dan ada yang soft file.

Adakah konsentrasi atau kelompok keahlian di jurusan ini?

Ada 4 laboratorium, pertama laboratorium oseanografi dan instrumentasi kelautan, kedua ada laboratorium bioekologi kelautan, ketiga ada laboratorium eksplorasi sumberdaya dan akuistik kelautan, dan keempat ada laboratorium pengindraan jauh dan sistem informasi geografis kelautan. Konsetrasinya menyesuaikan dengan laboratorium, ini bisa dipilih pada semester 5. Saya sendiri memilih bioekologi kelautan tepatnya di mikrobiologi laut, karena saya menyukai bidang biologi, microbiologi juga hal yang jarang dipelajari dan masih awam bagi saya, kita mempelajari bakteri, jamur, dan hal kecil yang jarang kita lihat.

Apa jalur masuk yang ada di jurusan kamu?

Jalur masuk ada 3 jalur, SNMPTN, SBMPTN, dan mandiri Universitas Sriwijaya atau biasa disebut USM Ujian Saringan Masuk. Nanti USM dibuka setelah pengumuman SBMPTN, dan ga lama akan ada pengumuman untuk tes atau mendaftar. Mandiri hampir sama seperti SBMPTN. Kita daftar secara online, lalu kita dapat waktu kapan ujian dan ruangan di mana. Biasanya di kampus Universitas Sriwijaya, biasa nya sekitar satu minggu baru ada hasilnya. Kuota di jurusan ilmu kelautan tahun lalu 120an dari semua jalur masuk.

Ada tips buat mahasiswa baru Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya?

Giatlah pada bidang akademik, diskusi bisa kepada kakak tingkat satu jurusan. Di luar jurusan bahkan dosen pun menerima kita untuk berdiskusi, setelah kita diskusi kita lebih paham. Juga fokus pada pemahaman materi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, jangan sebatas IPK semata. IPK akan ngikut kalo kamu paham materinya. Terus sehubungan dengan program kampus merdeka, mahasiswa di tuntut untuk aktif. Hal ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Ikuti arus program pemerintah ini, karena kita bisa mendapatkan dampak positif dengan mengikuti program pemerintah. Menurut saya santai boleh namun pada waktu dan tempatnya. Terakhir semangat dan nikmati proses dalam kita belajar menuju sarjana kelautan.

Bagaimana prospek kerja dari alumni jurusan ini?

Prospek hingga tahun 2020 jurusan ilmu kelautan Universitas Sriwijaya telah meluluskan lebih dari 500 mahasiswa. Ada yang bekerja di bidang kewirausahaan swasta, instansi pemerintah. Selain itu, ada sebagai akademisi, peneliti, penggiat lingkungan biasanya dinaungi oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Lalu ada yang bekerja di WWF, pertamina, lembaga standarisasi, dan masih banyak lagi. Konsetrasi di ilmu kelautan sangat luas, kita bisa kepemetaan, biologi, bahkan obat-obatan kami pelajari. Menurut saya terkait pekerjaan, kembali lagi pada dirinya bagaimana memaksimalkan diri ketika kuliah hingga ilmu yang didapat bisa bersaing di dunia kerja.

Lihat vlog dari ratusan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Apa rencana dan harapan kamu setelah lulus?

Saya ada dua rencana, pertama saya ingin belajar intensif penyampaian bahasa inggris karena di dunia kerja sangat diperlukan. Lalu yang kedua saya ingin mendaftar beasiswa PMDSU atau Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Dokter untuk Sarjana Unggul. Dari S2 langsung S3, dan beasiswa S2 lainnya. Mengenai harapan saya tentunya ingin bisa bahasa inggris, lalu untuk poin duanya saya ingin mendapatkan beasiswa. Kalo saya tidak dapat PMSDU saya ingin mendaftar beasiswa lain. Pemerintah itu telah menyediakan seperti LPDP dan swastra juga menyediakan. Masih banyak sekali beasswa S2 dari pemerintah, harapannya bisa lulus beasiswa dan melanjutkan studi ke S2. Harapnnya juga setelah S2 saya ingin menjadi dosen.

Kode konten: C535

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *