Keperawatan

Ilmu Keperawatan Universitas Jember (Fairuza)

Ilmu Keperawatan Universitas Jember (Fairuza)

Halo, Intipers! Perkenalkan saya Fairuza Fajar Yumna, mahasiswa jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Jember, angkatan 2018. Saya akan berbagi cerita selama 4 semester belajar di sini. Untuk lebih lengkapnya kalian bisa scroll ke bawah ya!

Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Yuk kenalan sama jurusan Ilmu Keperawatan!

Orang awam sering mengenal perawat sebagai pembantu dokter. Apakah benar seperti itu? Sebetulnya, tindakan ini disebut dengan kolaborasi, antara perawat dan dokter, jadi dalam fasilitas kesehatan baik puskesmas, klinik, maupun rumah sakit tenaga medis yaitu dokter dan tenaga kesehatan, salah satunya perawat berkerja secara tim. Mereka memiliki tugas masing-masing dan bekerjasama untuk mencapai kesembuhan klien atau pasien.

Perawat memiliki tugas mandiri tentunya, jika dokter melihat dari sisi patofisiologi atau proses penyakit itu terjadi, perawat melihat dari sisi permasalahan dalam keperawatan, misalnya pasien menderita diare, dokter akan mencari tahu penyebab dan memberikan obat, sementara perawat akan melihat secara holistik atau menyeluruh, apa yang terjadi ketika seorang pasien mengalami diare? Lemas dan dehidrasi, maka yang kami lakukan adalah memberikan perencanaan atau disebut dengan intervensi berupa pemberian nutrisi dan cairan pengganti, kami juga memberikan edukasi, baik pencegahan maupun cara yang dapat dilakukan pasien jika menghadapi permasalahan yang sama.

Pada jurusan Ilmu Keperawatan kami belajar mengenai etika dan pelayanan prima, seperti senyum, sapa, salam, sopan, dan santun atau disingkat dengan 5S. Hal-hal yang bersifat sederhana ini dapat memberikan dampak positif bagi proses penyembuhan klien atau pasien. Oleh karena itu, kami sebagai mahasiswa keperawatan menerapkannya pada lingkungan kampus, baik kepada dosen, staff, kakak tingkat, maupun teman sebaya. Kami juga dibiasakan untuk tampil bersih dan rapi, maka jangan heran kalau mahasiswa keperawatan itu good looking.

Jurusan Ilmu Keperawatan sendiri ditempuh dalam kurun waktu 3,5-4 tahun dengan gelar S.Kep. (Sarjana Keperawatan), kemudian melanjutkan Pendidikan Profesi Ners selama satu tahun yang bersifat opsional dengan gelar Ns. (Ners), jadi kalau nanti saya selesai pendidikan, nama dan gelar saya menjadi Ns. Fairuza Fajar Yumna, S.Kep.

Apa aja sih yang dipelajari dalam Ilmu Keperawatan?

Pada semester pertama, kalian akan menjumpai beberapa mata kuliah dasar seperti Anatomi dan Fisiologi, Mikrobiologi, Biomedik, Konsep Dasar Keperawatan, Psikososial dan Budaya dalam Keperawatan, serta Falsafah dan Teori dalam Keperawatan, hal-hal yang masih bersifat dasar sebagai pondasi untuk mata kuliah semester selanjutnya. Semester 2, kami mulai melakukan praktikum dan belajar mengenai keperawatan lebih dalam seperti Pengkajian Fisik, Kebutuhan Dasar Manusia, dan Dokumentasi Keperawatan. Pada semester ini pula kami belajar Farmakologi dan Patologi.

Kami juga mulai melakukan ujian praktikum yang disebut dengan OSCE (Objective Structured Clinical Examination). OSCE menjadi challenge tersendiri bagi mahasiswa keperawatan. Pada ujian ini kami masuk dalam ruangan yang telah diatur seperti kamar pasien di rumah sakit. Ada penguji dan pasien, kami diberikan waktu 1 menit untuk membaca dan mencerna kasus sebelum masuk ruangan. Dalam ruangan kami memiliki waktu bersih 7-8 menit untuk melakukan tindakan, dan waktu 1 menit untuk moving ke ruang selanjutnya. Jadi total waktu adalah 10 menit. Kami harus melakukan dengan cepat dan tepat. Kalau aku sih biasanya sudah belajar dari jauh hari dan selalu mencoba saat jam praktikum di laboratorium sehingga saat ujian OSCE tidak akan kaku.

Setelah itu, pada semester 3 kami mulai belajar mengenai Statistika, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Sistem Informasi dan Teknologi dalam Keperawatan, Dasar Keperawatan Medikal Bedah, Komunikasi dalam Keperawatan, Keselamatan Pasien dan Keselamatan Kesehatan Kerja. Kami juga belajar bahasa asing tambahan selain Bahasa Inggris, diberikan dua pilihan yaitu Arab atau Jepang. Mengingat banyak perawat Indonesia yang menjadi Tenaga Kerja Asing pada kedua negara tersebut. Kemudian, pada semester 4 kami mulai belajar lebih mendalam lagi seperti Keperawatan Maternitas, Kesehatan Jiwa, Bedah. Kami juga belajar mengenai Kewirausahaan di semester ini.

Mata kuliah yang berkesan

Mata kuliah yang menarik dan berkesan bagi saya adalah Komunikasi dalam Keperawatan dan Keperawatan Kesehatan Jiwa. Berkat mata kuliah Komunikasi dalam Keperawatan saya yang awalnya malu jika berbicara di depan atau pada orang yang belum saya kenal, sekarang saya lebih percaya diri. Selain karena teknik yang diajarkan, juga karena kebiasaan praktikum yang kami lakukan. Kalau Keperawatan Kesehatan Jiwa karena saya memang memiliki ketertarikan di bidang psikologi. Pada mata kuliah ini saya belajar untuk memahami manusia lebih dalam lagi, dan di sini saya juga belajar bahwa sehat tidak hanya dalam bentuk fisik namun juga jiwa. Llewat mata kuliah ini saya belajar untuk lebih mencintai dan menghargai diri sendiri.

Sedikit cerita mengenai Keperawatan Kesehatan Jiwa, pada mata kuliah ini kami seharusnya melakukan Praktik Berbasis Lapangan atau disingkat dengan PBL gambarannya seperti KKN. Kami akan terjun ke lapangan, melakukan deteksi dini dan implementasi keperawatan. Namun karena kuliah ini saya jalani saat pandemi COVID-19, hal tersebut dibatalkan dan diganti dengan praktik pada keluarga sendiri.

Pada semester 5 kami akan menempuh mata kuliah Keperawatan Medikal, Anak, Komunitas, dan Keluarga. Pada liburan semester 5 ke 6, kami akan melakukan Aplikasi Klinis Keperawatan di Rumah Sakit yang bekerjasama dengan institusi, di sini kami akan bertemu dengan pasien secara langsung.

Konsentrasi di Ilmu Keperawatan Universitas Jember?

Pada jurusan kami, tidak ada konsentrasi, jadi semuanya kami pelajari. Kami dibagi atas beberapa Departemen yaitu Keperawatan Dasar dan Dasar Keperawatan, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Komunitas dan Keluarga, serta Keperawatan Maternitas dan Anak. Namun, pada saat tugas akhir kami dapat memilih bidang mana yang akan kami kupas. Selepas kuliah Magister Keperawatan, kami dapat mengambil Spesialis Keperawatan yang ditempuh selama 1 tahun, sementara ini Pendidikan Spesialis Keperawatan di Indonesia antara lain Medikal Bedah, Jiwa, Komunitas, Maternitas, dan Anak.

Kegiatan Penyuluhan pada salah satu Yayasan Panti Asuhan di Kabupaten Jember

Tips-tips untuk Mahasiswa Baru Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Untuk mahasiswa baru, kalian harus siap baik fisik maupun mental. Akan banyak hal yang dipelajari di jurusan ini, jangan dianggap remeh. Biasanya mahasiswa baru yang ada di jurusan Ilmu Keperawatan ini tidak meletakkan Ilmu Keperawatan sebagai prioritas utama. Jadi bagi yang merasa tidak cocok tapi nggak mau mencoba lagi, bersiaplah kalian untuk beradaptasi. Mulai pertemanan, ikut organisasi baik internal maupun eksternal, dan kepanitiaan. Dijamin kuliahmu makin seru dan asik. Kalian juga bisa ikutan Unit Kegiatan Mahasiswa sesuai yang kalian suka. Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang. Mending jadi mahasiswa kura-kura alias kuliah rapat-kuliah rapat. Saya sendiri dulu saat jadi mahasiswa baru juga banyak galaunya kok, tapi saya memilih untuk menuangkannya lewat karya, yaitu menuliskannya pada salah satu media penulisan online.

Bagaimana prospek kerja dan alumni biasanya bekerja dimana?

Untuk ilmu keperawatan sendiri, banyak dari alumni yang memilih bekerja sebagai praktisi di fasilitas pelayanan kesehatan negeri maupun swasta. Ada yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil maupun membuka praktik keperawatan mandiri. Selain itu ada pula yang bekerja pada institusi asuransi kesehatan, ada juga yang melanjutkan S2 baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa dari mereka menjadi dosen dan peneliti, di kampus saya beberapa dosen adalah alumni jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Jember, jadi bisa dibilang saya kuliah dengan kakak tingkat saya sendiri, asiknya mereka sering berbagi pengalaman, dan menjadi role model bagi para mahasiswanya “Kalau Nersnya bisa, saya juga bisa.”

Apakah rencana dan harapan ke depan setelah lulus?

Setelah menyelesaikan Pendidikan Sarjana Keperawatan, saya akan melanjutkan Pendidikan Profesi Ners. Setelah itu saya memiliki rencana untuk kuliah S2 dan mengambil Spesialis Keperawatan. Selepas pendidikan, saya juga ingin meneruskan karier kepenulisan, mendirikan praktik mandiri keperawatan, memiliki suatu proyek sosial untuk para teman disabilitas berupa pendirian Perpustakaan Braille dan pemberdayaan melalui UMKM.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca, mungkin belum semua dapat tercantumkan. Tetap semangat untuk saya, kalian, dan kita semua. Matur nuwun.

Kode konten: X311

Komen dibawah! 37

  1. Aulia Fitri

    Apa saja sih kak persyaratan masuk ke ilmu keperawatan apakah tinggi badan juga sebagai acuan?

    • fairuzariza

      Untuk persyaratan kalau di Fakultas Keperawatan Universitas Jember, karena kami masih dalam lingkup universitas negeri jadi kami ada 3 macam jalur masuk, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan SBMPTBR (Mandiri). Nah yang pasti persyaratan wajib untuk masuk dalam prodi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Jember adalah lolos pada salah satu dari ketiga jenis seleksi terlebih dahulu. Terkait tinggi badan, itu persyaratan tambahan setelah dinyatakan lulus, akan ada tahap pemeriksaan kesehatan yaitu TB dan buta warna, dan ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi, TB untuk laki-laki minimal 155 cm dan perempuan minimal 150 cm, dan tidak boleh buta warna, ini sebetulnya adalah syarat bagi seluruh rumpun kesehatan. Nah kalau tidak terpenuhi bagaimana? Maka universitas akan melakukan pemindahan prodi. Jika kurang jelas bisa bertanya lagi di kolom komentar diperbolehkan ya. 🙂

  2. Sianida

    Kak anak SMK kesehatan bisa nggak masuk jurusan keperawatan di UNEJ ?

    • fairuzariza

      Boleh, namun saya sendiri belum tahu peraturan tebarunya sekarang bagaimana, sepertinya masih diperbolehkan. Karena ada beberapa teman saya yang berasal dari SMK kesehatan juga. Semangat!

  3. Yashinta

    Kaka kalau BB itu g ngaruh kan

  4. Yashinta

    oh iya kk apakah kalau masuk ilmu keperawatan harus pintar bing?

    • fairuzariza

      Tidak menjadi kewajiban untuk pintar atau ahli dalam bahasa inggris. Namun perlu diketahui sih, mostly sumber sumber yang kami pakai berbahasa inggris, karena kami selalu memakai versi terbaru seperti yang kita tau kalau ilmu kesehatan adalah sesuatu yang long life learning (harus dipelajari secara terus menerus dan berkelanjutan), tentunya update. Dan kami sering mengakses jurnal internasional yang terbarukan untuk sumber, sebetulnya Indonesia ada sih, cuma tidak se-update jurnal yang dikeluarkan dari negara maju, seperti Inggris, USA, dan Australia yang maju sekali dalam bidang kesehatan. Tapi semua bisa dipelajari sambil berjalan kok tenang saja, oh iya sebetulnya kita ga perlu pintar dengan cukup bisa serta percaya diri dalam menggunakan bahasa inggris sudah luar biasa, di samping itu bahasa inggris juga penting karena diharapkan kita juga bisa bekerja di luar negeri atau rumah sakit internasional yang menggunakan bahasa inggris, tentunya bisa menjadi pengalaman kerja dan dapat pendapatan yang lebih.
      Tambah lagi sih, kebetulan jurusanku ingin menuju akreditasi internasional jadi sudah banyak dosen kami yang menggunakan bahasa inggris dalam pemberian materi (walau hanya sekedar PPTnya) dan juga textbook (buku sebagai bahan ajar), sebenernya sudah dari dulu sih ini hehe. Intinya tidak wajib untuk pintar, tapi perlu untuk belajar, yuk kalo adek masih merasa kurang bahasa inggrisnya ditambah porsi dan keinginan untuk belajar bahasa inggris (pasti bisa kok ?). Semangat!

  5. Shinta Katarina

    Kak seumpama tinggi badan nya tidak memenuhi persyaratan atau kurang gitu nah itu pemindahan prodi nya tetep di bidang kesehatan apa prodi yang lain kak misalnya: teknik teknik gitu

  6. Putri ajeng

    Assalamu’alaikum kak berapakah nilai rapot minimum untuk bisa masuk keperawatan?

    • fairuzariza

      Aku kurang tahu sih berapa minimumnya, karena aku sendiri masuk lewat jalur SBMPTN alias tes tulis (saat itu di tahun 2018 belum ada UTBK, jadi SBMPTN adalah sebutan untuk seleksi masuk sekaligus jenis atau proses seleksi masuk itu seperti apa), kalau sekarang kan UTBK dulu baru SBMPTN (alias tes baru memasukkan nilai), kalau saat waktuku dulu SBMPTN itu sekaligus tes dan jenis seleksi masuk PTN. Kalau aku mengulik dari beberapa temanku yang lolos melalui jalur rapot atau yang disebut SNMPTN, intinya kamu harus masuk dalam berapa persen kuota sekolah untuk dapat mendaftarkan diri sebagai peserta SNMPTN, nah untuk masuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik itu kamu harus memaksimalkan usaha untuk mendapatkan nilai bagus saat proses pembelajaran di sekolah, setelah itu nilaimu kalau bisa jangan naik turun, biasanya mereka yang lolos melalui jalur rapot atau SNMPTN nilainya stabil atau dinamis secara perlahan, aku nggak bisa mematok berapa nilai minimum rapot untuk masuk di jurusan Ilmu Keperawatan, yang pasti jika kamu ingin masuk melalui jalur rapot butuh extra-effort. Dan jika kamu dapat mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN jangan lupa untuk tetap belajar baik SBMPTN ataupun Mandiri karena kita nggak tahu rencana Tuhan seperti apa. Semangat ya!

  7. Fingky Aufiya

    kalo berkacamata ( minus / silinder )bisa masuk keperawatan nggak ka??

    • fairuzariza

      Hmm, aku sendiri adalah orang pemilik rabun jauh alias miopi alias mata minus jadi harus pakai kacamata. Jawabannya boleh, tidak usah khawatir, walaupun kamu juga seorang pemilik mata silinder kamu tetap bisa untuk menjadi salah satu mahasiswa Ilmu Keperawatan kok. Kami bukan sekolah militer ya, yang mensyaratkan minimal minus berapa hehe. Tenang aja, dan tetap semangat!

  8. Wati

    lulusan SMK Keperawatan bisa daftar ke S1 Keperawatan Unej nggak mb?

    • fairuzariza

      InsyaAllah bisa. Karena ada beberapa temanku juga yang berasal dari SMK Keperawatan, namun perlu diperhatikan perihal jalur seleksi yang akan dipilih ya. Mungkin Wati bisa melalui jalur SBMPTN (UTBK) atau SBMPTBR (Mandiri), karena memiliki kesempatan yang lebih besar, di sini dimaksudkan karena setiap peserta seleksi dianggap sama atau setara dari manapun jurusan SMA/ SMK/ sederajatnya, berbeda dengan SNMPTN (nilai rapor) yang mungkin lebih selektif, karena tidak hanya nilai rapor saja yang diperhatikan. InsyaAllah Wati tetap bisa mendaftar dan menjadi mahasiswa S1 Keperawatan UNEJ. Semangat ya!
      Oh iya FYI, temanku yang dari SMK Keperawatan itu melalui jalur SBMPTN, jadi tetap semangat ya!

  9. Poppy Candra

    Kak semisal aku kan dri jurusan IPS bisa nga ya ambil jurusan keperawatan di UNEJ?
    Mohon jawaban nya Kaka.

    • fairuzariza

      Jawabannya BISA, nanti Poppy bisa melalui jalur SBMPTN (UTBK) Saintek dan SBMPTBR (Mandiri). Ada teman sekelasku yang berasal dari IPS, jadi tidak mustahil anak IPS untuk masuk Keperawatan, FYI temenku ini melalui SBMPTN. Semangat belajar materi Sainteknya!

  10. Rina Roni Ana

    Oh iya kak mau tanya dong !!!
    1. Kalo ngambil jurusan S1 keperawatan setelah lulus katanya kan ambil profesi ners y kak 1 THN nahh itu wajib kah kak ngambil ners ? Kalo GK ngelanjutin ners emang GK bs kerja di RS ? Apa cukup ada STR aja tanpa ners sudah bs kerja lapangan?
    2. Ada lagi kak yg buat sy masih bingung masih ragu” ada gak pengalaman kakak/ temen yg dikeperawatan kayak awalnya anaknya itu sukeran (jijik) tapi dia itu bersihan cuma jijik bersihinnya nahh apalagi kan perawat harus tegaan itu ada gak anak keperawatan yg msh takut darah tapi karena terbiasa GK takut ?
    Sama sy takutnya ada praktek jenazah … gak Sampek seperti itu y kak pokok berhubungan Sampek ke mencabik” tubuh ??

    Maaf Kaka banyak pertanyaannya sy ingin lebih dalam tahu tentang keperawatan soalnya ?

    • fairuzariza

      1. Terakhir aku dengar informasi dari kakak tingkat, pengambilan Pendidikan Profesi Ners menjadi opsional, boleh iya boleh tidak, dan boleh juga tidak langsung ambil (mungkin istirahat atau nabung dulu, karena akan ada beberapa pengeluaran yang tidak sedikit, kita akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain). Kamu mendapatkan gelar S.Kep. (Sarjana Keperawatan), kamu tetap bisa bekerja dengan kualifikasi S1 atau S1 Keperawatan (karena ada lowongan di luar lingkup RS, klinik, puskemas, seperti perusahaan swasta yang mungkin membutuhkan tenaga kerja S.Kep.). Terkait bisa atau tidak bekerja di RS, aku kalau melihat lowongan kerja RS mereka membuka untuk lulusan D3 atau Ners (jadi bisa dibaca ya di sini, untuk S1 mereka mencari yang sudah Ners). Terkait STR, STR baru didapatkan setelah mengikuti Uji Kompetensi Ners atau Ahli Madya (untuk D3), jadi tidak bisa bekerja kalau tidak ada STR (jika kamu ingin bekerja di lingkup RS, klinik, praktik mandiri ataupun puskesmas).
      2. Hehe, ada kok. Aku sendiri takut jarum suntik yang ukuran besar (makanya sampai sekarang diajak donor darah masih takut huhu). Gapapa kok, lama lama akan terbiasa hehe, lihat foto foto seperi jenis luka atau penampakan penyakit secara fisik lainnya. Aku kuliah 2.5 tahun belum pernah praktik cabik-cabik jenazah hehe (biasanya ini di Kedokteran hehe, tapi aku tanya temenku ga sampai cabik-cabik cuma ngamatin aja wkwk, karena mereka pakai cadaver atau mayat yang udah diawetkan dan berupa body part). Jadi kalau Rina jijik ga usah khawatir ya hehe, akan terlatih kok, dan tenang aja ada bidang di Keperawatan yang tidak terkait dengan pembedahan jika Rina takut darah. Semangat ya!

  11. Ivony Desta

    Kak apakah jurusan IPS bisa masuk keperawatan di UNEJ?

  12. Kharisma R

    Kak nanya nih, aku pengen banget ya jadi anak kesehatan, tapi tinggi badan belum memenuhi kak? aku udah daftar snmptn di ilmu keperawatan unej, kira” ketrima ndak ya
    Semisal lolos (aamiin) tapi tb masih kurang trs gimana kak?

    • fairuzariza

      Wahhh sudah mulai pendaftaran ya. Kharisma boleh langsung DM saya ya melalui akun ini (https://instagram.com/fairuzariza) atau melalui email fairuza.fajaryumna@gmail.com lebih enak kalau ngobrol langsung tentang pertanyaan dek Kharisma ini. Hehe.

  13. Ika adma winanda

    Kak apa lulusan s-1 keperawatan harus lanjut ke profesi ners ?
    Itu gimana kok saya bingung kak

    • fairuzariza

      Tidak harus dek, namun lebih baik untuk melanjutkan Ners. Jika ingin mendapatkan STR, guna STR ini untuk bekerja sebagai perawat ataupun mendirikan praktik mandiri.

  14. friska nuraini

    kaaa,aku serius nanya TB 147 kak tapi pengen bgt masuk keperawatan jember aku juga lagi usaha untuk tambah tinggi badan ka
    Apa bener kalo misalnya ikut snmptn di UNEJ kalo semisalnya lulus(aamiin ya rabb) trus tinggi badan apakah sebagai acuan/mutlak gitu kak?

    • fairuzariza

      Pada Pedoman Akademik Universitas Jember tertulis jika tinggi minimal perempuan 150 cm sementara untuk laki-laki 155 cm. Mungkin adek bisa langsung DM Instagram saya ya (@fairuzariza).

  15. Yulia T.A

    Ka mau tanya,misall jalur sbm prodi fkep tapi kita dari smk listrik kira² ada peluang tdk ya kak?

  16. Ririn

    Ijin bisa tahu gak biaya masuk utk keperawatan…misal uang semester,uang pembangunan dll nya

    • fairuzariza

      Hai Ririn, untuk biaya selama berkuliah di Universitas Jember bisa kamu lihat melalui laman ini ya, https://biayakuliah.net/biaya-kuliah-unej-2013/. Untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN hanya dikenai biaya UKT, untuk jalur mandiri menggunakan SPI.

  17. Adita ananda

    Kak mau tanya berrti kalau jurusan ips itu gak bisa lewat jalur snmptn kak???

    • fairuzariza

      Kurang tau sih, cuma kalau dari teman-temanku yang masuk melalui jalur SNMPTN itu dari jurusan MIPA, namun kabarnya walaupun IPS untuk SNMPTNnya bisa mendaftar, namun mungkin secara peluang lebih banyak untuk MIPA, karena SNMPTN memang mengutamakan ke-linear-an jurusan.

  18. Adita ananda

    Spill cara lolos sbmptn perawat kak aku bingung mau belajar darimana

    • fairuzariza

      Aku dulu Keperawatan itu pilihan kedua di SBMPTN, jadi bukan pilihan pertama. Kalau soal belajar, aku emang udah nyicil dari liburan semester genap kelas 11 SMA. Karena emang tau kalo semisal SBMPTN nih bakal susah, dan aku juga ga berharap sama SNMPTN. Aku SBMPTN 2018, dan sempet baca berita kalo peluang di tahun 2017 untuk lolos itu kurang dari 15%, sementara tahun 2018 kurang dari 20%. Jadi emang udah inisiatif untuk ngejar dari awal. Aku ikut bimbel sama les di pelajaran yang aku merasa harus lebih diasah lagi (Kimia). Selain itu aku juga belajar mandiri, di bimbel lebih meng-highlight di pelajaran Saintek jadi kaya TPA itu agak kurang emang. Nah, emang banyakan ilmu yang aku dapet nih dari aku belajar mandiri, jadi bimbel itu pas aku waktu itu, kaya sekedar penunjang aja, yang ngebantu aku dalam belajar mandiri. Dan lewat bimbel sama les juga, dapet tips dan trik sama beberapa hal yang nggak aku dapet dari belajar mandiri. Di sini aku mau spill aja sih gimana caranya aku belajar mandiri, pertama kamu harus mindset kalau kamu masih kurang dalam belajar (bukan insecure tapi lebih ke tau diri) jadi sebisa mungkin kamu harus belajar sehingga kamu bisa lolos masuk PTN, kedua kamu harus membuat target belajar dari hari Senin-Minggu belajar apa aja, kalo aku Senin-Jum’at emang khusus belajar dan akhir pekan dipakai untuk evaluasi, kamu ngga harus paksain diri kok, kalo capek istirahat boleh banget, ketiga buat jadwal belajar kamu mau belajar dari jam berapa, kapan aja, dan stop belajar jam berapa, kalau aku waktu itu selalu mengatur diri untuk “pantang tidur sebelum jam 22.00 WIB dan bangun jam 03.00 WIB”, emang keliatannya sulit dan melelahkan ya, tapi menurutku itu yang terbaik untuk aku ya ga masalah, keempat aku belajar pake buku yang modelnya resume kaya THE K*NG jadi langsung poin-poin, kelima gunakan teknik belajar podomoro (25 menit belajar, 5 menit istirahat, dan berikan long break 15 menit setelah 4 sesi) itu nggak berat dan nggak maksa diri sendiri, keenam ketika kamu melakukan evaluasi kamu ngga boleh buka kunci, kosongi kalo nggak bisa, dan baru buka kunci setelah waktu ngerjain udah habis, ketujuh cari circle atau grup yang mendukungmu, aku suka banget dulu masuk grup SBMPTN selain dapet soal juga saling support, terakhir yang pasti rajin beribadah, berdoa kepada Tuhan, dan meminta restu kepada orang tua.

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *