Keperawatan, Universitas Sumatera Utara

Ilmu Keperawatan USU (Hans)

Ilmu Keperawatan USU (Hans)

Salam sehat dan bahagia, Intipers! Bagaimana kabarmu? Semoga semuanya sehat dan semangat selalu, ya! Perkenalkan, namaku Hans Ivander Pistar Parlindungan Hutahaean, semua orang memanggilku dengan sebutan Hans. Aku berasal dari jurusan Ilmu Keperawatan di USU atau Universitas Sumatera Utara di Medan, Sumatera Utara. Singkat cerita, Universitas Sumatera Utara adalah PTN pertama di Pulau Sumatera, lho! Aku sebentar lagi akan memasuki masa profesi ners, jadi doakan aku ya. Sebelumnya, aku merupakan angkatan 2016 dari kelas A. Senang berkenalan dengan teman-teman semua! Kali ini, aku ingin berbagi kisahku seputar dunia perkuliahan di Ilmu Keperawatan di USU. Mau dengar ceritaku? Jika ada yang mau ditanyakan, boleh kakak!

Apa aja sih, yang dipelajari di Ilmu Keperawatan USU?

Secara garis besar, Ilmu Keperawatan mempelajari tentang bagaimana kita mampu memberikan pelayanan perawatan kepada setiap pasien dan masyarakat, baik dalam kondisi sehat, beresiko sakit, sakit, hingga menjelang kematiannya, baik secara fisik, psikologi, sosial, dan spiritual. Dalam Ilmu Keperawatan, ada dua skill yang harus kita kuasai, yaitu soft skill dan hard skill. Kedua keterampilan tersebut sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan kepada orang lain. Bukan hanya belajar tentang merawat orang lain saja, kita juga belajar cara berkomunikasi secara terapeutik (sifatnya menyembuhkan), berkolaborasi dengan berbagai tenaga kesehatan, memberikan edukasi kesehatan kepada semua orang, dan memberikan konseling kesehatan.

Ketika sudah menyelesaikan masa pendidikan di Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners (keduanya sepaket), kamu akan mendapatkan gelar Ners (disingkat Ns.) sebagai tanda bahwa kamu sudah menjadi seorang perawat. Profesi perawat tidak hanya bekerja di lingkup klinis saja, tetapi juga di lingkup komunitas dan masyarakat. Seringkali perawat masih dianggap sebagai pembantu dokter/asisten dokter, padahal, profesi perawat adalah profesi yang sejajar dengan tenaga kesehatan lainnya, oleh karena itulah setelah belajar dari ilmu keperawatan, kita akan mampu memberikan edukasi yang lebih baik kepada semua orang dan mampu meluruskan berbagai kekeliruan yang ada. Saat kamu sudah selesai dari Ilmu Keperawatan USU, diharapkan kamu akan menjadi perawat yang care dan profesional dalam melayani semua orang.

Apa aja yang khas dari Ilmu Keperawatan USU?

Yang khas di Ilmu Keperawatan USU adalah mata kuliah yang diajarkan, yaitu Ilmu Caring dan Spiritualitas dalam Keperawatan. Mata kuliah Ilmu Caring adalah mata kuliah yang mempelajari tentang bagaimana seorang perawat memahami berbagai pelopor keperawatan dengan teori-teori caring (peduli) dan mengaplikasikannya dalam pemberian pelayanan keperawatan, sedangkan Spiritualias dalam Keperawatan tentang bagaimana seorang perawat memberikan dan memahami kebutuhan spiritualitas (hubungan diri dengan Tuhan, alam, dan sesamanya) dan hubungannya terhadap kesehatan seseorang. Saat ini, Ilmu Keperawatan USU menerapkan sistem pembelajaran SKS (Satuan Kredit Semester), di mana semua mata kuliah yang diajarkan berbeda setiap harinya dan dipelajari setiap minggunya dalam satu semester tersebut.

Pembelajaran pada tingkat pertama (semester 1 & 2) dimulai dari pengetahuan dasar seputar ilmu dan keterampilan keperawatan disertai dengan mata kuliah umum, tingkat kedua hingga keempat (semester 3 – 8) mempelajari ilmu dan keterampilan keperawatan di lingkup klinis/rumah sakit dan komunitas serta memanajemen keperawatan. Di setiap semester, kamu akan menjumpai beberapa mata kuliah pendukung keterampilan dan pengetahuan keperawatan, seperti Sistem Informasi Keperawatan, Ilmu Caring, Biostatistik, dan lain-lain.
Jargon-nya juga unik, yang menjadikan Fakultas Keperawatan USU memiliki ciri khas, yaitu Ligat Dame, Boleh Kakak!

Apa mata kuliah dan dosen favoritmu di Ilmu Keperawatan USU?

Dari 82 mata kuliah yang sudah kuikuti, ada beberapa mata kuliah yang menjadi favoritku.

Psikososial dan Budaya dalam Keperawatan, mata kuliah ini aku sangat sukai, karena di sana dijelaskan tentang bagaimana perawat (baik sebagai manusia biasa maupun sebagai orang yang merawat pasien) juga mengalami proses berduka dan stres, serta bagaimana kita menghadapi pasien yang berbeda budaya dengan kita. Di sini, aku mendapatkan pengalaman bertemu dengan teman-teman dari universitas yang berbeda saat datang ke Medan, di mana saat itu mereka merasakan cultural shock.

Spiritualitas dalam Keperawatan, mata kuliah yang memberikan pemahaman tentang spiritualitas dalam kehidupan dan bagaimana memberikan kebutuhan yang mendukung spiritualitas pasien.

Keperawatan Komunitas I, II, dan Keluarga, mata kuliah yang membahas tentang bagaimana seorang perawat memberikan layanan keperawatan kepada komunitas dengan berbagai kelompok usia, mulai dari anak hingga lansia, kemudian dalam lingkup keluarga. Jujur saja, aku suka dengan mata kuliah ini karena mata kuliah ini mudah dan menarik. Kebetulan, aku merupakan seksi pendidikan untuk mata kuliah Keperawatan Komunitas II & Keperawatan Keluarga, lho.

Dan yang terakhir…, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang mulai mengajarkanku untuk terampil berbicara di depan orang lain karena seorang perawat dituntut untuk mampu memberikan edukasi kepada orang lain agar masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan  dan mengubah pola hidupnya menjadi lebih baik.

Soal dosen, dosen yang kusuka adalah dosen di Departemen Keperawatan Komunitas, karena mereka asyik dan menyenangkan. Mereka selalu mengajarkan banyak hal tentang dunia kesehatan masyarakat yang membuatku tertarik mendalami ilmu keperawatan komunitas.

Apa saja konsentrasi di Ilmu Keperawatan USU?

Sama seperti ilmu keperawatan pada umumnya, di Ilmu Keperawatan USU semua mahasiswa harus mempelajari semua mata kuliah dari berbagai konsentrasi, antara lain :

1. Departemen Keperawatan Dasar & Medikal Bedah
Mempelajari tentang bagaimana seorang perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk merawat pasien dan memberikan perawatan pada orang dewasa. Di sini, kita juga belajar tentang merawat pasien pada fase gawat darurat, kritis, hingga menjelang akhir kehidupan.

2. Departemen Keperawatan Maternitas & Anak
Mempelajari tentang pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang mencakup kesehatan reproduksi, wanita usia subur, ibu hamil, bayi usia 0 – 28 hari, hingga remaja (baik yang sehat, beresiko, sakit, hingga kritis).

3. Departemen Keperawatan Jiwa & Komunitas
Mempelajari tentang pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang berhubungan dengan kesehatan jiwa (sehat jiwa, psikososial, gangguan jiwa) dan kesehatan di lingkup komunitas (komunitas dari kelompok umur tertentu, kelompok beresiko, dan keluarga).  Khususnya di Keperawatan Jiwa, kita akan sering diajarkan untuk latihan berkomunikasi terapeutik dengan pasien-pasien yang mengalami psikososial dan gangguan jiwa.

Saat semester VII, kamu akan merasakan pendalaman peminatan dari berbagai departemen yang disebutkan di atas, melalui mata kuliah Skripsi I & II. Peminatan yang kamu pilih akan sangat membantu kamu dalam memilih objek penelitian kamu untuk skripsimu kelak.

 

Ini gambar saya saat sedang melaksanakan Praktik Klinik Keperawatan Anak I di salah satu rumah klien.

Tips Untuk Semua Maba Agar Sukses di Ilmu Keprawatan USU

Untuk kamu maba-maba yang sudah lulus di Ilmu Keperawatan USU, aku punya tips kece, nih. Simak baik-baik, yah!

1. Menjalin relasi yang baik dengan orang lain

Dengan cara : saling mendukung, menjaga perasaan satu sama lain, memberikan kesan yang hangat, tak lupa untuk tersenyum, dan saling peduli. Hal ini adalah hal pertama yang kamu lakukan saat bertemu dengan teman-teman barumu nanti. Jangan malu, mulailah dengan ucapan yang hangat dalam membuka perkenalanmu dengan orang baru.

2. Memanajemen waktu dengan baik

Seringkali mahasiswa tidak mampu membagi waktunya dengan baik, sehingga banyak kegiatan yang terbengkalai dan kurangnya waktu untuk beristirahat. Maka, tanamkan dalam hati kecilmu untuk mengatur jadwal kegiatanmu dengan baik, agar kamu terbiasa menjadi sosok yang disiplin dan menghargai waktu.

3. Jangan malu bertanya jika ada yang tak diketahui

Seringkali mahasiswa baru malu bertanya pada senior natau dosen di kampusnya jika ada yang tidak diketahui, sehingga ketidaktahuan dan kesalahan persepsi dan penerimaan informasi yang akan terjadi pada dirinya. Oleh karena itu, jangan malu untuk bertanya. Saat bertanya, gunakanlah bahasa yang sopan.

4. Beretika dalam berkomunikasi

Etika dalam berkomunikasi sangatlah penting bagi mahasiswa baru, karena ini merupakan cerminan kepribadian diri mahasiswa itu. Gunakanlah sapaan yang baik, penyampaian tujuan yang jelas, pemberian pesan dengan kesan sopan dan santun, dan mengakhirinya dengan ucapan terima kasih. Etika berkomunikasi bisa diterapkan secara komunimasi langsung maupun jarak jauh (media sosial dan gadget).

5. Banyak mencari ilmu pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya

Pengetahuan itu tak hanya didapat melalui bangku perkuliahan saja, tapi juga dari buku-buku yang dibaca dari perpus atau buku yang kita beli, internet, e-book, jurnal, dan tayangan yang bermanfaat. Pengalaman bisa kita dapatkan dari mana saja, baik melalui kegiatan organisasi kampus yang kita ikuti, unit aktivitas/kegiatan mahasiswa, kepanitiaan/volunteer, berbagai perlombaan yang diselenggarakan kampus, membantu orang lain, dan sebagainya. Mengikuti seminar dan pelatihan keperawatan juga, lumayan, buat nambah nilai SKP (Satuan Kredit Profesi) untuk perpanjang STR nanti, hehehehehe… 🙂

6. Jangan menyerah, terus mencoba yang terbaik

Saat kamu nanti mengikuti kompetisi, teruslah belajar dari kesalahan dan kegagalanmu. Kekalahanmu jangan membuat kamu jadi patah semangat, bersedih, dan ingin menyerah (merasa ini adalah akhir dari segalanya), sehingga tak ingin  mencoba lagi. Teruslah belajar dari orang-orang hebat di sekitarmu dan berlatih dengan giat.

Prospek Kerja Sebagai Lulusan Ners USU

Saat ini, banyak lulusan Ners USU yang bekerja di berbagai rumah sakit (swasta, luar negeri, umum, dan daerah), instansi pemerintahan (contoh : BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan), menjadi kepala puskesmas,  dan masih banyak lagi yang lainnya. Banyak juga alumni dari Ilmu Keperawatan USU yang mengambil studi S2 dan kini menjadi dosen-dosen di universitas/akademi keperawatan tertentu, terutama di Fakultas Keperawatan USU.

Untuk perawat-perawat yang bekerja di rumah sakit, terutama di RS. USU, kebanyakan lulusan Ners adalah alumni dari Ilmu Keperawatan USU, lho! Wah, keren yah! Eitsss….., untuk mendapatkan gelar perawat yang berkompeten, kamu harus melewati ujian kompetensi dulu, dong! Setelah kamu lulus, kamu akan mendapatkan STR sebagai tanda bahwa kamu adalah sah seorang perawat yang sesungguhnya.

Harapan dan Rencana Setelah Lulus

Saat ini aku sudah lulus sarjana dan sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke tahap profesi Ners. So…, doakan yang terbaik, yah. Ke depannya, aku akan bekerja sebagai perawat (di puskesmas boleh, di rumah sakitpun boleh). Jika Tuhan mengizinkan, aku mau mendalami ilmu keperawatan komunitas-ku di S2 nanti. Entah di mana aku akan berkuliah, doakan yang tyerbaik agar dapat beasiswa lagi, ya! Aku ingin jadi seorang perawat yang peduli pada kesehatan remaja, karena remaja juga perlu diberikan dukungan kesehatan baik secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritualnya. Atau, perawat sekolahpun, boleh. Aku suka saja menjadi perawat yang peduli dengan kesehatan anak sekolah (SD/SMP/SMA).

Bagaimana ceritaku? Apakah menarik dan berkesan bagi kalian?
Semoga ceritaku ini menjadi inspirasi bagi kalian, para pejuang keras Ilmu Keperawatan di USU. Aku berharap, kamulah salah satu orang yang akan mengukir kisah manis di Ilmu Keperawatan USU dan menjadi The Next Future Nurse Generation yang sesungguhnya. Aku tunggu kabar gembiramu, ya!
Terima kasih semuanya, dan tetaplah bahagia!

Kode konten: X445

Komen dibawah! 20

  1. M. Romi Syahputra

    Bang saya mau tanya lebih baik ngambil jurusan keperawatan S1 atau D3 bang ,dan profesi NErs. So itu apa bang apakah sejenis lanjutan kuliah S2 atau bagaimana ,dan saya juga minta motivasinya bang saya mau ngambil jurusan keperawatan USU di tahun 2021 ini bang dan saya meminta tanggapan dari orang irang terdekat saya banyak yang beranggapan bahwa jurusan ilmu keperawatan itu gajinya kecil ,susah cari kerjaan , dan lain lain lah bang ,jadi bagai mana tanggapan abang sebagai anak Fakultas Ilmu keperawatan USU

    • HIPPH1998

      Halo, Bang Romi. Izin menjawab, ya Bang.
      1. Untuk menentukan pilihan lebih memilih mengambil S1 atau D3 Keperawatan, kembali ke pribadi Abang kembali. Jika Abang penyuka tantangan dan lebih banyak melakukan praktik dibanding teori + ingin kuliah dalam waktu yang singkat (hanya 3 tahun), pilihlah jurusan D3. Jika Abang lebih suka berkecimpung dalam ilmu ilmiah disertai dengan praktik keperawatan (ingin lebih banyak tahu dasar ilmu dalam melakukan tindakan keperawatan), pilihlah jurusan S1 + Ners, tetapi kuliahnya jauh lebih lama, yaitu 5 tahun.
      2. Profesi Ners bukanlah sejenis untuk lanjut ke S2, tetapi lebih kepada gelar profesi, yaitu gelar sebuah profesi perawat, artinya jika kita sudah bergelar Ners (Ns.), maka kita sudah sama derajatnya dengan seorang dr. (dokter umum). Untuk melanjutkan S2 di bidang Ilmu Keperawatan, setidaknya kita harus punya pengalaman bekerja di rumah sakit atau bidang klinis (yang pastinya bertemu dan merawat pasien), minimal 1 – 2 tahunlah, disertai dengan kemampuan yang baik dalam tes TOEFL.
      3. Wah, Abang mau ngambil S1 Ilmu Keperawatan di tahun 2021? Saya doakan, semoga sukses, berhasil, dan dapat tiket bangku perkuliahannya, ya! Motivasi saya untuk Abang sebelum masuk Ilmu Keperawatan, Abang harus yakinkan diri Abang bahwa Abang ingin merawat orang lainn, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan dan kenyamanan setiap orang, mau terbuka dengan siapa saja, hangat, dan punya prinsip siap, cepat, dan tanggap. Kemudian, namanya menjadi perawat memang gajinya kecil, tapi saya yakin semua pasti bisa, jika kita berusaha. Gaji kecil di sini karena kita melihat UMR di daerah tersebut. Kalo kerjanya di luar negeri, pasti dapat uang yang lebih banyak, karena perawat di luar negeri sangat dihargai. Yakinkan orang tua Abang, bahwa menjadi perawat adalah pekerjaan yang mulia. Mungkin gajinya kecil atau tidak seberapa, tapi dengan kesungguhan, komitmen yang tinggi, dan kepedulian kita terhadap pasien dan keluarga pasien, itulah letak nilai plusnya dari perawat. Selain itu, jika orang lain puas dengan layanan yang kita berikan atau kebaikan yang telah kita lakukan, percayalah, niscaya Tuhan akan balaskan berkali-kali lipat lebih banyak dari yang kita pikirkan. Jadi, teruslah berusaha berikan yang terbaik, ya.

      Bagaimana, Bang? Apakah jawabannya sangat memuaskan?

  2. Agung Siswandi

    Assalamualaikum bang. Saya mau tanya apakah bisa untuk mendaftar ners di USU untuk tahun 2021 itu dari PTS lain selain USU bang. Contoh nya saya dari STIKES Alifah padang mau mau melanjutkan profesi Ners di USU bisa bang untuk tahun 2021.

    • HIPPH1998

      Malam, Bang. Sejauh ini, belum ada Bang. Dari tahun ke tahun, yang bisa lanjut ke profesi Ners di USU setahu saya masih dari kampus yang sama saat kuliah sarjana. Misal : Jika Abang kuliah di USU saat sarjana, maka profesinya juga lanjut di USU.

  3. Lopian Ferbriani

    Halo kk😊
    saya kan mau ambil jurusan ilmu keperawatan kan kk jadi kk pertayaan saya apa perbedaan jurusan ilmu keperawatan kalo ambil di univ seperti USU dengan Politeknik seperti POLTEKKES?
    Mohon responnya ya kk

    • HIPPH1998

      Halo, Kak. Izin menjawab, ya.
      Ilmu Keperawatan lebih banyak ilmu teorinya dibanding dengan praktik. (60 % Teori : 40 % Praktik)
      Yang setara dengan S1 Ilmu Keperawatan adalah D4 Keperawatan. Kalo D4 Keperawatan, lebih banyak terjun ke lapangan dibandingkan dengan ilmu teorinya. (60 % Praktik : 40 % Teori).
      Namun, persamaannya, saat selesai, akan menyandang gelar Sarjana dan harus melanjutkan profesi Ners.
      Kalo di USU, Ilmu Keperawatan di sini memang lebih banyak membahas teori, namun tidak menutup kemungkinan ada turun ke lapangan untuk praktik klinik, namun tidak sesering di Poltekkes, Kak.

    • HIPPH1998

      Kalo kakak mau tamat lebih cepat, suka langsung terjun ke lapangan, dan bisa langsung kerja setelah lulus UKOM dan mendapatkan STR, silahkan kakak ambil D3 Keperawatan. Namun jika kakak suka berkecimpung di dunia keilmuan keperawatan secara general, kakak silahkan ambil S1, namun kuliahnya akan sedikit lebih lama dari D3, karena harus nyambung profesi Ners (sebagai syarat bahwa kakak nanti ingin jadi perawat Ners.

    • HIPPH1998

      Jika ingin lebih tahu soal bedanya S1 dan D4, berikut saya arahkan Kakak ke IGnya untuk lebih tahu infografisnya. Pasti Kakak akan memahaminya.

      https://www.instagram.com/p/CKnzVc_FKhl/?igshid=1vgbykwueyma1

  4. Wana.

    Siang, Kak. Saya jg ada niatan buat lanjut ilmu keperawatan thn ini. Saya udah baca semua artikel + sesi komentar, salah satu poin yg saya baca itu S1 ilkep + profesi ners di usu sm dgn D4 ilkep di poltekkes. Saya mau tanya apa D4 (dan diploma) yg di poltekkes itu sudah termasuk profesi jg kah, Kak, atau tidak?

    • HIPPH1998

      Halo, Kak. Beda ya, Kak. S1 + Ns. di USU dengan D4 + Ns. di Poltekkes biasa. Kalo di PTN/PTS/PTNK/PTSK (termasuk USU), lebih kepada 60% teori : 40%praktik. Kalo di Poltekkes, lebih kepada 60%praktik : 40% teori.

      D4 Keperawatan juga termasuk profesi Ns.nya.

  5. Desti Nababan

    Hai, Kak. Artikel Kakak BAGUS BANGET!!! Oh iya, tahun ini aku akan lulus dan mau lanjut kuliah. Sejujurnya aku sama sekali tidak ada niatan untuk terjun ke dunia kesehatan. Tapi aku lebih pengen masuk ke dunia teknik (karna suka hitung2, hehehe). Sayangnya orang tuaku kepengennn banget agar aku jadi perawat. Berdasarkan stereotip org2 yg bilang kalo perawat itu bergaji kecil dan hanya jadi pembantu dokter, aku jadi merasa minder. Karena aku anak penurut, jadi aku iya in aja permintaan ortu hehehe. Tolong beri solusi dong kak, agar aku ngga minder lagi dan ilmu hitung2ku juga ngga sirna begitu saja. Terimakasih, Kak.

    • HIPPH1998

      Halo, Kak. Dari karakter Kakak yang merupakan seorang anak yang penurut, Kakak bisa juga memberikan penjelasan kenapa Kakak lebih suka memilih teknik kepada orang tua. Saya yakin, orang tua pasti memahami Kakak, apalagi jika Kakak punya tekad yang kuat untuk mempertanggungjawabkan pilihan Kakak. Oh ya, Kak. Orang tua Kakak berharap ada setidaknya dari anak-anaknya yang sukses di bidang Ilmu Kesehatan (terutama yang bekerja di rumah sakit atau layanan kesehatan sebagai pemberi layanan medikal), itu karena mereka ingin kelak jika mereka sakit atau beresiko sakit, salah satu di antara anak-anaknya atau anak tersebut dapat merawat orang tuanya hingga sembuh dengan keilmuan yang saat ini sudah ia miliki.
      Keberuntungan kita saat menjadi anak Ilmu Kesehatan adalah bisa siap dipakai untuk merawat anggota keluarga sendiri di kala mereka sedang sakit, khususnya di bidang Ilmu Keperawatan ini.

    • HIPPH1998

      Pertama, terkait stigma bahwa seorang perawat adalah pembantu dokter, itu salah. Sejatinya, perawat adalah mitranya dokter, artinya kami perawat sama dan sejajar dengan dokter, perawat dan dokter sama-sama menamatkan S1, sama-sama menjalankan masa keprofesian masing-masing, sama-sama keluar sebagai seorang tenaga kesehatan generalis (Ners generalis dan dokter umum), sama-sama merawat pasien sampai sembuh bersamaan dengan rekan sejawat kesehatan yang lain.
      Kedua, memang nyatanya, gaji perawat di Indonesia rata-rata kecil. Tapi, berkat semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, maka semakin tinggilah kualitas perawat, dan semakin mahallah biaya perawatannya. Mengapa? Karena perawat-perawat di Indonesia banyak sekarang yang membuka usaha di bidang Ilmu Keperawatan, contohnya adalah usaha perawatan luka stoma, luka diabetes, dan luka lainnya. Apalagi, jika perawat-perawat tersebut tidak ingin ilmunya tidak hanya sebatas yang generalis saja, melainkan yang lebih lagi. Mereka ambil banyak pelatihan dan akhirnya sukses jadi perawat-perawat bersertifikat, alhasil, mereka gajinya lebih besar dari yang perawat biasa-biasa saja. Sebenarnya, letak kenikmatan menjadi perawat bukan di gajinya, Kak, tapi bagaimana kita memberikan pelayanan yang sangat memuaskan kepada pasien dan keluarga pasien, hingga mereka tentu mengingat jasa-jasa baik kita dan mendoakan kita yang terbaik. Mungkin, gaji kita kecil, tapi biarlah Tuhan yang membalas kebaikan kita dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keselamatan hidup nyawa banyak orang, dengan balasan yang berkali-kali lipat lebih banyak. Asalkan, kita sendiri mau memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang akan kita terima nantinya. Kurang pengetahuan, bahayalah nantinya, Kak, baik di waktu sekarang atau di masa depan nanti.
      Ketiga, kenyataannya, hanya sedikit mata kuliah yang menerapkan bidang perhitungan, biasanya perhitungan di Ilmu Keperawatan berfungsi untuk membantu menentukan jumlah-jumlah yang harus dipastikan oleh seorang perawat, misalnya berapa beban kerja perawat per hari dan per minggu di ruang rawat tertentu, jumlah perawat yang bertugas dalam sebuah ruangan, jumlah tetesan infus pada pasien yang dirawat, dan lain-lain. Perhitungan tersebut ada dalam kandungan ilmu teori keperawatan, yaitu 90% uraian teori : 10% perhitungan. Kita sebenarnya di sini lebih ke bagaimana kita memberikan layanan praktik kepada pasien kita dengan hati-hati, Kak. Sebaiknya, jika Kakak penasaran banget, bagaimana sih menjadi perawat itu, Kakak bisa baca banyak artikel di internet, semoga bisa membantu membuka wawasan pengetahuan Kakak, sehingga Kakak tahu passion Kakak sebenarnya, tidak salah memilih jurusan, dan orang tua Kakak akan percaya, bahwa Kakak memilih yang tepat dengan passion Kakak.

    • HIPPH1998

      Kunci utamanya adalah banyak membaca dan mencari tahu, agar kelak Kakak dapat memantapkan diri bahwa apa yang ingin Kakak pilih adalah sesuai dengan kapasitas yang Kakak miliki dan passion Kakak.

    • Desti Nababan

      MAKASIH BANYAK YA, KAKKK… GBU.

  6. Chatryn Joice Elisabet Panjaitan

    Hallo kak..

    Saya ingin bertanya, jika mengambil D3 ilmu keperawatan apakah setelah tamat D3 bisa menggambil S1 ilmu keperawatan nya kembali kak??

    Mohon dijawab yah kak..
    Terimakasih 🙏🏻

    • HIPPH1998

      Izin mengklarifikasi ya, Kak. Ilmu Keperawatan tidak ada D3 ya, Kak. Umumnya hanya S1. Ilmu Keperawatan itu sejatinya lebih kepada teori-teori keperawatan dan pengaplikasian teori dalam tindakan keperawatan. Kalo D3, lebih kepada kayak sekolah vokasinya keperawatan, Kak. Kalo Kakak suka tantangan, ingin cepat tamat kuliah, bisa langsung praktik di RS, dan bisa langsung kerja, mbil jurusan D3 Keperawatan. Sayangnya, di USU (Medan), tidak dibuka lagi D3 Keperawatan sejak 2015, Kak. Mau tak mau, kalo mau kuliah di USU (khususnya di Keperawatan), ya ambil S1-lah Kak. Kalo pada umumnya, seseorang yang sudah selesai D3, bisa lanjut S1. Ambil lagi kuliah S1 Ilmu Keperawatan Ekstensi atau S1 Ilmu Keperawatan alih jalur (yang pendaftarnya berasal dari D3 Keperawatan), biasanya di beberapa PTN masih menyediakan program studi jalur ini, Kak. Kakak menghabiskan waktu sekitar 1,5 tahun untuk ambil kembali S.Kep. jika kakak dulunya kuliah dulu di D3.

    • HIPPH1998

      Sebutan sekolah untuk Keperawatan di tingkat D3 adalah D3 Keperawatan ya, Kak. Bukan D3 Ilmu Keperawatan.

  7. Tanwinna Shafhany

    Pagi kak. Kak saya mau bertanya kak. Kemarin di tahun 2016 kk masuk fakultas ilmu keperawatan di USU nilai rata rata rapotnya berapa kak?? Karena insyaallah saya daftar SNMPTN jurusan ilmu keperawatan juga kak. Cita cita saya memang ingin sekali menjadi seorang perawat kak. Nah saya minta info nilai rata ratanya dong kak untuk pendaftar calon 2021 ininkak. Terimakasih kak…

    • HIPPH1998

      Saya dulunya memilih jurusan/program studi S1 Ilmu Keperawatan dari jalur SBMPTN, Kak. Untuk rata-rata nilai rapor jika masuk S1 Ilmu Keperawatan di USU, itu hanya pihak LTMPT dan pihak kampus yang tahu, Kak. Dirahasiakan. Saya juga dulu pernah di posisi Kakak, berkesempatan mencoba daftar melalui jalur SNMPTN, tapi kayaknya Tuhan berkata lain. Bukan dari jalur itu saya dipilih, Kak. Nah,
      Saya kalo soal ini, kurang tahu juga, Kak. Kakak coba saja dulu masukkan nilai rapor Kakak yang kakak punya saat ini untuk mendaftar di jalur SNMPTN. Bagaimana hasilnya, kita serahkan sama LTMPT dan Tuhan saja ya,Kak. Seandainya, Tuhan tidak mengizinkan Kakak menang dari jalur SNMPTN, Kakak jangan pernah menyerah. Bisa daftar dari jalur SBMPTN atau SMM USU 2021. So, never give up, keep fighting, and let God do the rest!
      Oh ya, saya senang jika Kakak bercita-cita menjadi seorang perawat. Tetap semangat ya, Kak. Tetap tumbuhkan jiwa peduli, saling menyayangi dan mencintai sesama, dan saling menolong orang lain, seandainya Kakak terpilih menjadi mahasiswa Ilmu Keperawatan USU/PTN/PTS manapun, atau jika nantinya Kakak tidak terpilih di jurusan tersebut (keberuntungan di jurusan yang lain).
      Kalo Kakak terpilih nanti, harus berusaha terus ya, Kak. Jangan pernah menyerah dan jadilah penerus generasi perawat yang holistic caring dan profesional.

      I believe that you can do it! Cahyo caring!

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *