Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana (Katarina)

Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana (Katarina)

Halo! Jika tak kenal maka tak sayang, apakah perkenalan menjadi jaminan bahwa rasa sayang akan mengakar dan mengekal? Ya, semoga!
Tentu pertemuan sederhana lewat tulisan ini tak akan lengkap tanpa perkenalan. Nama saya Katarina Emanuela Istiari Lamablawa. Panjang bukan? Cukup sapa saya dengan nama Catherine. Saya mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur angkatan 2016. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat saya balas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok, pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana?

Banyak yang bertanya kepada saya mengapa harus memilih Ilmu Komunikasi? Toh bukankah tanpa mempelajarinya secara khusus pun, komunikasi akan tetap dilakoni manusia dalam hidup sehari-hari. Nyatanya Ilmu Komunikasi yang dimaksudkan tak sesederhana yang rutin kita lakukan. Cakupan Ilmu Komunikasi sangatlah luas, baik komunikasi verbal alias komunikasi dengan menggunakan bahasa lisan maupun komunikasi non-verbal yang menggunakan bahasa isyarat sampai ke jenis komunikasi lainnya semisal komunikasi intrapribadi, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi massa. Umumnya, mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Komunikasi sering dicap cerewet, serba bawel, hiperaktif dan susah diam. Ya, begitulah kira-kira bagaimana orang-orang kerap melabeli kami. Tidak salah sih, walau pun tidak sepenuhnya benar. Kami tahu kapan harus berbicara, dan kapan harus menjadi pendengar dan memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk juga berbicara.

Saya tidak menyangkal bahwa kecakapan berbicara mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Komunikasi pada umumnya memang bagus. Bagaimana tidak, setiap mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan retorika yang mumpuni. Retorika sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah seni untuk berbicara di depan umum. Jadi retorika adalah saudara kembar public speaking. Sama-sama jago berbicara di hadapan banyak orang. Meski pun tidak menjadi mata kuliah khusus, tetapi pada setiap pembelajaran di kelas, mahasiswa dan mahasiswi digembleng sedemikian rupa agar tidak menjadi kaku dalam menyampaikan pendapat kepada khalayak.

Slide3
Proses perkuliahan

Ilmu Komunikasi mempelajari banyak aspek yang terkait dengan bidang komunikasi. Misalnya psikologi komunikasi, sosiologi komunikasi, psikologi sosial, komunikasi pembangunan, komunikasi politik, dan filsafat komunikasi. Selain pemberian tugas berupa pembuatan makalah atau presentasi, kita mendapatkan tugas dalam bentuk pengerjaan film pendek, presentasi promosi produk atau jasa, produksi program berita, kampanye sosial melalui media sosial, pelaksanaan event talkshow, hingga drama yang mengangkat penerapan teori-teori komunikasi dalam keseharian hidup masyarakat. Tidak hanya dijejali tugas, kadangkala kami disuguhkan dengan kegiatan yang tak kalah menyenangkan, antara lain visitasi ke kantor surat kabar, hotel, atau pun korporasi.

Konsertrasi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana

Di Undana, program studi Ilmu Komunikasi memiliki tiga konsentrasi. Konsentrasi ini ditekuni mahasiswa pada semester lima, yakni Jurnalistik, Public Relation (Humas) dan Komunikasi Antar Budaya. Sesuai namanya, konsentrasi jurnalistik fokus pada aktivitas jurnalisme dan media. Baik media cetak, media elektronik, media sosial sampai media daring. Konsentrasi Public Relation (Humas) mencakup ruang kehumasan yang menjadi jembatan antara suatu lembaga, instansi, atau perusahaan dengan pihak lain. baik intra maupun ekstra badan tersebut.

Konsentrasi Komunikasi Antar Budaya menjadi satu-satunya konsentrasi untuk jenjang pendidikan Strata 1 (S1) di Indonesia. Pertimbangan bahwa setiap orang dengan latar belakang budaya yang berbeda turut mempengaruhi warna komunikasinya menjadi dasar adanya konsentrasi ini. Ketiga konsentrasi tersebut telah bekerja sama dengan pelbagai pihak ekstra kampus seperti media massa, lembaga pemerintahan, dan lembaga swadaya masyarakat sebagai partner tempat mahasiswa dan mahasiswi bisa melakukan magang atau praktek kerja lapangan selama kurun waktu tertentu.

Kegiatan di Luar Akademik

Di samping itu, Program Studi Ilmu Komunikasi juga tidak ketinggalan mengasah softskill para peserta didiknya dengan membuka sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) antara lain UKM Penulisan, UKM Fotografi, UKM Audio Visual, dan UKM Kesenian. Sementara seluruh lapisan mahasiswa berada di bawah payung HIMAPRO (Himpunan Mahasiswa Program Studi) yang aktif mengorganisir pelbagai kegiatan yang kreatif dan inovatif. Salah satunya ialah Jikom Fest yang merupakan program tahunan dan menjadi momentum bagi para mahasiswa dan mahasiswi untuk unjuk gigi dalam bentuk panggung pementasan bakat dan talenta mahasiswa dan mahasiswinya. Di situ, kami bebas menjadi apa saja yang kami mau. Model, penyanyi, aktor, atau komika. Jadi kemahiran dalam dunia akademik mahasiswa dan mahasiswi Ilmu Komunikasi juga dibarengi dengan prestasi non akademik.

Tips untuk maba di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana

Kuliah di Program Studi atau Jurusan Ilmu Komunikasi memang tidaklah mudah. Kedisiplinan adalah kunci utama yang harus terus menjadi pegangan. Ketelatenan untuk menghadapi deadline dalam bentuk apapun menjadi semacam latihan bagi mahasiswa dan mahasiswi sebagai bekal untuk menghadapi masyarakat kerja yang sesungguhnya kelak. Harus punya mental dan jiwa yang tahan banting.

Sebagai lulusan Ilmu Komunikasi, para alumni lazimnya bekerja pada sektor-sektor yang juga bertalian erat dengan bidang tersebut. Ada yang menjadi penyiar radio maupun televisi, jurnalis, protokoler pemerintahan, aktivis kemanusiaan, hingga penulis. Ada juga yang menjadi konsultan kehumasan, praktisi atau trainer public speaking, fotografer, editor, pembawa acara (MC), dan staf kehumasan di lembaga swasta maupun pemerintahan.

Terdengar menyenangkan bukan? Siapa pun yang pernah mendiami gedung program studi ini pasti punya impian untuk tiada henti menjatuhkan hati kepada Ilmu Komunikasi dengan terus menerus mengejarnya. Demikian pula saya. Keinginan untuk menjadi seorang jurnalis internasional suatu saat nanti tak menyusutkan kepala saya atau mengerutkan dada saya. Belajar tanpa kenal titik. Semua tanda tidaklah menjadi tanda akhir untuk tetap menuntut ilmu sampai jauh dan dalam. Jatuh kepada dan bersama Ilmu Komunikasi semoga mengantarkan semua impian yang menyala di dalam diri saya untuk tidak pernah mengenal padam.

Kode Konten: X172

Komen dibawah! 7

  1. ranisetyahadikarno

    Sangat bermanfaat sekali kak😊

  2. Jeng Amtiran

    Ka saya ingin skali masuk jurusan ilmu komunikasi,tapi apa bisa,dengan org yg sedikit pendiam seperti saya?

  3. Yuni kleruk

    Kak sy pengen sekali masuk jurusan ilkom tapi orangtua selalu nanya peluang krja untuk ilkom di daerah kita(maumere-kupang) memang bnyk yg cari?

  4. Beny faofeto

    Ka..Kira” untuk menjadi seorang jurnalis…itu harus kah dari Iulusan Ilmu komunikasi atau bisa dari lulusan Ilmu yang lain
    Dan kira” lulusan Ilmu kumputer bisa tida menjadi seorang jurnalis.

  5. Elisabeth Ivanty

    Kira2 sulit tidak di ilmu komunikasi kk?
    Kita bisa belajar bahasa inggris tdak kk?
    Di tunggu jawabanya kk🙏

  6. Audin Lukman

    Ijin bertanya kak
    Apa ada program study sosiologi,psikologi dan ilmu komunikasi untuk s2 di undana kak?

  7. Rini Lumen

    Hallo kak, apakah alumi undana untuk ikom punya peluang kerja yg luas di daerah NTT??
    peluang kerjanya di mana saja kak?
    Di tunggu jawabanya kak 🙏🙏

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *