Kebidanan, Universitas Airlangga

Kebidanan Universitas Airlangga (Septiana)

Kebidanan Universitas Airlangga (Septiana)

Halo sobat intipers! Aku Septiana Larosha dari Kebidanan Universitas Airlangga angkatan 2020. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Lanjut bacanya ya intipers. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Secara umum, jurusan Kebidanan Universitas Airlangga seperti apa?

Membahas tentang life cycle wanita, adari produksi, hamil samai bainya hamil lagi, reprosuksi itu ga pernah mati, meskipun menopuse tetep aja banyak hal dari reproduksi. Ada dari ilmu kedokteran, kesmas, perawat, ilmu budaya, perilaku, sampai ke manajemen nya juga. Banyak yang kita kuasain, kita harus tau fisik maupun psikis wanita. Belajar dari cara memeriksa kehamilan sampai bersalin supaya ibu dan bayi dalam kandungan aman, harus memantau organ reproduksi, pemulihannya, memantau tumbuh kembang bayi dan balita, asuhan bayi dan balita, ilmu pemberdayaan wanita, keluarga berencana, dan ada juga program lansia.

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini 

Apa yang jadi alasan masuk jurusan Kebidanan Universitas Airlangga?

Aku dulu masih awam cocok jurusan dan pengennya apa, aku ikut SNMPTN dan ikut SBMPTN, alhamdulillah lolos di SBMPTN, aku ngambill lagi mandiri di Poltekes aku ngambil kebidanan, pemikiran jaman dulu langsung ke kerja kan ya, bakalan menghasilkan banyak ga nih nanti, kebetulan tante aku anak kesehatan bidan, jadi aku ambil yang mandiri di Poltekes, ibaratnya kecebur, tapi aku juga berpikir apa benefit buat aku bukan cuma masalah uang, aku liat dari tante, ranah kebidanan luas banget, dulu tahunya sebatas kehamilan aja, ternyata kita itu merawat wanita, banyak temen yang konsul masalah menstruasi, terus profesinya ga pernah mati, selalu ada yang membutuhkan kita, kalo kita udah pensiun, masih ada klien yang percaya sama kita.

Slide5

Apa mata kuliah dan tugas yang khas dari jurusan ini?

Mata kuliah pas semseter awal ada bahasa inggris, asuhan kebidanan yang banyak banget cakupannya, pranikah menyiapkan keluarga, antenatalken tentang kehamilan, persalinan, posnatal masa nifas sampai menyusui, asuhan balita, KB, gitu-gitu sih teorinya, kita banyak prakteknya, kita punya PKNKes kaya KKN terjun ke masyarakat ngembangin program sama jurusan kita, selain memberikan program kita berusaha mengobati atau memberikan perawatan, sering juga magang di rumah sakit, puskesmas, laporannya banyak. Kami sangat dianjurkan ikut jadi asisten bidan, kita kerja di klinik bidan yang sudah profesional, jadi kita menimba ilmu dan skill kita lagi.

Adakah konsentrasi atau kelompok keahlian di jurusan ini?

Pelajaran sebelum nikah, kehamilan, sampai lansianya. Kalo kebidanan ga ada spesialis atau konsentrasi.

Apa jalur masuk yang ada di jurusan kamu?

SNMPTN, SBMPTN, mandiri, bina lingkungan anak-anak surabaya ada keringan untuk masuk di UNAIR, kebidanan masuk di Fakultas Kedokteran jadi susah gitu buat masuknya, aku aja nyoba 2 kali di UNAIR, saingannya banyak, daya tampungnya cuma 50 dari 2000-3000, alhamdulillah di tahun 2020 aku lulus. Jalur masuk di akses di ppmb.unair.ic.id atau cek di ignya.

Ada tips buat mahasiswa baru Kebidanan Universitas Airlangga?

Pertama kuat mental, karena harus tahan banting, banyak situasi yang ga bisa kita handle, bukan ranah kita, tapi udah tanggung jawab kita harus kita handle, misalnya ibu hamil tekanan darahnya naik, itukan ranah keperawatan dan kedokteran, kita harus tau mengurangi resikonya, kita ga tau permintaan pasien apalagi dari keluarganya, harus siap begadang, kita ga tau ibu melahirkan kapan, kita ada dinas di rumah sakit, ada shift malam, dan perlu begadang banget.

Kuliah kebidanan emang berat, karena kita tuh lebih praktik dari pada teori. Kita mempraktikan dari teori yang sudah dipelajari. Kita harus semangat, karena tugas kita mulia banget, 1000 kelahiran pertama sangat menentukan. Kalo kalian jadi maba atau camaba dan diajak sama bidan untuk ikut melahirkan pertama banget, jangan lupa bawa kayu putih atau apapun, karena darahnya ngalir banget. Kita harus observasi darah itu juga, ada yang pernah sampai pingsan. Kkarena praktek banyak, langsung kerjain laporan, karena setiap satu pasien pasti harus ada lapora. Kalo deadline nanti meledak, apalagi kalo mau lulus, numpuk banget sama skripsinya juga.

Bagaimana prospek kerja dari alumni jurusan ini?

Jadi bidan, tapi tergantung kalian. Kalo kita jadi bidan ga tergantung sama fasilitas kesehatan, kita bisa di fasilitas kesehatan rumah sakit, puskesmas, sekarang bidan banyak di butuhin dari kota dan desa, banyak juga opsi ibu hamil di rawatnya sama bidan, pertama karena bidan banyaknya cewe dan kita punya program mengayomi kesehatan wanita, kita juga bisa mandiri buka klinik sendiri.

Setelah lulus ada ujian lagi, namanya ujian kompetensi, setelah lulus ujian dapet sertifikat kompetensi, abis itu kita harus bikin STR (Surat Tanda Registrasi) baru kita bisa apply kerja kemanapun, kalo mau buka klinik sendiri, kita harus punya SIPB (Surat Izin Praktik Bidan). Alurnya emang panjang banget supaya bidan ini kompeten untuk buka praktik sendiri, seleksinya dari data kita kuliah dan kita udah ngapain aja. Enaknya layanan mandiri itu, masalah kuangan besar, kaya konseling, hypnobirthing, baby spa, baby gym dan banyak lagi. Prospek kerjanya bidan banyak banget. Sekarang aku jadi konselor, banyak yang kursus ke aku dan lumayan banget.

Lihat vlog dari ratusan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Apa rencana dan harapan kamu setelah lulus?

Banyak banget jatuh bangun, beneran bidan atau ga, tapi setelah lanjut S1 aku merasa bidan pekerjaan yang mulia, merawat kaumnya sendiri, planning aku pengen lanjut S2 di UGM kalo dapet beasiswa, selain itu aku pengen ngembangin klinik sendiri, sekarang aku juga udah buka konseling dan perawatan dari rumah ke rumah, aku ga berpikiran buat bergantung sama CPNS tapi emang pengen bikin buka usaha sendiri, bidan bisa kolaborasi sama dokter SPOG, analis kesehatan, dokter gigi.

Kode konten: C354

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *