Kedokteran Gigi, Universitas Andalas

Kedokteran Gigi Universitas Andalas (Kerin)

Kedokteran Gigi Universitas Andalas (Kerin)

Hallo, Intipers! Kenalin nama aku Kerin Irawan bisa dipanggil Kerin, sekarang kuliah di Universitas Andalas Fakultas Kedokteran Gigi jurusan Pendidikan dokter gigi angkatan 2017, yap, memasuki tahun akhir perkuliahan, makanya aku pengen banget berbagi pengalaman selama kurang lebih 3 tahun kuliah, sama Intipers, nih. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat aku balas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok, pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Apa sih yang di pelajari mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi ?

Aku yakin kalian udah gak asing lagi sama jurusan ini, pendidikan dokter gigi atau kedokteran gigi (sama aja ya), seperti namanya jurusan ini mendidik mahasiswanya untuk menjadi dokter gigi. Eits, tapi bukan cuma untuk jadi dokter gigi, banyak prospek kerja lainnya juga, bakal aku jelasin dipart selanjutnya ya.

Katanya, belajar kedokteran gigi berarti melulu tentang gigi dan rongga mulut, tapi nyatanya gak cuma itu aja ya, gaes. Jadi, kalau di kampusku sistem perkuliahannya menggunakan sistem blok (kebanyakan fk/fkg pake sistem ini), dimana setiap bloknya punya satu “judul besar” materi yang didalamnya mencakup beberapa bidang ilmu sesuai materi yang dipelajari, misalnya di semester pertama lebih difokuskan untuk belajar kedokteran umum, blok sistem organ contohnya, kami akan belajar tentang anatomi tubuh manusia secara keseluruhan beserta fisiologinya. Ada 21 blok yang terbagi dalam 7 semester perkuliahan, dan setiap akhir blok ada ujiannya, jadi ujiannya 3 kali dalam satu semester. Selain itu, juga belajar tentang forensik dalam kedokteran gigi, hukum dibidang kesehatan, psikologi, komunikasi terapeutik untuk pasien, manajemen bencana dan manajemen praktik kedokteran gigi. Jadi, luas banget ya bukan cuma terbatas tentang gigi dan mulut aja.

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini

Selain belajar teori, juga ada kegiatan praktik yang biasanya 3-4x perminggu, kita nyebutnya skill lab. Skill lab (SL) yang ada berbeda-beda setiap bloknya sesuai dengan materi yang sedang dipelajari, ada SL pembuatan alat orthodonti(kawat gigi) lepasan, pembuatan gigi tiruan, penambalan gigi, bedah jaringan dan penjahitan jaringan juga pencabutan gigi, bahkan juga ada SL komunikasi efektif dengan pasien, metode penyuluhan dimasyarakat dan manajemen praktik dokter gigi. Jadi, bukan cuma skill klinis aja, kita juga dapat skill non klinis yang sangat penting untuk menunjang peran sebagai dokter.

Apa yang khas dari kedokteran gigi ?

Yang bikin belajar di kedokteran gigi beda dari kedokteran umum, kalau kita di KG lebih banyak latihan skill lab supaya tangannya terbiasa dengan keterampilan2 yang dibutuhkan seorang dokter gigi dikemudian hari.

Belajar di FKG, terdiri dari kuliah pengantar, tutorial, skill lab dan sidang pleno, setiap minggunya akan ada 5-7x kali kuliah pengantar oleh dosen untuk menyampaikan pokok bahasan materi minggu itu, lalu 2x kegiatan tutorial yaitu kegiatan diskusi dengan kelompok kecil (8-10 orang) yang dipandu oleh 1 tutor untuk membahas sebuah kasus yang men-trigger kepada materi yang sedang dipelajari pada minggu itu, lalu setiap jumat akan diadakan sidang pleno untuk menyamakan persepsi hasil tutorial yang akan dibimbing oleh narasumber dokter spesialis.

Karena sistemnya blok, aku bakal ceritain tentang blok yang paling menarik dan ku sukai, blok kesehatan komunitas namanya, jadi kita belajar tentang kesehatan gigi dan mulut secara epidemiologinya, bagaimana meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat, dan praktik bagaimana memberikan penyuluhan kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif (pencegahan) penyakit. Memberikan penyuluhan kesehatan itu banyak aspek yang harus diperhatiin, cara penyampaian harus mudah diterima, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan harus bisa menggugah nurani orang yang mendengar agar mau mengikuti apa yang disampaikan, gak sesimpel presentasi doang ya, hehe.

Apa aja bidang spesialisasi dokter gigi?

Dalam kedokteran gigi terbagi atas beberapa bidang spesialisasi yaitu, konservasi gigi(usaha konservatif untuk mempertahankan gigi selama mungkin didalam mulut), kedokteran gigi anak, penyakit mulut, orthodonsia (ilmu untuk memperbaiki keadaan susunan gigi, simpelnya berkaitan dengan kawat gigi), prosthodonsia (rehabilitasi pasca kehilangan gigi, simpelnya tentang gigi tiruan, crown dan bridge, veneer), bedah mulut, periodonsia (mempelajari jaringan rongga mulut), dan radiologi kedokteran gigi, yang mana akan dipelajari seluruhnya saat pendidikan S1, nah setelah jadi dokter gigi kalau mau ambil spesialisasi untuk salah satu bidang tersebut bisa banget supaya belajar lebih dalam tentang bidang itu.

Tips buat mahasiswa baru FKG

Mau cerita sedikit tentang aku pas jadi maba fkg, awalnya kaget banget sama kegiatan praktiknya, karena gak pernah mengenal tentang alat dan bahan kedokteran gigi sebelumnya, masih kaku banget megang alat, berulang kali gagal, dan rasanya udah capek banget, tapi aku sadar kalau gak cuma aku sendiri yang kesusahan, itu wajar banget karena masih pertama kalinya bagi kami semua, aku latihan terus dan belajar terus supaya gak gagal lagi, dan Alhamdulillah lancar pas ujian praktik buat pertama kalinya.

Mempelajari skill baru bukan sesuatu yang mudah, memang, karena baru pertama kalinya mengenal tapi dituntut harus bisa. Makanya, penting banget untuk pantang menyerah, dan bangkit lagi kalau gagal, karena kita gak harus langsung bisa untuk melakukan sesuatu, pasti butuh proses, butuh adaptasi, jadi gak apa-apa kalau gagal, yang penting berusaha terus dan latihan terus. Saat mencoba hal baru, dan gak bisa, bukan berarti kita gak cocok atau gak akan bisa melakukannya, hanya saja butuh waktu untuk lebih mempelajari dan berlatih.

Di kedokteran gigi, kamu harus punya mental dan fisik yang kuat, karena kamu akan berkali-kali gagal dan itu biasa, kamu akan mulai insecure dengan kemampuan kamu, tapi ingat, kuncinya terus berusaha, terus belajar dan terus latihan.

Inget, kamu memulai semua ini dari titik yang sama dengan teman lainnya, pada awalnya akan sama-sama tidak bisa, tapi pada akhirnya yang menentukan adalah usaha dan ketahanan kita, tidak ada yang langsung mahir kok, semua butuh proses latihan. Mungkin, hasil yang akan kamu dapat tidak sama dengan teman lainnya, tapi, bukan berarti kamu tidak mampu, kamu hanya perlu waktu lebih banyak untuk belajar. Karena, setiap orang berbeda, dengan keunikannya, setiap orang punya waktunya masing-masing.

Lihat vlog dari ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Prospek kerja lulusan kedokteran gigi?

Pendidikan dokter gigi ditempuh dalam waktu 4 tahun/8 semester sama aja kayak program sarjana lain, dan setelah wisuda sarjana (gelar S.KG) dilanjutkan dengan pendidikan profesi/koas selama 2 tahun/4 semester atau lebih, lalu ikut ujian UKMP2DG untuk mendapat gelar dokter gigi (drg). Kalau tidak melanjutkan ketahap profesi, ya gakpapa, bisa lanjut S2 dan berkarier menjadi dosen, peneliti, pengusaha atau bidang lain yang diminati, tapi tidak boleh praktik sebagai dokter gigi.

Setelah menyelesaikan pendidikan profesi dokter gigi, tentunya kebanyakan akan berkarier sebagai dokter gigi, dentistpreneur(dokter gigi dan wirausaha), tapi ada juga yang jadi pengusaha (misalnya Bapak Chairul Tanjung), peneliti, dosen, ahli forensic, kamu juga bisa jadi dokter gigi untuk TNI Polri dengan mengikuti pendidikan tertentu di instansi terkait, dan bahkan bisa jadi content creator dll. Setelah bekerja juga akan banyak kesempatan untuk melanjutkan pendidikan spesialisasi atau bahkan S2 dalam maupun luar negeri.

Rencana dan harapan setelah lulus kuliah

Setelah lulus, aku rencannya mau kembali ke kota asalku, kerja di puskesmas, rumah sakit atau dental care disana. Punya klinik praktik sendiri setelah cukup punya modal. Selagi masih muda, aku juga tertarik banget buat ikut pengabdian2 dan bantu meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat didaerahku khususnya dan Indonesia pada umunya. Dan tentunya melanjutkan pendidikan, baik itu S2 ataupun program spesialis, untuk menambah ilmu yang aku punya agar mampu membantu meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut Indonesia dengan lebih baik.

Terimakasih buat teman-teman yang sudah baca tulisan aku J semoga cita-cita kalian tahun ini untuk masuk jurusan dan universitas impian bisa tercapai, aamiin.

Kode Konten: X403

Komen dibawah! 8

  1. Fitriyana

    Asalamualaikum saya mau bertnya apakah dentin dan email.itu sama? Trs saya mau tanya lagi gigi yg terbuat dari bahan keras itu di sebut apa ya terimaksih

    • kerinirawan

      Waalaikumsalam, Hai Fitriyana, terimakasih pertanyaannya ya. Email/enamel dan dentin itu berbeda ya. Keduanya merupakan struktur yang membentuk gigi. Email adalah struktur paling luar dari gigi dan merupakan bagian terkeras dari tubuh manusia, tapi bagian ini sangat peka terhadap asam. Sedangkan dentin merupakan lapisan gigi yang berada dibawah email dan merupakan bagian yang lebih lunak daripada enamel. Struktur gigi ini berfungsi melindungi pulpa gigi yang berisi saraf dan pembuluh dari kerusakan.

      Mengenai pertanyaan kedua, jadi untuk merawat gigi yang mengalami kerusakan agar kembali pada fungsi dan estetika normalnya, dapat dilakukan perawatan Crown atau crown and bridge tergantung dari berapa banyak kerusakan giginya, pada kasus tertentu juga dapat dibuatkan veneer. Crown atau crown and bridge merupakan gigi tiruan cekat dan dapat terbuat dari berbagai macam pilihan bahan seperti akrilik, porcelain, metal, zirconia, fiber reinforced komposit.

      Semoga menjawab yaa. 🙂

  2. Zuhria Ulfa

    Assalamualaikum kak,setelah kakak lulus apakah kakak bakal ambil gelar profesi dokter gigj

    • kerinirawan

      Waalaikumsalam, Hai Zuhria Ulfa terimakasih pertanyaannya. Iya benar, Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan program sarjana (S1) atau masa preklinik, maka sekarang sedang melanjutkan untuk studi profesi dokter gigi atau masa klinik (koas).
      Tapi melanjutkan program profesi ini adalah pilihan ya, karena bisa juga untuk tidak mengambil program ini dan langsung melanjutkan ke jenjang S2, tapi jadinya tidak boleh berpraktik sebagai dokter gigi ya.

      Semoga menjawab ya. 🙂

  3. Salsabilla Diva

    Assalamualaikum kak, kak akreditasi kedokteran gigi Unand B kak, itu ngaruh nggak kak untuk kita mencari pekerjaan sebagai dokter gigi nanti kak? Dan kalau boleh tau kisaran nilai lapor untuk lulus FKG unand jalur SNMPTN berapa ya kak? Terimakasih kak ??

    • kerinirawan

      Waalaikumsalam, Halo Salsabilla Diva terimakasih atas pertanyaannya ya. Untuk saat ini akreditas FKG unand memang masih B tapi akan segera diperbarui dan InsyaAllah setelah re-akreditasi dapat menjadi A. Aapakah akreditasi berpengaruh? Secara umum didunia kerja nantinya yang paling penting adalah ilmu dan skill yang dimiliki sebagai dokter gigi, berdasarkan pengalaman alumni, hal ini tidak menjadi masalah bahkan banyak alumni yang mendapat beasiswa kuliah lanjutan, ke luar negeri, dokter gigi PNS, dokter gigi TNI, atau bahkan membuka klinik sendiri. Selain itu, kiprah alumni yang membanggakan juga merupakan nilai plus yang akan membantu didunia kerja nantinya. Jadi, akreditasi bukan lah suatu penentu ya.

      Kalau untuk kisaran nilai aku gak bisa kasih gambaran, maaf ya, karena dulu aku masuk FKG lewat jalur SBMPTN dan juga untuk perbandingan mungkin akan berbeda kisaran nilai pada tahun 2017 dan pada tahun ini.

      Semangaaat, semoga ini menjawab ya. 🙂

  4. Tsaniya Najwa S

    Assalamualaikum wr wb kak,mau nanya nihh kak.. kalo seandainya kita SNMPTN memilih jurusan kedokteran gigi ini terus ga di nyatakan lulus apa boleh ikut lagi melalui jalur SBMPTN atau jalur mandiri kak??

    • kerinirawan

      Waalaikumsalam wr wb, Haiii Tsaniya. Tentu saja boleh dong. Kamu bisa mencoba berbagai jalur buat masuk jurusan kedokteran gigi baik diuniversitas yang sama (dengan pilihan SNMPTN) atau diuniversitas yang berbeda yaa.
      Semangat yaa buat kamu! 🙂

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *