Kehutanan

Kehutanan Universitas Bengkulu (Nisa)

Kehutanan Universitas Bengkulu (Nisa)

Hai Intipers! Saya Annisa Kurnia Fitri, biasa dipanggil Nisa. Alumni Kehutanan Universitas Bengkulu 2015 dan lulus di tahun 2019. Kali ini saya akan membagikan pengalaman terbaik semasa kuliah selama kurang lebih 4 tahun di Jurusan Kehutanan. Penasaran? Nah, ini dia pengalaman saya. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat aku balas ya , jawabannya akan masuk ke email kalian kok.

Apa sih asyiknya belajar di Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu?

Pernah dengar Jurusan Kehutanan? Pernah, tapi kurang tertarik karena pasti belajar tentang hutan. Biasanya akan terdengar jawaban seperti itu dari setiap orang yang belum tahu bagaimana belajar di Jurusan Kehutanan. Masuk Jurusan Kehutanan memang setelah lulus mau jadi apa? Anak Kehutanan orangnya keras dan beringas ya, penampilannya berantakan bikin mahasiswa lain takut. Benar, sebagian waktu memang dihabiskan untuk belajar di hutan, sebagai anak kehutanan yang sudah kebal dengan terik matahari. Hobi berjalan menelusuri hutan, namun bukan berarti terlintas dalam pikiran kita bahwa orang Kehutanan adalah “orang utan” lho. Asumsi yang seperti itu bisa dihapuskan dari pemikiran awam orang lain di luar sana.

Umumnya Kehutanan akan membahas masalah yang tak jauh dari fungsi dan perlindungan ekosistem hutan, teknologi hutan, perhutanan sosial hingga pemanfaatan hasil hutan. Tentunya jurusan ini banyak mengusung tema “outdoor” dibanding “indoor” karena tak hanya berteori saja. Mempraktikkan secara langsung menjadi keuntungan bagi mahasiswa untuk paham lebih cepat. Jadi, asyik kan? tidak perlu memandangi layar infocus saja, melihat alam secara langsung adalah cara ampuh bagi anak Kehutanan untuk menikmatinya.

Slide5
kehutanan universitas bengkulu

Foto satu angkatan saya waktu kuliah lapangan

Mata kuliah Kehutanan Universitas Bengkulu ?

Ada banyak mata kuliah di Jurusan Kehutanan. Normalnya setiap mahasiswa akan menghabiskan 140-150 sks dengan tambahan mata kuliah pilihan atau dengan mempercepat tingkatan sks dengan cara mengambil mata kuliah pendek. Mahasiswa Kehutanan menempuh 8 semester dengan berbagai mata kuliah yang diajarkan. Seperti Pengantar Ilmu Kehutanan, Ilmu Tanah Hutan, Ilmu Ukur Hutan, (sebagai dasar mata kuliah Kehutanan). Dilanjutkan dengan kuliah lebih mendalam dan lebih khusus yaitu Manajemen Hutan, Dendrologi, Silvikultur, Teknologi Hasil Hutan, Perbenihan, hingga Konservasi Sumberdaya Hutan bahkan mempelajari sistem pemetaan atau GIS lho. Kehutanan lebih banyak outdoor dibanding indoor. Hal ini karena Jurusan Kehutanan juga melakukan praktikum untuk setiap mata kuliah dengan beban 3 sks. Jadi jangan heran kalau Jurusan Kehutanan memiliki waktu full untuk belajar indoor dan outdoor. Bahkan di waktu jadwal libur bisa saja terpakai untuk kegiatan ini.

Hal unik dalam perkuliahan  adalah menulis laporan praktikum yang ditulis menggunakan tulisan tangan. Dilakukan berdasarkan ketentuan dari sang asisten dosen (pengajar di praktikum mata kuliah). Sistem menulis dengan kertas bekas dan pena harus berwarna biru. Kadang juga sering dapat tugas dadakan supaya bisa mencicipi nilai tambahan. Buat insectarium ataupun karya-karya lain yang berkaitan dalam bidang Kehutanan. Semuanya punya euphoria masing-masing yang tentu bisa bikin mood berubah-ubah. Semuanya memang sering terjadi secara “dadakan”. Mahasiswa Kehutanan juga harus cekatan dan sigap jika suatu saat akan dibebani tugas-tugas seperti itu. (kalau saya sendiri, bersyukurnya tidak ikut dalam sistem kebut semalam. Supaya tidak menumpuk soalnya  tugasnya itu seperti mati satu tumbuh seribu satu) alias banyak banget.

Dosen Pengajar

Dosen Kehutanan? hmm, ada 20 an sepertinya (maafkan saya yang lupa jumlah pastinya) tapi saya masih ingat lho semuanya beserta cara pengajarannya hehe. Kalau ditanya dosen favorit, semuanya favorit apalagi kalau saya dapat mencicipi nilai bagus (makasih bapak/ibu dosen). Dosen Kehutanan banyak juga diasumsikan sebagai dosen-dosen killer, padahal tidak begitu teman-teman. Bagi saya yang kalaupun disebut killer, mungkin karena (enggak sehati atau klop di hati aja sistem ngajar atau sistem bagi nilainya). Dosen Kehutanan itu gaul, jiwa dan semangat mudanya terus berkobar, dan satu lagi paling penting semuanya memang jiwa petualang banget. Rata-rata dosen saya sudah berusia 40 keatas tapi kalau diajakin buat jalan ke hutan atau bahkan hiking naik turun gunung, hmm siapa takut! Pasti ikut dan masih kuat banget lho! salut, jadi malu kalau mahasiswanya sering ngeluh atau capek padahal baru serempat jalan. (semoga bapak/ibu dosen sehat terus ya).

Tips untuk Mahasiswa Baru di Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu

Buat adik-adik Maba, tergabung dalam Jurusan Kehutanan itu tidak perlu ditakuti, jangan terlalu dibebani, jalani dan tetap berusaha agar kalian bisa mendapatkan yang terbaik. Sebenarnya sama saja, mau dimanapun kalian menempuh pendidikan, mau apapun jurusannya, asalkan semua dijalani dengan ikhlas, berusaha keras dan berdoa mudah-mudahan semua yang diinginkan akan tercapai. Awalnya memang pasti canggung, kalian merasa sangat berbeda jika dibandingkan pada masa sekolah dulu. Perlahan pasti bisa mengikuti dan saling membutuhkan apalagi seorang rimbawan itu selalu mengedepankan jiwa korsa dan semangat kerja sama yang tinggi lho! tips untuk Maba di Jurusan Kehutanan :

  1. Sering berlatih, mengasah kemampuan, kecekatan, serta sigap dalam bertindak, karena mata kuliah Kehutanan tidak hanya teori dan memang sangat membutuhkan sikap tersebut untuk bisa survive di lapangan
  2. sering berdiskusi dengan Dosen atau senior, tanyakan hal yang berkaitan dengan ilmu-ilmu Kehutanan, hal tersebut bisa menjadi bahan penelitian atau menambah wawasanmu.
  3. Ikuti organisasi dalam/luar Kehutanan, asalkan dirimu bisa mengimbangi dengan kegiatan akademik. Manage waktu yang baik agar keduanya balance.
  4. Menjalin silaturahmi dengan Senior memang sangat penting, selain berbagi ilmu, pengalaman, hubungan sosial pun akan terbantu termasuk mendapatkan buku atau bahan ajar lain ketika sewaktu-waktu tak mendapatkan hal tersebut dari Dosen.
  5. Gabung dalam setiap kepanitiaan pada acara/kegiatan yang dilaksanakan Jurusan Kehutanan menambah pengalaman baru dan cerita di masa perkuliahanmu, jadi jangan siakan setiap waktu yang kamu miliki untuk menjalani hal-hal bermanfaat.
  6. Biarpun anak Kehutanan adalah orang-orang berjiwa bebas, tetap ingat waktu dan disiplin ya

Prospek kerja dan alumni Kehutanan kerja apa?

seiring berkembangnya zaman, banyak perusahaan besar yang memang tidak melihat kualifikasi pekerjaan melalui lulusan terakhirnya. Beberapa diantaranya, tidak perlu mempertimbangkan instansi, lulusan, bahkan nilai yang dimiliki untuk bisa bergabung dalam sebuah perusahaan. Namun, sepengetahuan saya mahasiswa Jurusan Kehutanan yang telah lulus nantinya berpeluang untuk menjadi abdi negara sesuai dengan bidangnya, atau bahkan bisa menjadi polisi Kehutanan, bisa juga menjadi pengusaha membuka bisnis meubel dengan berbagai kriteria dan ketentuan berlaku, sebagai ahli dalam bidang (kehutanan, GIS dan pemetaan, konservasi) dosen atau tenaga pendidik (pengajar SMK Kehutanan) bekerja pada perusahaan Kehutanan/BUMN hingga menjadi konsultan Kehutanan. Banyak dan bisa dipilih dengan passion yang dimiliki.

Harapan dan rencana setelah lulus?

Setelah lulus, besar harapan saya bisa diterima pada perusahaan-perusahaan Kehutanan ataupun bekerja di Kementerian Kehutanan, saya juga punya minat untuk bergabung menjadi abdi negara (PNS). Mengingat sekarang sudah lulus (ex-mahasiswa) yang sudah lumayan lama, dengan pekerjaan yang masih belum tetap saya selalu bersabar selagi menikmati masa ini. Bisa dikatakan jenuh, namun saya tetap mengisi waktu luang ini dengan tetap berusaha dan mengasah skill lain yang saya miliki. Semasa kuliah saya bersyukur pernah gabung dalam beberapa organisasi, melalui itu saya mendapatkan relasi dan kegiatan bermanfaat, saya juga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, bercakap bahasa inggris dan skill menulis yang cukup baik. Hal itu menunjukkan walaupun saya berada di Jurusan Kehutanan, tak menutup kemungkinan bahwa saya masih bisa berkarya di luar sana.

Maka dari itu, saat ini saya tidak menyerah untuk apapun yang saya inginkan. Selagi berusaha saya juga berdoa agar nantinya bisa membuahkan hasil terbaik saya.

Kode Konten: X127

Komen dibawah! 2

  1. Fida Lia

    1.Kak untuk nilai rata” masuk ilmu kehutanan brapa ya kak?
    2.apakah nilai rapor yang rata”nya 84 bisa berpeluang masuk ya kak?
    Makasi kak😊

    • Nisa

      Halo fida👋🏻 Aku coba jwb prtnyaan kamu ya 🙂

      1.kalau nilai rata2 untuk perkiraan kemungkinan besar 80an keatas. Tapi kalaupun pakai nilai rapor diusahakan setiap nilai yg kamu miliki punya progress kenaikan. Fyi, aku lolos SNMPTN 2015 jd berdasarkn nilai rapor untuk bisa lolos.

      2.insyallah kamu punya peluang bagus untuk masuk. Semuanya balik lg ke kamu, usaha dan doa jgn lupa ya 🙂

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *