Beasiswa, Orientasi

Menembus Asaku Bersama Bidikmisi

Menembus Asaku Bersama Bidikmisi

“Yun” atau “Uni” adalah pangilan yang kerap membuat saya menoleh. Sebenarnya nama saya Yuni Astria Br Sitepu. Perempuan Karo, yang tengah merajut masa depan di Universitas Negeri Medan.

Masih hangat di ingatan saya, ketika hendak lulus SMA. Ayah yang sudah stroke sejak saya mengecap pendidikan di Sekolah Dasar (SD), sehingga hanya ibu yang bekerja. Bukan hal yang mudah, ketika melihat ibu sendiri yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.

Tak jarang air mata saya berderai melihat kerasnya perjuangan ibu. Satu sisi, saya ingin segera membantu ibu, di sisi lain saya sudah bertekad lama ingin menjadi bagian masa depan dengan mengecap pendidikan di tingkat yang lebih tinggi.

Dengan memberanikan diri, saya menyampaikan keinginan saya kepada ibu untuk kuliah.

Ibu hanya berpesan, “tetaplah berjuang dan berdoa”. Hatiku serasa runtuh, dan seketika itu aku menanangis.

Terlahir dari keluarga yang bukan berada. Merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Kuliah? Makan saja sudah syukur. Memilih bekerja setelah tamat SMA, adalah jalan yang terlihat paling tepat. Kedua saudara atasan saya, memang sukses dalam dunia pekerjaan walaupun berlatar belakang SMA. Realita itu tidak sedikitpun mampu menggoncangkan pendirian saya untuk berani melangkah demi mengecap pendidikan di Perguruan Tinggi.

SBMPTN 2017, adalah masa peperangan sekaligus kemenangan saya. Keluarga yang mendogmatis kuliah saya akan berhenti di tengah jalan. Mencemooh keputusan yang saya ambil. Sehingga tak jarang deraian air mata saya terurai ketika mendengar nasehat psimis mereka.

Bidikmisi adalah bagian dari kemenangan saya. Pendidikan yang saya cecap saat ini, bertahan karena subsidi biaya pendidikan dan kehidupan. Yang lain menganggap bahwa kami beruntung. Dan bagiku, aku lebih dari beruntung.

Kesempatan yang telah diberikan dari program bidikmisi ini, serasa telah memberikan tanggungjawab besar bagi diri saya sendiri. Bilamana yang saya miliki dalam apapun bentuknya, hendaknya saya bagikan.

Untuk itu, selama masa menjadi mahasiswa dan selamanya saya berkomitmen untuk menjadi pengabdi negara. Saya tidak mau menjadi mahasiswa biasa-biasa saja. Terjun ke dunia menulis dan berkkarya sejak menjadi mahasiswa adalah pilihan saya. Selain memberikan banyak manfaat, juga memberikan kebahagiaan yang hakiki.

Sustainable Development Goals (SDGs) /Pembangunan Berkelanjutan terkait kualitas pendidikan yang adil, direalisasikan dengan salah satu program beasiswa yaitu beasiswa bidikmisi. Prioritas peningkatan beasiswa pendidikan dicetus sejak tahun 2010 dan 2015. Perkembangannya, tahun 2018 sebanyak 90.000 mahasiswa mendapatkan beasiswa bidikmisi.

Pada tahun 2019, penerima bidikmisi meningkat menjadi 130.000. Artinya semakin banyak generasi penerus bangsa yang mampu menembus batasannya sendiri.

Negara yang maju adalah negara dengan kualitas pendidikan yang tinggi. SDGs, dalam membangkitkan dunia pendidikan Indonesia. Program bidikmisi, menjadi langkah terbaik dalam menunjang ketercapaian SDGs. Ekonomi bukan lagii pembatas mimpimu meraih masa depan melalui pendidikan.

Bersama bidikmisi; Menggapai Asa, Memutus rantai kemiskinan

 

Kode Konten : KL004

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *