Organisasi

Organisasi dan Volunteer Menjadi Pelengkap Kehidupan Kuliah

Organisasi dan Volunteer Menjadi Pelengkap Kehidupan Kuliah

Halloooo semuanya 🙂 sebelumnya saya mau memperkenalkan diri terlebih dahulu yaa hehehe, nama lengkap saya Fitri Tyas Sari dan biasa dipanggil Fitri Tyas untuk sehari-hari kalau sedang di kampus. Alhamduliilah saya telah menyelesaikan sidang skripsi pada 12 Agustus 2019 di Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (P.IPS), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) angkatan 2015. Saya diterima di Program Studi P.IPS UNJ melalui jalur SBMPTN. Oh ya, kali ini saya mau berbagi kisah pengalaman organisasi dan kegiatan volunteer selama saya kuliah.

Seperti kebanyakan mahasiswa baru yang masih “ambisius” untuk mencapai IPS (Indeks Prestasi Semester) dengan hasil cumlaude, saya pun demikian ketika memasuki masa awal kuliah. Mendengar cerita saudara sepupu disaat kumpul hari raya Idul Fitri tahun 2015 bahwa mereka berhasil mendapat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,5 lalu 3,7 dan hampir semua saudara saya yang sedang kuliah pada saat itu mayoritas mendapatkan IPK cumlaude. Disini lah pemikiran saya mulai terbentuk untuk bisa berhasil seperti saudara saya.

Dimulai dari semester 1, saya mulai menuliskan IP harapan saya yang harus berhasil saya raih disetiap semester nya. Pada saat itu, saya memiliki cita-cita untuk tetap menuliskan minimal IP di setiap semester nya yaitu IP 3,50 dan sebisa mungkin terus meningkat disetiap semesternya. Menurut saya dengan cara yang seperti ini, sangat positif karena memacu kita untuk rajin belajar, jangan lalai mengerjakan sesuatu, maksimal dalam mengerjakan tugas seperti paper, UTS, UAS, kuis, tugas individu, aktif ketika dikelas, dsb. Semua itu perlu strategi, semangat, keyakinan, berdoa dan penting sekali untuk memiliki siklus pertemanan yang (kalau bisa) juga ada yang rajin dan punya keinginan seperti kita.

Slide5

Tapi……., karena hal itulah pada mulanya saya takut untuk mendaftarkan diri mengikuti kegiatan organisasi baik di tingkat jurusan, fakultas, dan universitas. Saya sangat takut kalau sudah aktif berorganisasi nantinya justru akan memupus harapan saya untuk bisa meraih IP cumlaude di setiap semester.

Saya sangat bersyukur mempunyai sahabat-sahabat dikelas yang memang mereka sama dengan saya yaitu memiliki target untuk cumlaude di setiap semesternya. Namun yang membedakan dengan saya adalah mereka memiliki keinginan untuk aktif dikampus. Tanpa saya ketahui, sahabat-sahabat saya mendaftarkan saya untuk menjadi panitia pada kegiatan lomba cerdas cermat tingkat SMP se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh mahasiswa BEM jurusan saya.

Saya sangat kaget dan takut. Tapi, semuanya menyemangati saya dan berkata “Lu pasti bisa kok, kan ada kita. Kita semua pada daftar.” Pelan-pelan saya mulai tenang, dan saya ingin membuktikan kalau saya juga bisa survive meskipun dengan adanya kegiatan yang saya ikuti.

Saya ingat betul pada saat saya sedang mengerjakan power point untuk presentasi, saya melirik HP saya yang sering bergetar dan banyak notifikasi. Setelah saya buka, ternyata saya sudah masuk kedalam grup tim pembuat soal untul lomba cerdas cermat (LCC) tersebut. Tak lama kemudian, dibagikan masing-masing job desk anggota. Tim pembuat soal merupakan tim dengan anggota paling sedikit yaitu hanya 6 orang saja, sudah termasuk ketua. Sedangkan yang lainnya, lebih dari 10 bahkan ada yang 15 orang.

Setelah terbentuknya tim, maka akan dibuat jadwal rapat.  Diketahui bahwa (seingat saya ada 5 tahap ya) untuk bisa sampai ke final. Belum sampai setengah jalan, ada salah satu anggota yang mengundurkan diri, sehingga otomatis beban masing-masing anggota menjadi bertambah. Pada saat itu, masing-masing anggota harus membuat 200 soal dan 50 soal cadangan. 250 soal tersebut baru sampai tahap ke 3 ya, untuk tahap 4 dan 5 nya membuat soal lagi sebanyak 150 soal, dan tingkat kesusahannya lebih dari soal sebelumnya. Semua soal tersebut sebelum dilombakan, juga harus minta perizinan dosen terlebih dahulu, apakah sudah sesuai atau belum atau bahkan ada masukan lainnya.

Mengingat LCC ini bisa diikuti oleh kelas 7, 8, dan 9 maka kita juga harus membuat dan menyesuaikan dengan apa yang peserta lomba pelajari. Bagi saya, ini merupakan hal yang tidak mudah terlebih untuk saya sebagai MABA. Deadline hanya 1 minggu, hal ini dimaksudkan agar kami lebih cepat selesai mengerjakan dan membahas nya bersama-sama.

Alhamduliilah, saya berhasil menyelesaikannya tepat sesuai deadline. Disaat minggu tersebut, saya juga sedang penuh mengerjakan tugas bersamaan dengan UTS. Singkat cerita,alhamdulillah IP saya di semester 1 diatas target yang saya tetapkan. Karena hal tersebut, akhirnya membuat saya lebih berani untuk mengikuti organisasi dan berbagai kepanitian dikampus.

Hal yang saya pelajari dan saya coba terapkan untuk diri saya yaitu nikmati segala proses nya, jangan takut untuk memulai dan jangan menunda apa yang harus kita lakukan di setiap taget kita. Jangan takut tidak bisa, jangan ragu untuk bercerita atau konsul dengan teman / sahabat / kakak tingkat agar kamu menjadi lebih kuat.  Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman, siapa tahu bisa jauh mengeksplore hal baru yang kita dapatkan dan bisa juga menjadi hal menyenangkan untuk kita tekuni lebih dalam. Perhatikan kesehatan juga ya, dan paling terpenting yaitu berdoa.

Bermula dari menjadi panitia tim pembuat soal, kemudian disemester 3 akhir,  saya mendaftarkan diri sebagai staf kewirausahaan BEM jurusan. Setelah mengikuti tahap seleksi, alhamdulillah saya terpilih dan saya diberikan kepercayaan untuk mengerjakan proker (program kerja) Id Card mahasiswa BEM dan BLM jurusan. Kurang lebih seingat saya ada 150 anggota BEM & BLM terdiri dari angkatan 2015 dan 2016 yang saya harus buatkan id card nya. Saya diamanahi karena mereka percaya dengan kemampuan saya yang bisa mendesain.

Disaat saya diberitahu bahwa proker saya sudah harus mulai berjalan dan diberitahu deadline nya, saya segera belajar kembali desain secara otodidak (saya ada basic sedikit karena saya SMK jurusan Mutimedia). Disaat tersebut, saya juga sedang mengerjakan proposal PKM (Program kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh KEMENRISTEKDIKTI, dan lagi-lagi saya diamanahi untuk bergabung menjadi tim pembuat soal LCC kembali. Saya mengerjakan hal tersebut secara bersamaan dan tak lupa juga dengan tugas kuliah (seingat saya itu semua saya kerjakan ditengah-tengah semester, mau memasuki UTS). Meskipun di minggu-minggu tersebut waktu tidur saya sangat sedikit sekali (karena kebanyakan begadang), alhamduliilah saya menjalankan semuanya dengan tenang.   Hah? maksudnya apa sih? Jadi ya, jangan terlalu sering ngedumel (marah-marah) karena hal ini (menurut saya) ngebentuk hati jadi susah ikhlas, nanti malah yang ada kalau dikerjakan nya setengah-setengah, pasti akan ada konsekuensi nya.

Terus, caranya biar mood bagus gimana? Kalau saya sendiri, gampang & simple banget yaitu hanya perlu nonton video/konten horor di youtube (seperti jurnal risa, dll), dengerin lagu (tapi ngga pake headset) + minum sirup dingin. Sebisa mungkin, kamu juga sambil melakukan hal-hal yang kamu sukai. Tapi,….jangan kelamaan…nanti jadi numpuk tugas nya.

Ada cara lain nggak? ada dong…..kalau saya selalu punya buku catatan sendiri untuk mencatat segala tugas-tugas beserta target selesainya. Semisal untuk kegiatan saya tersebut, saya membaginya seperti : kalau ada tugas kuliah sebisa mungkin dicicil sedikit demi sedikit dulu ya, kemudian 2 jam untuk mengerjakan id card,  2-3 jam selanjutnya membuat soal    dan selanjutnya mengerjakan proposal. Intinya, lihat dan urutkan yang paling prioritas dan sekiranya cukup berat untuk dikerjakan. Jika cukup berat untuk dikerjakan, maka harus dicicil jauh-jauh hari dari deadline ya.

Singkat cerita, alhamdulillah saya berhasil melalui itu semua dengan perolehan IP yang lebih meningkat, dan program PKM saya beserta teman-teman satu kelompok berhasil masuk 100 besar dari 320 Karya Tulis Imiah PKM di UNJ. Oh iya, pada proses tersebut juga alhamdulillah saya berhasil mendapatkan beasiswa WIC (Women International Club) Jakarta hingga saya semester 8 dan alhamdulillah diberi biaya untuk skripsi juga :).

Setelah masa jabatan di BEM jurusan berakhir, saya kemudian mengikuti kegiatan volunteer. Pada kegiatan volunteer yang saya ikuti, saya berusaha untuk menchallenge diri saya untuk tidak mengajak teman, dan mengikuti kegiatan volunteer di luar kampus. Hal ini saya lakukan untuk mengetahui bagaimana diri saya merespons berbagai situasi baru.

Kegiatan volunteer yang pertama kali saya ikuti yaitu menjadi kakak pengajar di Yayasan Budaya Mandiri (YBM) Batch 5. Kegiatan volunteer disetiap batch nya dilaksanakan 3-4 bulan. Saya sangat bersyukur bisa berbagi ilmu, keceriaan, dan pengalaman dengan adik-adik dari keluarga pra-sejahtera. Adik-adik di YBM merupakan adik-adik yang mayoritas orang tua nya bekerja sebagai pemulung. Pada batch ini saya diamanahi untuk mengelola perpustakaan belajar YBM beserta pelaksanaan program-program perpustakaan.

Kegiatan Volunteer selanjutnya yaitu alhamdulillah saya terpilih menjadi kakak surat untuk anak sungai (adik sungai) Kec. Lumbis, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara. Anak Sungai menghadapi tantangan budaya menikah di usia dini sehingga membutuhkan peran kakak Surat dalam  memberikan informasi, motivasi dan memberi kasih sayang secara personal. Kegiatan utamanya yaitu menulis surat yang dilakukan selama 1 tahun sesuai dengan jadwal. Pada saat itu, saya juga membuat surat lebih menarik dengan banyaknya gambar-gambar yang saya buat sendiri dan berupaya memotivasi adik saya yang bernama Dapi, dia bercita-cita menjadi guru matematika dan hobi bermain futsal. Program ini merupakan program yang digagas oleh PM (Pengajar Muda) dari Indonesia Mengajar.

Masih berkaitan dengan kakak surat, kegiatan volunteer yang saya ikuti lainnya yaitu menjadi kakak PANDA (Harapan Anak Indonesia)   untuk adik di Tasikmalaya dari Komunitas Sahabat Pulau Indonesia. Kegiatannya yaitu mengirim surat, dan memberikan donasi setiap bulannya untuk membantu pendidikan adik PANDA.   Pada bulan Juli tahun ini, saya juga menjadi volunteer pada acara festival Banjar 2019 selama satu minggu.

Pada akhir tahun ini, saya terpilih menjadi volunteer dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Sedekah Buku Indonesia (SBI).

Pesan saya, jangan takut untuk memulai sesuatu dan men judge diri sendiri tidak bisa. Semua berproses, lingkungan yang baik sangat berpengaruh sekali untuk membentuk diri kita. Jangan lupa untuk sharing dengan kakak tingkat/teman sejawat/keluarga apabila kamu takut untuk memulai sesuatu. Semuanya harus dilatih perlahan, dan pada akhirnya hingga sat ini justru saya sangat ketagihan untuk ikut kegiatan sosial terutama pada fokusnya yaitu pendidikan, lingkungan, dan perlindungan anak.

Tentang Penulis : Fitri Tyas Sari

Mahasiswi Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta angkatan 2015. Saat ini sedang mengikuti berbagai kegiatan kerelawanan, mengikuti berbagai lomba dan bercita-cita menlanjutkan kuliah S2 dengan beasiswa(aamiin3x), mulai belajar melatih diri untuk produktif dalam dunia menulis.

 

Kode Konten : KL025

 

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *