Administrasi Negara

Pendidikan Agama: Mata Kuliah di Semester 1 yang Berkesan

Pendidikan Agama: Mata Kuliah di Semester 1 yang Paling Berkesan

Sebelum menceritakan pengalamanku lebih lanjut dengan judul diatas, perkenankan saya untuk memperkenalkan diri, because “tak kenal maka tak sayang”, begitulah kata pepatah klasik, he-he-he.

Paska Riyandi adalah namaku. Aku adalah salah seorang mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Setih Setio Muara Bungo di Provinsi Jambi. Saat menulis cerita ini, aku sedang menjalani semester 3 di bangku perkuliahan. Di kampusku ada tiga program studi, diantaranya: 1). Program Studi Ilmu Administrasi Negara S-1, 2). Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis S-1, 3). Program Studi Administrasi Bisnis D-3.

Slide3

Mungkin ini dulu untuk perkenalan singkatnya, bagi yang ingin mengenal lebih jauh nantinya bisa berkomunikasi lebih lanjut dalam suatu kesempatan. Baik langsung saja, mengapa Mata Kuliah Pendidikan Agama menjadi Mata Kuliah yang paling berkesan bagiku.

Mulanya aku mengira cakupan pembahasan Mata Kuliah ini bersifat umum tentang agama-agama yang ada di Indonesia, karena tidak dikatakan secara spesifik Agama mana yang menjadi pembahasan utamanya.

Rupanya dugaanku salah, ternyata yang menjadi pembahasan utama dari Mata Kuliah itu adalah tentang Agama Islam. Aku sedikit kaget lantaran Mata Kuliah ini dari awal mula tidak sedikit pun gambaran yang aku miliki apalagi ketika hendak dipelajari di bangku kuliah.

Mungkin teman-teman pembaca telah mencoba mengira dan menemukan jawaban dari pernyataanku diatas. Ya, saya bukan seorang pemeluk agama Islam. Saya memeluk agama Katolik. Dalam pertemuan pertama pada Mata Kuliah itu, saya yang sendirian non muslim di kelas merasa canggung. Dari situasi itu akhirnya muncul rentetan pertanyaan yang menghampiri pikiranku. Misalnya saja, “bagaimana nantinya penyesuaian yang mesti aku lakukan terhadap Mata Kuliah ini ketika dilaksanakan di kelas?”, pikirku.

Dalam Mata Kuliah tersebut, oleh dosen pengajar disampaikan beberapa tema pembahasan atau silabus selama satu semester itu. Dari membaca tema nya saja, memang tidak aku dapati gambaran secara garis besarnya. Misalnya saja tentang “Sumber pokok ajaran Islam: Al-Quran, Al-Hadist dan Ijtihad”. Kemudian ada lagi tema pembahasan: “Akhlak Islami Merujuk Kepada Teladan Rasullulah SAW dan Para Sahabat R.Hum”.

Namun syukurlah pada saat pertemuan pertama, dosen pengajarku menyampaikan pesan ini kepadaku, “Ikuti saja dulu, nanti akan tetap saya beritahu apa yang mesti anda lakukan sebagai bentuk penyesuaiannya”, ucapnya. Ucapan sederhana itu pada akhirnya membuat aku mengerti dan mengurangi rasa kebingunganku.

Seiring waktu perkuliahan berjalan, aku mulai merasa enjoy dengan Mata Kuliah tersebut. Dari sana aku dapat ilmu dan wawasan yang baru. Aku semakin mengenal saudaraku yang berbeda keyakinan denganku. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa aku terkesan dengan mata kuliahku. Pada akhirnya aku menyadari bahwa pengetahuankulah yang selama ini terbatas tentang Agama Islam dan ya masih perlu banyak membaca dan belajar.

Selama menjalani Mata Kuliah itu, entah mengapa saya selalu antusias. Alasan yang menyebabkan saya menjadi antusias tersebut adalah karena ini merupakan pengalaman yang boleh dikatakan langka dan berharga bagi saya yang bukan pemeluk Agama Islam.

Maka kuncinya disini adalah mengedepankan sikap terbuka akan apa yang hendak diterima. Kiranya dengan pikiran dan hati terbuka menjadi langkah awal yang membuat kita mudah untuk menyenangi Mata Kuliah apa saja yang disuguhkan dalam bangku perkuliahan. Kiranya apa yang saya buat dapat menjadi tips bagi teman-teman sekalian.

Selain itu, di berbagai tempat sedang dikembangkan kegiatan dialog lintas agama. Melalui pertemuan tersebut, diselingi dengan perkenalan seputar iman dari mereka yang hadir disana dengan keyakinannya masing-masing dan tentang cara pandang agama tertentu terhadap suatu persoalan atau fenomena.

Kegiatan tersebut tentunya juga bertujuan untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama agar pada akhirnya bisa saling mengenal dan memahami. Kontras dengan situasi zaman sekarang yang mana isu-isu agama selalu mencuat yang dilatarbelakangi oleh oknum-oknum tertentu yang menginginkan terjadinya perselisihan dan kegaduhan.

Adanya kegiatan pertemuan lintas agama yang juga dibarengi dengan dialog kiranya menjadi wujud nyata dari apa yang dipelajari di bangku perkuliahan, lebih-lebih bagi mereka yang secara intensif mengambil jurusan teologi agama yang ada di tempat perkuliahannya. Semoga berkat Tuhan melimpah atas kita semua. Salam.

Kode Konten: K0040

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *