Kedokteran Gigi

Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT (Glady)

Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT (Glady)

Halo semuanya! Perkenalkan nama saya Glady Anastasya dari program studi Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT atau Universitas Sam Ratulangi. Saya mahasiswa semester 7 angkatan 2017. Saat ini, saya ingin membagikan suka-duka saya selama berkuliah. Selamat membaca!

Ceritain dong, tentang Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT!

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi (PDG) adalah program studi yang bergabung dalam Fakultas Kedokteran UNSRAT, bersama dengan program studi Pendidikan Dokter dan Ilmu Keperawatan. Prodi ini terakreditasi B dari BAN-PT lho.

Apa saja yang dipelajari di Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT?

Sebenarnya, kedokteran gigi itu nggak hanya belajar tentang gigi loh! Di program studi ini, mahasiswa belajar mengenai gigi dan rongga mulut serta kaitannya dengan kepala secara keseluruhan. Disini juga belajar mengenai tatalaksana sakit gigi berdasarkan penyebabnya dan tindakan apa yang akan dikerjakan nantinya secara detail.

promo-web

Di Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT, system belajar yang diterapkan adalah dengan system modul yang dibarengi dengan clinical skills lab atau biasanya dikenal dengan istilah praktikum. Modul pada semester awal merupakan modul dasar. Kita belajar mengenai dasar hokum kedokteran, struktur dan fungsi gigi, serta struktur kepala. Pada tahun kedua dan seterusnya, modul akan disesuaikan dengan bagian-bagian pada saat akan menjadi mahasiswa co-assistant.

Pada kuliah pakar, mahasiswa akan belajar secara langsung dari pakar (baik dokter gigi maupun non dokter gigi) yang berkompeten di matakuliah tersebut, dan pada clinical skills lab atau biasanya dikenal dengan istilah praktikum, mahasiswa akan mempraktekkan secara langsung ilmu yang dipelajari di kuliah pakar pada manekin atau peraga tertentu, alias learning by doing. Tidak jarang juga, mahasiswa diharuskan untuk mengerjakan secara langsung di gigi asli yang sudah disusun di peragaan menyerupai rongga mulut pasien.

Dalam kuliah pakar, ada metode diskusi kelompok atau disebut tutorial. Nah, pada saat, biasanya kelas akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan contoh kasus nyata yang terjadi seputar kesehatan gigi dan mulut. Nantinya, masing-masing kelompok akan mencoba memecahkan masalah dalam tutorial sesuai dengan modul yang sementara dipelajari dan akan dibahas bersama dalam sidang pleno atau pemaparan hasil.

Mata kuliah apa yang paling berkesan selama kuliah Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT?

Bagi saya, mata kuliah paling berkesan di Pendidikan Dokter Gigi UNSRAT adalah praktik belajar lapangan pada semester IV, dimana mahasiswa tinggal dengan masyarakat selama dua minggu untuk mempraktekkan ilmu kesehatan gigi masyarakat secara langsung. Seru banget, loh! Mirip KKN mini, ada penyuluhan ke masyarakat, pemeriksaan gigi dari rumah ke rumah, dan ditutup dengan bakti social berupa pembersihan karang gigi dan pencabutan gigi gratis untuk warga desa. Kemampuan social dan komunikasi dengan pasien benar-benar diuji secara langsung pada praktek belajar lapangan.

Selain itu, ada juga mata kuliah skills lab gigi tiruan penuh, dimana hasil akhirnya yaitu membuat gigi palsu satu rahang sesuai model yang disediakan. Mata kuliah ini benar-benar menantang, karena diperlukan ketelitian ekstra untuk membuat model gusi, menyusun gigi, sampai pencetakan yang menguras tenaga, namun hasil akhirnya yang memuaskan akan membuat mahasiswa bangga.

Tantangan terbesar dalam kedokteran gigi?

Bagi saya, praktikum atau skills lab adalah hal yang cukup menantang karena sangat berbeda dengan praktikum pada masa SMA. Harus belajar berhemat untuk membeli alat-alat kedokteran gigi yang bejibun, belum lagi kalau alatnya rusak atau hilang. Bahan praktikum yang disediakan di kampus juga terbatas sehingga kalau mau mencoba lagi, harus bawa bahan sendiri. Belum lagi kalau hasil praktikum ditolak. Benar-benar menguji mental, deh. Tapi, skills lab merupakan langkah awal dalam mempelajari tindakan yang akan dikerjakan sebagai dokter gigi saat praktik nanti.

Penyuluhan di desa

Setelah lulus jadi dokter gigi, bagaimana gambaran prospek kedepannya?

Ketika sudah disumpah menjadi dokter gigi dan memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR), mahasiswa dapat memilih untuk melanjutkan pendidikan strata 2 (S2) dan, pendidikan dokter gigi spesialis, atau keduanya sekaligus. Pilihan spesialis yang dapat diambil adalah penyakit mulut, periodonsia (ilmu penyakit mulut), ortodonsia (ilmu untuk merapikan kedudukan gigi, salah satunya dengan pemasangan behel), bedah mulut, konservasi gigi (mempelajari cara merawat gigi yang telah rusak), pedodonsia (ilmu kedokteran gigi anak), prostodonsia (mempelajari gigi tiruan), dan radiologi kedokteran gigi. Cakupan kerja spesialis ini lebih luas dan lebih spesifik dibandingkan dokter gigi umum. Saat ini, UNSRAT belum menawarkan pendidikan dokter gigi spesialis. Jika melanjutkan S2, maka dokter gigi dapat bekerja sebagai dosen.

Jika tidak ingin melanjutkan pendidikan, maka dokter gigi dapat bekerja di rumah sakit baik umum maupun swasta, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Tentu saja, dokter gigi juga dapat memilih membuka praktek sendiri. Persyaratannya yaitu dengan mengurus Surat Izin Praktik (SIP).

Tips dan Trik sukses di kedokteran gigi

Berikut tips dan trik saya buat survive selama 6 semester di kedokteran gigi:
1. Tentu saja, belajar, belajar, dan belajar! Ilmu kedokteran selalu berkembang setiap saat, jadi perbiasakan membaca jurnal mengenai teknologi terbaru dalam perawatan gigi dan mulut. Selain itu, skill kesenian yang mumpuni, terutama dalam bidang mengukir, juga sangat diperlukan, jadi kalau kamu merasa perlu meningkatkan kemampuan, ambil waktu ekstra untuk latihan mengukir. Biasanya media paling baik untuk berlatih adalah sabun mandi, kemudian diukir menjadi serupa gigi.

2. Pererat hubungan dengan senior-senior yang berada di kampus, karena mereka juga dapat memberikan saran mengenai perkuliahan yang sudah dijalani terlebih dahulu, sambil tetap menjaga etika sopan santun.

3. Menjaga hubungan baik dengan teman seangkatan, karena mereka yang akan menjadi teman seperjuangan kalian selama kuliah. Jangan egois dan mau maju sendiri, ya.

4. Tetap jaga kesehatan fisik maupun mental! Akan sangat sulit mengejar ketertinggalan materi jika tidak hadir kuliah karena sakit, belum lagi progress skills lab yang berpotensi terhambat jika satu kali saja tidak hadir. Sesekali kamu dapat beristirahat dan refreshing. Dan yang paling penting: jangan lupa tidur! Seringkali keasikan nugas atau belajar sampai subuh malahan mengakibatkan datang ke kampus dalam keadaan tidak prima.

5. Jauhi system kebut semalam! Pada awal modul, mahasiswa akan diberikan jadwal perkuliahan selama modul berlangsung, sehingga jadwal ujian sudah dapat diketahui. Cicil materi kuliah dan usahakan untuk memahami materi skills lab lebih awal agar dapat mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah yang akan dikerjakan.

Last but not least, jangan patah semangat kalau tiba-tiba menemui masalah di tengah jalan. Nilai tutorial jelek, nilai ujian jelek, bahkan hasil praktikum yang tak kunjung diterima (karena belum sesuai dengan yang seharusnya dikerjakan) adalah hal yang pernah saya alami selama masa kuliah. Tapi, saya terus berusaha untuk menjadi lebih baik pada semester berikutnya. Saya yakin, intipers juga pasti bisa!

Harapan kedepannya?

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, tentunya saya berharap dapat menyelesaikan pendidikan sarjana dengan hasil yang memuaskan, dan melanjutkan pendidikan profesi. Cita-cita saya setelah menjadi dokter gigi adalah melanjutkan pendidikan dan mengajarkan apa yang saya telah pelajari kepada mahasiswa lainnya. Singkatnya, saya ingin jadi dosen. Semoga tulisan saya ini dapat memotivasi intipers untuk memilih program studi Pendidikan Dokter Gigi dan menjadi dokter gigi Indonesia yang unggul.

Kode kontenL X423

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *