Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Pendidikan Indonesia

Pendidikan Teknik Bangunan UPI (Tazkia)

Pendidikan Teknik Bangunan UPI (Tazkia)

Halo sahabat Intip Kuliah, saya Tazkia Chandra Pelita Sukma yang biasa dipanggil Tazkia dari program studi Pendidikan Teknik Bangunan UPI angkatan 2017. Sesuai judul artikel ini, saya akan sedikit membahas dan memberikan kesempatan teman-teman untuk sedikit mengintip jurusan saya, yaitu Pendidikan Teknik Bangunan. Untuk penjelasan detailnya yuk kita simak artikel ini. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya. Kalian juga bisa nonton versi videonya melalui link berikut. Klik Disini

Pendidikan Teknik Bangunan UPI kalo lulus jadi kuli bangunan?

“Jurusan Bangunan? kalo lulus jadi apa tuh? kuli bangunan ya, kak? Teknik Bangunan tuh nanti jadi Arsitek dong ya?”

Hayo ngaku siapa yang sempet berpikir seperti itu?? wahh sepertinya banyak yang salah paham sama jurusan Pendidikan Teknik Bangunan nih. Pendidikan Teknik Bangunan UPI adalah program studi yang berada dalam naungan Departemen Pendidikan Teknik Sipil (DPTS). Di UPI sendiri, DPTS terdiri dari 2 program studi, yaitu Teknik Sipil (S1) dan Pendidikan Teknik Bangunan (S1) itu sendiri.

Slide3

Jadi, Pendidikan Teknik Bangunan bukanlah Arsitek, melainkan termasuk ke dalam disiplin ilmu ketekniksipilan. Bedanya apa ya sama Arsitek dan Teknik Sipil? Secara umum, yang membedakan Pendidikan Teknik Bangunan dengan Teknik Sipil hanyalah dari gelar kelulusan dan predikat “Pendidikan”. Pendidikan Teknik Bangunan akan menghasilkan mahasiswa dengan gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan) sedangkan Teknik Sipil dengan gelar S.T (Sarjana Teknik). Lalu untuk perbedaan antara Pendidikan Teknik Bangunan dan Arsitektur adalah, kalau arsitektur lebih condong untuk mendesain bentuk bangunan, sedangkan Pendidikan Teknik Bangunan dengan dasar ketekniksipilan mengaktualisasikan gambar desain arsitektur untuk dibangun di lapangan. Dan yang khas dari UPI adalah output dari program studi Pendidikan Teknik Bangunan adalah diutamakan menjadi guru SMK.

Jadi, gimana nih sahabat Intip Kuliah? Sudah bisa memahami Pendidikan Teknik Bangunan belum? Semoga sekarang sudah gak salah paham lagi ya.

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini

Pendidikan Teknik Bangunan UPI belajar di Lapangan? Atau di Kelas?

Buat sahabat Intip Kuliah yang penasaran sama suasana kelas Pendidikan Teknik Bangunan, saya akan menjelaskan nih apa saja mata kuliah yang dipelajari, dan apa saja yang dilakukan selama perkuliahan. Semester awal, mata kuliah yang dipelajari adalah mata kuliah dasar umum dan dasar keguruan. Ada matematika dasar, fisika dasar, landasan pendidikan, bimbingan dan konseling, kurikulum dan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Mata kuliah dasar dan keguruan ini berguna agar kita dapat memahami dasar-dasar untuk diaplikasikan. Mata kuliah praktik, ada praktikum Ilmu Ukur Tanah, Mekanika Tanah, Praktik Kayu (seperti membuat rak, bubut, dan kusen), Praktik Baja (mengelas baja). Ada juga Teknik Finishing dan Furniture, dan Praktik Batu Beton (membuat pondasi, dinding batu bata, memasang keramik).

Selain mata kuliah yang disebutkan, masih banyak mata kuliah lain sesuai dengan penjurusan yang diminati. Jadi, porsi antara praktik dan teori di Pendidikan Teknik Bangunan adalah seimbang. Tugas khas tiap mata kuliah adalah adanya tugas terstruktur atau tugas besar yang harus diasistensikan tiap progresnya. Tentu saja, kalimat familiar dari tugas besar ini adalah “revisi” dan “ACC”, karena tugas besar akan selalu dikoreksi oleh asisten dosen atau dosen pengampu yang bersangkutan. Selain itu, syarat lulus di Pendidikan Teknik Bangunan harus menyelesaikan Praktik Industri atau dikenal dengan istilah PKL (Praktik Kerja Lapangan), Praktik Mengajar (PPL), Kajian Komprehensif (dikenal dengan istilah Tugas Akhir), dan terakhir adalah Skripsi.

Praktik Lapangan

Penjurusan di Pendidikan Teknik Bangunan UPI ada apa aja?

Peminatan di Pendidikan Teknik Bangunan dimulai saat memasuki semester 6. Penjurusan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu Gedung/Struktur, Jalan & Jembatan/Transportasi, dan Bangunan Air. Mahasiswa dibebaskan untuk memilih salah satu penjurusan tersebut dengan mengontrak mata kuliah yang sudah diberikan. Kalau saya pribadi, saya memilih penjurusan Jalan & Jembatan. Mata kuliah yang saya ambil untuk penjurusan ini yaitu Teknik Jembatan, Teknik Jalan Raya, Metode Pelaksanaan  dan Pengawasan Jembatan, Metode Pelaksanaan dan Pengawasan Jalan. Penjurusan ini yang akan menentukan tema/topik untuk Kajian Komprehensif dikarenakan topik kajian harus selinier dengan peminatan yang diambil. Jadi, sebisa mungkin konsisten dan sesuai ya sahabat Intip Kuliah.

TnT (Tips n’ Trick) !

“kak.. tips untuk kami yang maba dong kak? kira-kira apa aja yang harus disiapkan ya?”

Oke, jadi untuk adik-adik yang berminat untuk kuliah di Pendidikan Teknik Bangunan UPI, tips dari saya adalah temukan hal yang menarik minat dan alasan kalian untuk memilih prodi/jurusan ini. Lalu, kalian harus siap dengan mata kuliah yang mengutamakan hitungan atau eksak, karena di Pendidikan Teknik Bangunan gak akan jauh dari rumus dan kalkulator. Tantangan kuliah di Pendidikan Teknik Bangunan sebenarnya timbul dari diri masing-masing, yang terpenting adalah selalu konsisten, fokus pada target, dan tepat waktu. Dengan mengutamakan hal tersebut, saya jamin tidak ada kesulitan yang menghambat progres kuliah. Pastikan jangan salah jurusan ya 🙂 Tetap semangat dan jadilah diri sendiri.

Lihat vlog dari ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Prospek kerja, hari gini lulusan Bangunan jadi apa? 

Eits.. jangan cepat bermuram hati. Visi misi Pendidikan Teknik Bangunan mengutamakan lulusannya menjadi tenaga pendidik seperti guru SMK Bangunan. Namun, kalian juga bisa bekerja di proyek selain menjadi guru. Kalian bisa bekerja di Kontraktor seperti WIKA, PP, Adhi Karya, dan perusahaan kontraktor lainnya. Selain itu, prospek menjadi Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas juga tidak menutup kemungkinan. Apalagi di masa sekarang, Indonesia sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur seperti jalan, gedung, pelabuhan, bendungan, dan lain-lain. Prospek kerja akan semakin luas dan terbuka lebar untuk lulusan Pendidikan Teknik Bangunan. Jadi, jangan khawatir ya sahabat Intip Kuliah.

I wish….

Harapan saya untuk kedepannya adalah lulus tepat waktu di tahun 2021. Untuk jangka panjangnya, saya ingin melanjutkan studi S2 di Teknik Sipil UGM sambil bekerja di perusahaan Kontraktor. Dan tidak lupa, saya selalu berharap akan banyak adik-adik penerus saya yang belajar di program studi Pendidikan Teknik Bangunan UPI. Selain itu, harapan dan cita-cita terbesar saya adalah menjadi salah satu dosen Teknik Sipil di Universitas yang ada di Indonesia. Semoga tercapai, Aamiin.

Kode konten: X461

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *