KKN

Pengalaman KKN

Pengalaman KKN

Perkenalkan nama saya Dinda Rizki Wahyuni mahasiswi Program studi Ilmu Tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Oh iya saya angkatan 2016 salam kenal untuk semuanya.  Kali ini saya akan membagikan pengalaman selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN yang saya ambil kemarin itu adalah KKN Reguler jadi pihak lembaga universitas yang menentukan tempat kami KKN nantinya. Enaknya di KKN reguler ini biasanya kami di tempatkan di daerah-daerah yang terpelosok dan jumlah setiap kelompok bisa mencapai 10 orang. Pembagian kelompok KKN ini di tentukan oleh pihak lembaga LPPM-nya jadi dalam satu kelompok terdiri atas beberapa fakultas yang berbeda. Disana kita akan bertemu dengan orang-orang yang baru bahkan tidak pernah kita kenal sebelumnya. Tapi itulah bagian terserunya heheheh.

Sebelum melaksanakan KKN kami tidak dilepas begitu saja, ada yang namanya pembekalan. Pembekalan wajib karena masuk SKS. Sebelum melaksanakan pembekalan biasaya dari lembaga sudah dibagi kelompok KKN dan desa yang akan menjadi tempat KKN. Jadi jauh-jauh hari sebelum pembekalan sudah saling memperkenalkan diri via sosmed. Kalo kemarin sih kami komunikasi melalui Whatsapp. Saling berkomunikasi pra KKN itu penting dilakukan sebagai upaya pendekatan diri (PDKT J) supaya saat sudah di posko gak kaku-kaku amat dan berbaur bisa lebih santai.

Ada beberapa hal yang harus di persiapkan sebelum melaksanakan KKN yaitu mempersiapkan perlengkapan apa saja yang akan dibawa selama KKN. Banyak sih yang perlu dibawa, tapi kali ini saya akan memberikan tips-tips agar packing barang-barang yang dibawa lebih efisien.

promo-web
  1. Bawalah barang-barang yang diperlukan saja, tidak pelu membawa banyak barang yang nantinya tidak akan digunakan terlalu sering.

Contoh :

Pakaian

  • Jas Almamater
  • Baju santai (3-4 setel)
  • Baju formal (1 setel)
  • Baju untuk berpergian (2-3 setel)
  • Pakaian dalam secukupnya
  • Jaket
  • Kaos kaki
  • Sepatu
  • Sandal Jepit

Perlengkapan tidur

  • Kasur lipat
  • Bantal
  • Selimut

Perlengkapan mandi

  • Sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, dll
  • Handuk

dst

  1. Bagilah perlengkapan menjadi dua yaitu perlengkapan pribadi/individu dan perlengkapan kelompok. Ini dilakukan untuk menekan biaya.

Selain tips-tips packing ada hal-hal yang paling penting diperhatikan dalam melaksanakan KKN antara lain :

1)      Tentukanlah struktur organisasi dalam kelompok KKN, jabatan yang paling penting diadakan adalah ketua kelompok yang tugas  pokoknya adalah memimpin, mengkoordinasi serta mengendalikan kegiatan KKN, sekretaris yang memiliki tugas pokok dalam melaksanakan administrasi kesekretariatan dan melakukan koordinasi antar pengurus dan kelembagaan, dan yang terakhir adalah bendahara yang memiliki tugas pokok dalam melaksanakan pengelolaan keuangan dan pengadaan kebutuhan barang organisasi dalam pelaksanaan KKN

2)      Hindari konflik dalam pelaksanaan KKN utamakan tujuan karena pada dasarnya kita melaksanakan KKN adalah untuk mengabdi kepada masyarakat. Tinggalkan ego masing-masing.

3)      Kerjasama tim sangat diperlukan dalam melaksanakan program kerja baik itu program kerja individu maupun program kerja kelompok. Semua anggota harus bahu-membahu saling membantu demi terlaksananya program kerja.

4)      Sebelum melaksanakan KKN sebaiknya dilakukan survei lokasi tujuan KKN

5)      Selalu ingatlah di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung.

Sebelumnya saya menyebutkan untuk melakukan survei lokasi, nah survai ini penting untuk dilakukan. Tempat tinggal kita dimana, karena tentu saja walaupun KKN setidaknya kita menginginkan kenyamanan bukan? Bukan berarti kenyamanan disini harus tinggal di rumah yang ber-AC dan sebagainya. Kenyamanan yang dimaksud di sini adalah apakah rumah yang kita tempati punya dekat dengan rumah warga? Apakah dekat dengan sumber air? dll.

Dalam melaksanakan KKN kita tentu saja sudah merancang program kerja apa saja yang akan dilaksanakan. Dalam penentuan program kerja sebaiknya berdiskusi dengan perangkat desa. Perangkat desa akan membantu memberi tahukan masalah apa saja yang terdapat di desa sehingga kita sebagai mahasiswa pelaksana program KKN dapat membantu memberikan solusi kepada masyarakat. Selain berdiskusi dengan perangkat desa perlu juga melakukan pendekatan dengan karang taruna desa. Karang taruna inilah yang nantinya akan membantu kita dalam melaksanakan program kerja sekaligus jembatan untuk mendekatkan diri dengan warga desa.

Dalam melaksanakan kegiatan KKN banyak hal yang terjadi, mulai dari selisih paham dengan sesama anggota, anggota yang tidak mau bekerja dalam melaksanakan program, anggota yang tidak membaur dengan masyarakat, bahkan timbul persepsi miring oleh masyarakat tentang kelompok KKN kami. Hal-hal tersebut dapat kami atasi dengan sering berdiskusi pada malam harinya setelah briefing kegiatan untuk besok. Ngomong-ngomong tentang briefing ada kejadian lucu, jadi ceritanya dari pagi hingga sore kami semua sibuk melaksanakan kegiatan sehingga pada saat pulang ke posko smua anggota kelelahan dan mengakibatkab pada malam harinya tidak melakukan briefing. Jadi, keesokan harinya kami masih capek walaupun ada beberapa anggota yang punya stamina gorila hehehhe, rasa lelah menyebabkan dalam satu hari kami semua tidak ada yang melaksanakan kegiatan. Dan yang punya stamina lebih tersebut akhirnya tidak tau harus berbuat apa dan malah ikut tidur-tiduran di posko.

Selama KKN ada tatangan tersendiri dalam melaksanakan kegiatan yang tentu saja cukup membuat kami memutar otak untuk memecahkan masalah tersebut. Pada saat kami melaksanakan kegiatan kurangnya minat masyarakat dalam menjadi tantangan tersendiri bagi kami. 40 hari bukanlah waktu yang cukup untuk benar-benar dekat dengan masyarakat. Saya teringat ucapan salah satu warga desa yang saya ajak ngobrol di desa, di bilang begini “wah, hanya 40 hari ya. Barulah dekat dengan masyarakat eh sudah pisah”. Yup benar sekali kami mulai dekat dengan masyarakat desa pada 2 minggu terakhir sebelum kepulangan kami. Kami merasa terikat dengan masyarakat desa. Sedih rasanya harus meninggalkan desa, bocah-bocah yang biasanya meramaikan posko kami bahkan ada yang menangis tak rela kami pulang.

Ada satu cerita yang paling bikin saya terharu selama KKN, jadi selama KKN kami tinggal di rumah anaknya Pak Kades. Anaknya Pak Kades ini sudah berkeluarga dan punya anak perempuan imut banget pokoknya pinter pula, padahal umurnya baru 1,8 tahun. Ada anggota kami yang paling dia senangi namanya angga, angga ini orangnya emang kelihatan mudah akrab sama anak kecil. Pokoknya cucunya pak kades ini maunya nempel terus sama angga. Bahkan dia akan nangis apabila di tinggal sama angga dan cemburu kalo angga direbut sama orang lain. Saking dekatnya angga dengan Queen (nama cucu pak kades) kami menjulukinya istri masa depannya angga. hehheh

Ada pelajaran berharga yang dapat saya ambil selama KKN yaitu KKN mengajarkan kita untuk hidup bermasyarakat yang tidak kita dapatkan selama duduk di bangku kuliah, orang-orang yang kita baru kenal akan tampak sifat aslinya setelah seminggu-dua minggu kenal. Kalau kita klop banget sama tu orang bakal susah buat pisah lagi. Contoh nih saya, jadi saya punya teman yang benar-benar akrab sampai sekarang bahkan kami masih sering berkomunikasi lewat Whatsapp, videocall bareng dan sering nginep dikosannya. Pokoknya udah susah gitu buat dilupain gitu aja.

Sekian cerita pengalaman KKN saya selama 40 hari, tidak banyak yang dapat saya share disini, semoga bisa menjadi referensi kalian kedepannya dan bisa lebih mempersiapkan diri dalam melaksanakan KKN.

Salam hangat,

 

Kode Konten : KL020

 

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *