PKM Dikti

Perjalanan PKM Dikti Teknologi Hasil Perikanan

Perjalanan PKM Dikti Teknologi Hasil Perikanan

Sudah familiar dengan PKM Dikti? Ada beragam penyebutan, mulai dari PKM Dikti hingga PKM Kemristekdikti. Walaupun saat ini perguruan tinggi sudah tergabung dalam Kemendikbud. Namun banyak mahasiswa yang lebih mengenalnya dengan PKM Dikti. PKM merupakan kependekan dari Program Kreativitas Mahasiswa. PKM ini adalah kompetisi karya ilmiah skala nasional di tingkat perguruan tinggi. Gampangnya, kalau waktu sekolah ada KIR (Karya Ilmiah Remaja), di saat kuliah ada PKM.

Nah sekarang ada pertanyaan, apa perbedaan PKM dengan lomba karya ilmiah lainnya. Hmm, begini, jika mengikuti LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah), karya kita akan diseleksi dan kemudian dipilih pemenangnya. Kalau PKM, saat pendaftaran kita perlu mengajukan proposal. Nantinya kalau karya kita lolos, kita akan didanai untuk merealisasikan karya tersebut. Menarik kan? Berarti yang didanai yang juara? Oh belum, itu masih permulaan. Cukup dulu penjelasan singkat mengenai PKM ya. Nanti kita bahas lebih dalam lagi. Biar semakin penasaran.

Alur PKM Dikti

Jadi kalau dulu, tahun 2018 ada 5 kategori atau bidang dari PKM Dikti, yaitu:

  1. PKM Bidang Kewirausahaan (PKM-K)

Sudah jelas bukan dari namanya, jika dalam PKM-K diharapkan mahasiswa mampu menumbuhkan jiwa wirausaha. Jualan? Iya benar. Tetapi bukan hanya jualan barang saja loh. Kita bisa mengembangkan ide berupa jual jasa. Tujuannya tentu memperoleh keuntungan finansial. Contohnya usaha cuci helm, cuci sepatu dan lain-lain.

  1. PKM Bidang Teknologi (PKM-T)

Pada PKM-T, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan teknologi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya dituntut membuat alat yang canggih. Namun alat tersebut harus dapat digunakan oleh masyarakat. Masyarakat disini disebut dengan mitra. Misalnya saja membuat alat pemanen jagung otomatis, maka sudah pasti harus bermitra dengan petani jagung.

schooters
  1. PKM Bidang Karsa Cipta (PKM-KC)

Belum pernah mendengar? Jadi PKM-KC hampir sama dengan PKM-T. Hanya saja perbedaannya, yaitu pada PKM-KC tidak harus memiliki mitra. Serta alat yang dibuat boleh dalam bentuk prototype. Misalnya membuat alat yang inovatif dan baru. Namun perlu diketahui, alatnya juga jangan yang mustahil dan harus mudah untuk diimplementasikan ya. Misalnya saja jangan membuat alat penghenti waktu. Kan gak mungkin :’)

  1. PKM Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M)

Pada PKM-P ini ada tantangan tersendiri loh. Harus berhadapan langsung dengan masyarakat. Iya kalau masyarakat menerima, bagaimana kalau ditolak? Duh, sakit dong. Eh, jadi ada semacam simbiosis mutualisme disini. Misalnya saja mengelola desa wisata.

  1. PKM Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) dan Bidang Sosial Humaniora (PKM-PSH)

Ada dua jenis PKM Penelitian, yang pertama adalah penelitian eksakta. Penelitian ini berupa penelitian sains. Misalnya di bidang kedokteran. Dan kedua adalah penelitian sosial humaniora, seperti mengamati perilaku manusia.

Oh ya, ini berdasarkan pedoman PKM 2018. Setiap tahun pasti ada perubahan persyaratannya. Jadi kepoin aja website PKM Dikti. Nah, setelah mengetahui bidang PKM dan sudah tau mau memilih PKM apa. Ada lagi yang harus diketahui ya.

Jadi, PKM ini harus berkelompok, terdiri dari 3-5 orang. Punya ide tapi butuh bantuan mahasiswa jurusan lain? Boleh banget loh dalam satu kelompok terdiri dari beberapa jurusan. Asal masih dalam satu kampus yang sama ya. Nah setelah membuat proposal sesuai ketentuan pedoman, kemudian apa? Tunggu saja pengumuman pendanaan. Kalau lolos pendanaan, maka lanjutin implementasi karyanya. Biasanya waktunya 3 bulan. Setelah itu apa? Kalau di Universitas Brawijaya, akan ada monitoring dan evaluasi (monev). Di monev ini kita harus menyampaikan progress penelitian kita. Biasanya akan ada beberapa monev. Kalau di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ada 2-4 kali monev loh. Berat? Itu belum seberapa, di tingkat universitas (monev internal) ada 2-3 kali monev juga. Jadi total ada 4-7 kali monev. Tetapi ini tergantung kebijakan masing-masing kampus loh ya.

Nah, detik-detik menuju penilaian semakin dekat. Setelah itu, kita akan dihadapkan dengan monev yang diadakan oleh Dikti langsung (monev eksternal). Pada monev eksternal ini akan dinilai langsung oleh juri yang ditunjuk Dikti. Jurinya adalah dosen dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Deg-degan gak tuh? Setelah itu, tim yang lolos berhak ke ajang PIMNAS. Di PIMNAS ini kita akan bersaing dengan tim dari seluruh kampus di Indonesia. Mereka merebutkan juara 1, 2, 3 serta kategori best poster dan best presentation. Keren kan?

Cerita PKM THP

Seperti pada penjelasan artikel sebelumnya mengenai Program Studi THP. Pasti banyak yang mengira jika THP hampir sama dengan jurusan Tata Boga. Padahal sangat berbeda ya. Di THP, tidak hanya dituntut menghasilkan suatu olahan pangan. Namun pangan tersebut harus fungsional. Seperti halnya yang pernah penulis alami. Saat itu, sebenarnya penulis hanya coba-coba iseng berhadiah. Jangan ditiru ya! Kalau mau ikut PKM harus mempersiapkan diri dengan matang.

Kebetulan saat ada mata kuliah Metode Ilmiah, mahasiswa diwajibkan membuat proposal dengan topik yang unik. Nah, karena dirasa ide penulis cukup menarik (menurut penulis sendiri wkwk). Akhirnya penulis mencoba membentuk tim dan mengirimkan proposal. Idenya mengenai penelitian eksakta. Ternyata, tidak disangka proposalnya lolos. Jujur saja, bukannya senang. Kami satu tim kebingungan karena penelitiannya cukup sulit karena berhubungan dengan ilmu kedokteran. Kami harus melakukan penelitian pada tikus putih sebagai objek percobaan. Tentunya banyak tantangan dihadapi. Sebelumnya sangat takut tikus, jadi terpaksa pegang tikus, mulai dari dicakar dan digigit sudah biasa. Data yang error, baru pertama kali memegang alat yang khas kedokteran banget dan banyak lagi. Tetapi kenangan itu tidak bisa dilupakan!

Topik PKM THP

Jika kamu bertanya-tanya topik apa yang pas untuk PKM Dikti Prodi THP. Mungkin kamu akan setuju kalau THP erat kaitannya dengan PKM-PE. Memang benar, tapi dari bidang penelitian itu sebenarnya bisa dikembangkan menjadi berbagai bidang PKM loh. Misalnya saja penelitian membuat minyak ikan, dengan tujuan untuk mengetahui manfaatnya (PKM-PE). Kemudian pembuatan minyak ikan tersebut ingin diajarkan kepada kelompok nelayan di sebuah desa pesisir (PKM-M). Atau ingin dikomersialkan atau dijual (PKM-K). Lalu muncul harapan minyak ikannya dapat diproduksi massal dengan jumlah banyak (PKM-T atau PKM-KC). Dari satu topik bisa dikembangkan ke berbagai bidang bukan?

Nah, kira-kira saran apa yang tepat untuk pemilihan ide PKM Dikti di THP? Bisa dilihat dari mata kuliah THP saja gaes. Misalnya:

  • Teknologi Pengemasan : membuat kemasaan menarik dan ramah lingkungan produk perikanan yang bisa dijual.
  • Diversifikasi Produk : membuat pangan anti kanker, anti diabetes dan lain-lain.
  • Dasar-Dasar Pengawetan : menemukan metode terbaik pengawetan ikan.
  • Mikrobiologi Pangan Ikani : membuat aksi pencegahan terhadap kontaminasi mikroba pada produk perikanan.

Serta masih banyak lagi topik di THP yang bisa dijadikan ide untuk PKM Dikti. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut PKM Dikti kan. Belum sah jadi mahasiswa kalau belum pernah ikut PKM Dikti dong.

Kode Konten: Q125

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *