PGSD, Universitas Muhammadiyah

PGSD UMS (Yusa)

PGSD UMS (Yusa)

Halo Intipers. Perkenalkan saya Pressilia Yusa Pramesti, alumni mahasiswa FKIP jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta (PGSD UMS) angkatan 2015. Disini saya ingin membagikan pengalaman kuliah saya selama 4 tahun di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Yuk, simak pengalaman saya!

Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat saya balas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Apa yang dipelajari di PGSD UMS?

Banyak sekali yang dipelajari di jurusan ini. Seperti konsep dasar IPA, Matematika, PKN, IPS, Bahasa Indonesia seperti mata pelajaran yang terdapat di Sekolah Dasar. Selain itu, juga diajarkan mengenai psikologi Pendidikan, filsafat Pendidikan, bimbingan konseling untuk siswa SD, manajemen sekolah, kepramukaan, strategi dan media pembelajaran yang tepat digunakan bagi siswa Sekolah Dasar dan juga terdapat mata kuliah tambahan seperti kesenian (tari dan karawitan), seni musik, seni rupa, kebudayaan, dan olahraga. menurut saya jurusan PGSD ini adalah jurusan yang unik. Karena prodi ini mempelajari berbagai keilmuan. Sehingga menjadikan mahasiswa PGSD ini menjadi mahasiswa yang sibuk dan padat. Ohiya, dulu awal masuk kuliah sering dibilang orang kalau jurusan PGSD itu gampang. Cuma melajarin pelajaran anak SD saja. Opini tersebut berlanjut sampai saya lulus. Padahal, realitanya sangat jauh dari ekspetasi dan bahkan lebih sulit dari sekedar pelajaran anak SD.

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini

Mata kuliah PGSD UMS dan Dosen favorit?

Dari beberapa mata kuliah yang dipelajari di atas, terdapat mata kuliah dan tugas yang khas di PGSD. Yakni praktikum (simulasi mengajar) dan membuat media pembelajaran yang baik dan menarik untuk siswa SD. Hampir setiap mata kuliah selalu ada simulasi mengajar beserta media pembelajarannya. Contohnya di mata kuliah konsep dasar IPA seorang mahasiswa ingin mengajarkan materi tentang perkembangbiakan hewan, di dalam konteks ini mahasiswa tidak hanya sekedar mengajarkan/menyampaikan materi kepada siswa secara lisan saja, tetapi dituntut bagaimana cara mengajarkan dengan baik yang dapat menarik perhatian dan konsentrasi belajar siswa dengan berbagai perbedaan karakteristik yang dimiliki siswa SD, media pembelajaran serta strategi apa yang cocok untuk siswa yang hiperaktif, pendiam, atau susah dalam menerima pelajaran.

Selain itu, microteaching juga makul wajib bagi mahasiswa PGSD. Dalam makul ini, seorang mahasiswa diberi kesempatan simulasi praktek mengajar yang hanya diberikan waktu 15 menit di ruangan yang hanya terdapat 15 mahasiswa. Mahasiswa memilih materi sesuai dengan mata pelajaran anak SD dari kelas 1 sampai kelas 6 dan membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta media pembelajaran yang wajib. RPP adalah sejenis perangkat pembelajaran yang wajib bagi calon guru, karena RPP ini memuat tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa.

Mata kuliah dan dosen favoritku di UMS adalah mata kuliah seni musik yang diampu oleh Ibu Annisa. Karena makul ini santai tapi asyik dan tidak membuat jenuh. Contohnya, ada salah satu tugas untuk mengaransemen lagu dengan barang-barang bekas. Misalnya, ember, botol, kaleng, dll yang bisa menghasilkan bunyi. Terlebih jika yang hobi musik pasti suka sekali makul ini.

Makul kepramukaan

Konsentrasi di Pendidikan Guru Sekolah Dasar UMS?

Seperti namanya. Di jurusan ini lebih fokus/konsentrasi mengenai bagaimana memahami siswa terkhususnya siswa SD. Mendalami berbagai karakter anak yang berbeda-beda. Bagaimana cara mengajar, menyampaikan materi agar benar-benar siswa nanti akan benar-benar memahami apa yang disampaikan oleh gurunya. Misalnya, ketika seorang guru mengajar maka guru dihadapkan dengan berbagai sifat dan karakter anak. Seperti anak yang pendiam, pemalu, tidak berani mengutarakan pendapat/enggan bertanya, hiperaktif, sulit untuk memahami apa yang telah diajarkan. Dengan hal tersebut, maka guru harus memilih strategi pembelajaran apa yang cocok dengan masing-masing karakter yang dimiliki siswanya.

Tips-tips untuk adik-adik Maba PGSD UMS

Tips untuk maba PGSD, pertama kalian harus banyak belajar, cari referensi, baca buku mengenai psikologi anak, Pendidikan karakter ataupun lainnya yang berhubungan dengan anak dan strategi pembelajaran apa yang tepat digunakan. Terutama usia anak SD. Karena ini adalah bekal utama untuk kalian para calon guru. Dan hal ini akan berguna banget ketika kalian magang dan ketika kalian akan mengajar nanti. Ketika kita magang nanti ataupun sudah mengajar fakta di lapangan lebih sulit daripada sekedar teori. Karena nantinya kita akan berhadapan langsung dengan siswa dengan berbagai macam karakternya. Kedua, kalian harus terbiasa mengatur waktu dan disiplin mengenai tugas. Karena banyak tugas yang menanti kalian. Khususnya membuat media pembelajaran. Bagi mahasiswa PGSD, media pembelajaran adalah hal yang wajib dibawa dan dibuat. Hampir setiap makul PGSD menggunakan media pembelajaran. Tak heran jika seiap hari selalu ada tugas kelompok yang berbeda-beda dan membuat waktu cukup tersita. Jadi, nanti buat sekreatif dan semenarik mungkin.

Lihat vlog dari ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Prospek kerja dan alumni kerja dimana?

Sebagian besar alumni lulusan PGSD UMS bekerja sebagai guru kelas di SD/MI. Ada juga yang sudah menjadi kepala sekolah MI di Jawa Tengah, tentor di lembaga bimbingan belajar, dosen.

Harapan dan rencana setelah lulus?

Setelah lulus saya akan melanjutkan sekolah profesi keguruan saya atau PPG (Pendidikan Profesi Guru) kurang lebih selama 1 tahun. Agar ilmu saya terus berkembang dan menambah wawasan sehingga nantinya mampu menjadi guru yang professional serta mampu menjadi seorang abdi negara yang turut andil dalam memajukan bangsa, mencetak generasi-generasi cerdas, berakhlak mulia, dan meningkatkan kualitas SDM. Harapan saya selanjutnya setelah lulus sekolah profesi, saya berharap untuk mendapatkan beasiswa pascasarjana dimanapun untuk menigkatkan kualitas ilmu yang saya miliki. Serta ingin mendirikan Yayasan sosial dan penyedia beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu dan berprestasi.

Kode konten: X379

Komen dibawah! 10

  1. Eska Hasanah

    hai ka izin bertanya ppg itu seperti apa ya ka?di mana saja yang menyelenggarakan dan berapa tahun sekali di adakan serta kita bisa dapat info ppg dari mana?dan apa bedanya ppg dengan plpg?terima kasih ka

    • pressiliayusa

      Hai, Eska terima kasih sudah bertanya. Jadi, PPG (Pendidikan Profesi Guru) adalah sekolah lanjutan bagi seorang guru atau bisa dikatakan sekolah profesi. Tujuan dari PPG ini adalah mencetak calon-calon guru profesional nantinya. Hal-hal yang dipelajari ketika menempuh sekolah profesi ini pun hampir sama seperti saat kuliah. Bedanya, sekolah profesi lebih fokus dalam mempelajari strategi pembelajaran, media pembelajaran, model pembelajaran, dll yg baik khususnya untuk siswa SD dengan berbagai karakter yg berbeda-beda. Perkuliahan ini ditempuh kurang lebih selama 1 tahun. Dan ketika sudah lulus nanti kita akan mendapatkan sertifikat pendidik. Nah, sertifikat inilah nanti yg digunakan untuk memperoleh tunjangan sertifikasi ketika sudah menjadi guru. Untuk kampus penyelenggara PPG tergantung dari Kemenristekdikti. Jadi, yg berwenang menunjuk kampus-kampus pilihan/penyelenggara dari pihak Kemenristekdikti. Bisa di kampus swasta/negeri. Untuk pembukaan pendaftaran PPG juga sesuai keputusan dari pusat. Bisa 1 tahun sekali/dua kali. Untuk info pembukaan PPG biasanya dari pihak kampus akan membagikan infonya, dan bisa buka di IG @info_ppg disitu info seputar PPG. Bedanya PPG dan PLPG. Sebenarnya hampir sama antara PPG dan PLPG. Sama-sama untuk memperoleh sertifikasi. Hanya waktu study’nya saja yg berbeda. PPG waktu study’nya kurang lebih 1 tahun, sedangkan PLPG hanya 11 hari. Sebenarnya PPG ini juga pengganti dari PLPG. Karena PLPG terakhir diselenggarakan pada tahun 2015. Dan untuk tahun 2015-sampai sekarang menjadi PPG. Terima kasih. Mungkin jika belum ada yang jelas bisa ditanyakan kembali 🙂

      • Eska Hasanah

        oh jadi seperti itu ka,untuk ppg sendiri apakah berbayar dan apakah ada tes klo ada tes nya sepeti apa ya ka?

        • pressiliayusa

          Iya, Eska. Kebetulan untuk PPG ada 2 jenis macamnya. Ada PPG Daljab (Dalam Jabatan) dan PPG Prajabatan. Untuk PPG Daljab tidak berbayar alias gratis karena dibiayai oleh pemerintah. Tapi, PPG Daljab hanya diperuntukkan bagi guru yg sudah mengajar beberapa tahun (5 tahun/10 tahun) kadang juga lebih.
          Dan harus menunggu panggilan dulu dari pusat serta tergantung kuota yg disediakan. Atau dengan kata lain menunggu antrian. Untuk masa study’nya hanya 6 bulan. Sedangkan, untuk PPG Prajabatan diperuntukkan bagi calon guru/mahasiswa yg baru lulus kuliah yg belum mengajar (fresh graduate).
          Nah, kalau PPG Prajabatan ini biaya mandiri/berbayar. Sebenarnya dulu ada PPG Prajabatan yg subsidi/dibiayai oleh pemerintah tapi terakhir 2017/2018.
          Untuk tahun 2019 dan mungkin sampai yg akan datang PPG Prajabatan akan diberlakukan biaya mandiri. Iya, ada tesnya. Baik PPG Daljab ataupun PPG Prajabatan tes’nya sama. Materi yg diujikan adalah materi yg sudah dipelajari ketika kuliah. Seperti teori belajar, model pembelajaran, dll.
          Dan juga ada materi IPA, IPS, PKN, Matematika, Bahasa Indonesia yang dipelajari untuk siswa SD. 🙂

  2. Belva

    Hallo kak, saya juga bercita2 jadi mahasiswa di pgsd, tp saya binggung kalo peluang pekerjaannya kecil karena hanya di lingkup sd, menurut kakak gimana? Banyak saudara saya yang merekomendasikan menggambil pendidikan matematika atau ekonomi tapi saya masih bimbang karena saya merasa bukan passion saya?

    • pressiliayusa

      Hallo juga, Belva. Terima kasih sudah bertanya. Mengenai pertanyaan belva, memang hal tersebut selalu dialami oleh kaum muda. Fase ini biasa disebut quarter life crisis. Mengenai peluang jurusan di PGSD, memang lebih banyak berpeluang kerja di lingkup SD/MI karena memang basic’nya mencetak calon-calon guru SD nantinya. Tapi, ada juga kok yang tidak bekerja sebagai guru SD kalau setelah lulus nanti. Seperti bekerja sebagai tentor di lembaga bimbingan belajar tertentu atau juga bisa mendirikan lembaga belajar sendiri, dan juga bisa juga menjadi pegawai bank, dll karena memang ada sebagian pekerjaan yg menerima semua jurusan. Dulu, ketika lulus SMA kakak pun juga seperti belva ketika akan melanjutkan kuliah bingung menentukan jurusan. Dan ketika sudah menentukan jurusan yang diinginkan tapi kurang disetujui oleh orang tua. Akhirnya setelah berdiskusi, kakak akhirnya ikut pilihan orang tua, karena insyaAllah orang tua selalu memilihkan yg terbaik untuk anaknya. Mengenai passion, kakak dulu juga ragu apakah jurusan tersebut sesuai dengan passion kakak, tapi setelah dijalani kakak pun bisa menyesuaikan dan menyelesaikan study dengan baik. Selama kita mau belajar, sesuatu yang bukan menjadi passion kita, insyaAllah jika kita mau berusaha belajar semua akan menjadi mudah. Namun, balik lagi kepada belva, apakah belva sudah mendiskusikan dengan orang tua belva?
      Kalau belum coba belva diskusi sama orang tua dahulu. Karena ridho orang tua adalah segalanya. InsyaAllah ridho orang tua juga ridho Allah. 🙂

  3. Riska Yulia

    Halo kak, terima kasih banget udah diberi tahu beberapa hal tentang kuliah di pgsd. Saya ingin bertanya buku psikologi anak yang bagus itu apa ya kak? Apakah ada saran kakak sebelum maba pgsd ums memulai kuliahnya? Kan seperti sekarang masih nganggur kan kak jadi apakah ada hal khusus yang sebaiknya dipersiapkan? Dan dari pengalaman kuliah kakak di Pgsd ums itu lebih bagus pakek binder atau kwarto ya kak? Apa di daerah ums sana ada banyak kos kosan yang dekat dengan kampus kak? Soalnya saya bukan orang solo. Untuk sks pgsd ada berapa ya kak di setiap semester? Untuk pramuka dan hw apakah itu dijadikan satu matkul atau dibedakan ya kak? Mohon dijawab ya kak terima kasih 🙂

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *