Psikologi, Universitas Sebelas Maret

Psikologi UNS (Farah)

Assalamu’alaikum, Halo perkenalkan nama saya Farah Fauziyah, saat ini saya mahasiswa semester 4 jurusan Psikologi UNS, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sedikit cerita, sebelumnya saya mengalami kegagalan SNMPTN dengan jurusan yang sama di universitas sebelah hehe.. but this isn’t a failure sampai akhirnya aku diterima melalui jalur tes SBMPTN pada tahun 2019 lalu. Jadi teman- teman yang saat ini masih berjuang dari kegagalan jangan pernah menyerah, pasti akan datang sesuatu yang baik didepan:). Kesibukan saya saat ini adalah kuliah dan apply beberapa aktivitas diluar kampus.

Sering sekali saya mendengar isu- isu yang menyimpang mengenai mahasiswa jurusan psikologi di Indonesia, baca pikiran orang? jurusan tanpa hitungan? dan masih banyak lagi. Yuk simak dan temuin jawabannya dari pengalamanku disini.

Apa itu Psikologi?

Psikologi itu mudahnya adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari apa, mengapa, dan bagaimana perasaan dan perilaku itu muncul. Setiap yang ada di dalam diri manusia semuanya memiliki sebab dan tugas psikologilah mencari tahu (disebut assesmen) dan memberikan perlakuan (disebut intervensi). Dilihat dari penjelasan diatas kayanya psikologi itu “subjektif” banget ya? Mmm nggak salah pemikiran teman- teman, tapi perlu digaris bawahi juga kalau ilmu ini merupakan bagian dari ilmu pasti yang punya basic metode, artinya tidak semua orang tanpa pendidikan atau pelatihan bisa melakukannya. Nah, terjawab ya jadi bukan bisa membaca pikiran orang melainkan lebih peka dan empati dari perubahan sikap/ perilaku seseorang dibandingkan dengan orang awam.

Profesi psikologi memiliki beberapa macam, peminatan yaitu Psikologi Klinis, Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, dan Psikologi Forensik. Dari kelima peminatan tersebut, psikologi UNS paling banyak memiliki lulusan pada profesi psikologi klinis, PIO, dan psikologi Pendidikan. Peminatan ini akan mulai diarahkan di semester IV dengan memilih mata kuliah pilihan sesuai dengan minat profesi. Apabila kamu memiliki money oriented, ingin cepat memiliki pekerjaan yang seatled maka pilihan terbaik adalah peminatan Psikologi Industri Organisasi. Sedangkan apabila kamu memiliki minat “membantu” dan tidak mempermasalahkan jabatan ataupun gaji yang didapat maka peminatan klinis dan perkembangan bisa menjadi pilihan. Kalau menanyakan minat saya, sampai saat ini saya berminat pada psikologi klinis dan menjadi mimpi saya untuk menjadi seorang psikolog.

Di Psikologi UNS belajar apa aja?

Sudah jadi pertanyaan umum apa sih perbedaan psikologi saintek & soshum? Jawabannya adalah tidak ada. Mata kuliah psikologi UNS dan universitas lain tidak memiliki perbedaan yang signifikan, yang beda hanya saat tes jalur masuknya saja. Di semester 1, banyak mempelajari mata kuliah umum seperti, sosiologi, agama, Bahasa Indonesia, filsata umum, dan basic knowledge lain yang pasti relevan juga berguna kedepannya. Di semester selanjutnya sudah masuk pada materi psikologi tapi masih sekedar dasar teori dan meningkat menjadi lebih praktik di semester selanjutnya. To be honest, semua yang dipelajari itu menarik banget karena relate dengan kehidupan sehari- hari dan bisa kita langsung amalkan kepada lingkungan sekitar.

Nah di Psikologi juga ada hitung- hitungan loh,,, iya ada. Nama mata kuliahnya adalah statistika, psikometri, dan konstruksi tes. Kemudian pertanyaan selanjutnya, susah ga belajar ketiganya? Tidak ada yang sulit teman- teman, karena kita akan diajarkan oleh dosen dan juga ada tugas yang menunjang pemahaman. Fungsi belajar hitungan itu adalah untuk memastikan alat tes psikologi yang nantinya kita uji adalah alat tes yang reliabel dan valid sehingga dapat memperoleh hasil yang sesuai. Selain itu, di psikologi UNS juga saya belajar mengenai teknik observasi dan wawancara. Dua mata kuliah itu disebut psikodiagnostika karena merupakan teknik yang bertujuan mendiagnosis kepribadian seseorang secara mendalam. Di sini mahasiswa banyak diminta mencari subjek yang bisa diberikan perlakuan, setelah itu dibuat laporan. Wah, pokoknya menarik deh.

Yang menarik dari Psikologi UNS…

Saat ini psikologi UNS masih bergabung dengan prodi kedokteran di dalam Fakultas Kedokteran, tetapi psikologi UNS sejak tahun 2020 sudah memiliki Akreditasi A loh. Selain itu, psikologi UNS bisa dikatakan mandiri, karena memiliki Himpunan Mahasiswa yang aktif dan memiliki berbagai UKM berupa pengembangan potensi mahasiswa psikologinya. Selama 4 semester belajar di psikologi di UNS dengan dua semester offline dan dua semester online, Alhamdulillah saya sudah lumayan banyak mengambil pengalaman sana sini. Dua kepengurusan Himpunan Mahasiswa Psikologi, beberapa kepanitiaan ospek, kepanitiaan seni psikologi, dan juga aktif dalam UKM tari saman.

Psikologi UNS ada kuliah lapangannya gak, sih? Di sini mahasiwa diwajibkan kuliah lapangan atau magang pada semester 5 akhir sebelum masuk semester 6 teman- teman. Untuk yang memiliki minat klinis bisa magang di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) atau biro psikologi, sedangkan untuk yang berminat pada industri bisa magang di perusahaan atau dinas psikologi, dan untuk yang peminatan Pendidikan kamu bisa magang di sebuah sekolah atau sistem Pendidikan tertentu. Kesempatan magang maupun tempat kerja lulusan psikologi sangat luas karena dimana ada manusia disitu psikologi dapat berguna. Selain magang, di Psikologi UNS ini juga ada KKN yaitu kuliah kerja nyata di semester 7.

Psikosamantik - salah satu bentuk pengembangan potensi mahasiswa psikologi

Psikosamantik – salah satu bentuk pengembangan potensi mahasiswa psikologi

Tips untuk Mahasiswa Baru Psikologi UNS?

Mata kuliah di Psikologi ini sangat berhubungan dengan permasalahan yang ditemukan di kehidupan sehari- hari. Maka, selama mempelajari materi perkuliahan saya tidak merasa sebuah beban melainkan keuntungan membantu untuk mengatasi permasalahan yang kita hadapi. Psikologi UNS memiliki nilai kekeluargaan yang sangat kuat, nilai tersebut bukan hanya dari teman satu Angkatan saja, tetapi juga dosen, kakak tingkat dan civitas akademik lainnya. Banyak dosen yang memberikan saran ketika saya mahasiswa baru. Selain itu, proses pengenalan kampus atau ospek oleh kakak tingkat banyak memberikan manfaat sehingga penting bagi maba untuk mengikuti segala rangkaiannya. Tips lainnya adalah mulailah berlatih untuk peka dan empati dalam menjalankan kehidupan sosial, bagaimana cara dealing with stressor, dan teliti dalam bekerja karena semakin banyak melakukan diagnosis semakin banyak data yang harus dijaga kerahasiaan dan keutuhannya. Selain itu, sebagai mahasiswa baru, mengikuti organisasi/ kepanitiaan dalam kampus juga bisa menjadi pilihan dalam rangka bonding dengan lingkungan baru dan pencarian relasi sebanyak- banyaknya. Mengikuti organisasi/ kepanitiaan mengajarkan softskill yang tidak didapatkan melalui pembelajaran di dalam kelas. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa kegiatan diluar akademik ini tidak boleh menghambat akademik sehingga perlu untuk membuat skala prioritas kita agar dapat menyeimbangkannya.

Kode Konten: X492

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *