Kebidanan

Sarjana Terapan Kebidanan Stikes Karya Husada (Cynthia)

Sarjana Terapan Kebidanan Stikes Karya Husada (Cynthia)

Halo sahabat intip, apa kabar? Dimana pun kalian berada semoga selalu sehat ya. Perkenalkan nama saya Cynthia Eifel Alfarezita, teman-teman semua bisa memanggil saya Cynthia. Saya mahasiswa program alih jenjang Sarjana Terapan Kebidanan Stikes Karya Husada Semarang. Kebetulan saya mengambil kelas non reguler, karena saya sudah bekerja sebagai PNS. Dan untuk perkuliahan ini saya mengambil program Izin Belajar (Ibel).

Teman-teman sudah tahu tentang program kuliah alih jenjang? Sebelumnya sudah pernah ada yang membahas, tapi disini saya akan sedikit menyinggung tentang program alih jenjang. Jadi kuliah alih program ini adalah program kuliah untuk mahasiswa yang sebelumnya telah menyelesaikan perkuliahan dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, misalnya seperti saya dari yang sebelumnya telah lulus D3 Kebidanan lalu melanjutkan ke S1 Kebidanan atau Sarjana Terapan Kebidanan.

Program alih jenjang Kebidanan ditempuh dalam waktu 1 tahun, dimana terdapat 2 semester yang harus dilalui. Jadi 2 semester itu sudah termasuk waktu menyelesaikan skripsi ya. So, memang waktunya singkat dan padat. Tapi tidak perlu takut ya teman-teman, karena mata kuliahnya bisa diikuti kok, asal kalian rajin masuk kuliah dan mencatat materi. Di dalam 2 semester ini meliputi teori dan praktek. Prakteknya bisa di Rumah Sakit dan Puskesmas. Seperti saya yang sudah bekerja di Rumah Sakit maka praktek hanya dilaksanakan di Rumah Sakit.

Kuliah Sarjana Terapan Kebidanan Stikes Karya Husada

Berhubung saya mahasiswa program alih jenjang Sarjana Terapan Kebidanan, maka saya langsung ceritakan dulu tentang perkuliahannya ya. Nanti akan saya sedikit ulas tentang Sarjana Terapan Kebidanan dan bagaimana Undang-Undang profesi Bidan sekarang ini. Jadi teman-teman, seperti yang saya jelaskan diatas, program studi ini ditempuh dalam waktu 2 semester ya. Jumlah SKS nya kurang lebih ada 36 SKS.

Pada semester pertama, atau masuknya semester 6, ada 10 mata kuliah dimana dibagi dalam 2 blok. Blok pertama ada 5 mata kuliah. Mata kuliah ini hampir sama dengan mata kuliah ketika D3 yaitu mengenai kehamilan, persalinan, nifas, BBL dan neonatus. Intinya kita diajarkan untuk mengulas dan mengingat kembali pelajaran dasar kebidanan. Lalu untuk blok ke 2, ada 5 mata kuliah juga. Nah pada blok kedua ini, mata kuliahnya beda dengan D3. Mengapa? Saya jelaskan dulu bahwa untuk program studi Sarjana Terapan Kebidanan di Stikes Karya Husada Semarang ini memiliki keunggulan yaitu Ketrampilan Natural Basic Terapi atau Terapi Komplementer.

schooters

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini

Terapi Komplementer

Terapi komplementer ini merupakan salah satu terapi non farmakologis yang sesuai dengan evidance based yang dapat menjadi alternatif dalam memberikan terapi pada klien. Jadi di blok 2 ini kita diajarkan tentang bagaimana memberikan natural terapi pada klien atau pasien. Misalnya pada kehamilan, kita akan diajarkan tentang Effleurage Massage, Endorphine Massage, Prenatal Yoga, Hipnoterapi. Lalu pada persalinan ada Gentle Birth, Hypnobirthing, Aromaterapi. Pada masa nifas, ada tentang Hypnobreastfeeding, pijat oksitosin, ratus. Dan pada materi bayi kita akan diajarkan tentang Baby Spa, Pijat Bayi, Hypnoparenting, Baby Gym dan masih banyak lagi. Harapannya adalah setelah lulus, para lulusannya bisa menjadi bidan yang kreatif dan inovatif yang mampu memberikan pelayanan yang berbeda dari lainnya.

Semester 7, akan ada 6 mata kuliah meliputi Kecenderungan Isu Global, Kegawatdaruratan Komunitas, Metodik Khusus, Natural Advanced Terapi 1 dan 2 serta Midwifery V. Nah, jika di semester 6 adalah Natural Basic Terapi, maka di semester 7 akan lebih diperdalam lagi serta ditambahkan materi-materi yang yang sebelumnya belum ada, seperti Pijat Kolik pada bayi, lalu Pijat Batuk Pilek untuk bayi. Jadi kita tidak hanya akan tau basicnya saja tapi juga pengembangan dari Natural Terapinya.

Undang-Undang Kebidanan

Sebelum membahas ke Undang-undang Kebidanan, saya akan ceritakan dulu mengenai jenjang pendidikan Kebidanan. Karena masih banyak yang belum paham tentang D4 Kebidanan dan S1 Kebidanan. Jadi D4 Kebidanan dan S1 Kebidanan itu adalah SAMA. Dalam KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), untuk D4 dan S1 itu sama-sama berada di level 6. Nah, untuk saat ini D4 Kebidanan itu sudah tidak ada lagi D4 Pendidik, D4 Klinik maupun D4 Komunitas. Dimana penyebutannya disamakan yaitu sarjana, baik sarjana terapan maupun akademik.

Berdasarkan UU Kebidanan tahun 2019 Bab II Pasal 4 tentang Pendidikan Kebidanan, menyebutkan bahwa pendidikan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Akademik, Vokasi dan Profesi.  Hal ini menjelaskan tentang 4 Jenjang Pendidikan Kebidanan yang diakui UU, yaitu : DIII Kebidanan, S1 Profesi, S2 Magister dan Program Doktoral. Jadi dapat disimpulkan bahwa S1 Kebidanan/D4 Kebidanan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus disandingkan dengan profesi, atau dengan kata lain setelah menyelesaikan jenjang S1/D4 Kebidanan harus melanjutkan ke jenjang profesi. Hanya saja bedanya disini adalah jika dari S1 Kebidanan bisa langsung melanjutkan ke profesi, tapi jika D4 harus mengikuti matrikulasi terlebih dahulu, jadi waktu tempuh studinya sedikit lebih lama.

Sekilas tentang Pendidikan Bidan

Mungkin teman-teman ada yang masih bingung bagaimana jenjang pendidikan bidan, disini akan saya jelaskan secara singkat ya.

D3 Kebidanan : merupakan jenjang pendidikan vokasi, ditempuh dalam waktu 3 tahun. Saat lulus akan diberi gelar A.md.Keb/Amd.Keb/Am.Keb/AM.Keb. Harus mengikuti UKOM untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi)

S1/D4 Kebidanan : merupakan jenjang pendidikan sarjana, ditempuh dalam waktu 4 tahun jika dari SMA dan kurang lebih 1 tahun jika alih jenjang dari D3. Saat lulus akan diberi gelar S.Keb (akademik) atau S.Tr.Keb (terapan). S1/D4 ini saat ini tidak bisa langsung mendapat STR, tetapi harus melanjutkan ke jenjang profesi terlebih dahulu. Karena untuk saat ini hanya ada STR vokasi dan STR profesi.

Profesi Bidan : merupakan jenjang pendidikan profesi bagi pendidikan kesehatan. Ditempuh dalam waktu 1-1,5 tahun. Saat lulus akan mendapat gelar Bd./Bdn. Setelah lulus wajib mengikuti UKOM/UKBI untuk mendapat STR profesi.

Selanjutnya ada S2 dan S3 Kebidanan.

Nah bagi teman-teman yang saat ini sedang menempuh jenjang Sarjana Terapan Kebidanan seperti saya, segera mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke jenjang profesi ya. Bagi yang saat ini menempuh D3 Kebidanan dan berkeinginan untuk melanjutkan ke S1, harus mempersiapkan diri juga bahwa setelah jenjang sarjana, ada jenjang profesi yang tidak bisa dipisahkan.

Aku ingin kuliah Kebidanan, apa sih persiapannya?

Bagi teman-teman yang ingin kuliah kebidanan, tidak ada persiapan yang terlalu gimana-gimana kok. Cukup kalian persiapkan diri untuk belajar lebih giat lagi dan banyak-banyak membaca. Karena kuliah kebidanan itu banyak materi yang harus dipahami. Tetapi yang terpenting, kalian harus tekun dan sepenuh hati yang mengikuti perkuliahannya sampai selesai.

Lihat vlog dari ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Prospek lulusan Sarjana Terapan Kebidanan Stikes Karya Husada

Lulusan Sarjana Terapan Kebidanan banyak prospek kerjanya ya teman-teman. Diantaranya menjadi bidan di Rumah Sakit, Puskesmas, klinik juga bisa di PMB (Praktek Mandiri Bidan) baik sebagai pemilik maupun yang bekerja didalamnya. Bisa juga menjadi PNS ataupun bisa menjadi tenaga pendidik atau dosen. Nah untuk teman-teman yang berkeinginan untuk mendirikan PMB, harus lulus Sarjana + profesi ya. Sesuai undang-undang saat ini, jika hanya D3 belum bisa untuk mendirikan PMB sendiri.

Harapan ke depannya setelah lulus dari program Sarjana Terapan Kebidanan Stikes Karya Husada

Setelah lulus Sarjana Terapan Kebidanan ini, saya ingin melanjutkan ke jenjang profesi. Kemudian juga ingin bisa melanjutkan ke jenjang magister. Tapi karena profesi saya yang saat ini sebagai PNS, tentu harus mengikuti peraturan yang ada. Dan semoga ilmu yang saya dapat, bisa sapa kembang dan aplikasikan di Rumah Sakit tempat saya bekerja serta bisa memberikan dampak bagi klien dan pasien.

Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Bila ada pertanyaan, saya akan dengan senang hati menjawab. Atau bisa langsung ke IG : @cynthia_eas Terimakasih.

Kode konten: X457

 

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *