Bahasa Arab, Universitas Gadjah Mada

Sastra Arab UGM  (Cahaya)

Sastra Arab UGM  (Cahaya)

Halo sobat intipers! Aku Cahaya Mulyani Sakti jurusan Sadtra Arab UGM / Universitas Gadjah Mada angkatan 2018. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Lanjut bacanya ya intipers. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Secara umum, Jurusan Sastra Arab UGM  itu seperti apa?

Jadi sebelum masuk ke sastra arab UGM, kita banyak mendengar pemikiran dari orang-orang diluar sana bahwa lulusan sastra arab inipaling enggak jadi guru bahasa arab atau tidak menjadi dosen bahasa arab, atau jadi TKI. Ternyata setelah saya menyelam lebih jauh lagi ke sastra arab UGM ini, sastra arab UGM tidak hanya terbatas dari bahasa dan sastra saja, tapi juga bahasa, sastra, dan budaya. 

Bahasa

Bahasa kita belajar tentang linguistik, nahwu shorof, kalau kita berbicara tentang bahasa asing, tentu saja dalam bahasa inggris ada listening, writing, dan reading, di bahasa arab juga ada pengetahuan bahasa arab lisan dan tulis. Untuk sastranya, kita belajar tentang perkembangan sejarah sastra arab, tidak hanya sastra arab yang ada saat ini, namun juga dimulai dari saat sastra arab jahili, kemudian perkembangannya saat rasulullah tiba membawa islam, kemudian pada saat khulafaur rasyidin, bani umayyah, dan seterusnya pasti ada karakteristik mereka masing-masing. 

Budaya

Kemudian kalau budaya, pada semester awal itu kita disuguhkan dengan pengetahuan tentang dunia arab, kita dulu waktu mendengar kata arab yang terbersit dalam pikiran kita adalah saudi arabia, hanya sekitar itu saja, ternyata dunia arab sangat luas sekali, dari geografisnya saja itu terbentang dari Irak sampai Maroko, dan itu terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Afrika, diantara itu ada yang menyempil tuh yang disebut Israel, nah itu bukan termasuk negara arab, begitu juga Iran. Negara arab itu terdiri atas banyak, sekitar 21 negara. 

Bagi kalian yang ingin mendapatkan info jurusan dan masuk perguruan tinggi follow Instagram @intipkuliah. Akan ada live lebih dari 60 jurusan per bulan. Klik Disini

Kemudian untuk di sastra arab UGM itu tidak hanya terbatas bahasa, sastra, dan budaya, tapi juga mata kuliah yang menunjang di dunia kerja salah satunya bahasa asing. Kita kalau dari sastra arab itu fi rekomendasikan untuk belajar bahasa turki, rusia, ibrani, tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk kita belajar diluar bahasa itu, misalnya bahasa yang ditawarkan oleh fakultas ilmu budaya seperti jepang, perancis, dan lain sebagainya. Tentunya kita diajarkan seni yaitu kaligrafi dan khot, khot itu bagaimana kita menulis bentuk bahasa arab yang baik dan benar agar rapi dan terbaca. Kita dari fakultas ilmu budaya itu ada mata kuliah wajib yaitu praktik kebudayaan arab, disana ada batik, karawitan, dan lain sebagainya. Jadi kita tidak belajar hanya bahasa dan sastra saja, tapi lebih luas dari itu. 

Apa yang jadi alasan masuk Jurusan Sastra Arab UGM?

Alasannya yang pertama itu saya sudah jatuh cinta kepada sastra, saya juga jatuh cinta pada menulis karena itu adalah salah satu hobi saya, kemudian bagaimana sih caranya hobi ini menjadi ilmu yang bermanfaat? Kemudian bagaimana caranya berkarya menggunakan ilmu, kemudian saya berpikir oh sastra itu adalah ilmu yang cocok dan pilihan yang terbaik. Pada zaman saya mahasiswa baru itu tahun 2018, yang merupakan fase saya ingin sekali memperdalam ilmu agama, kemudian saya berpikir bagaimana ya sastra tapi juga belajar ilmu agama, jadi saya pilih sastra arab. 

Saya juga mencari lingkungan yang membantu perubahan itu tadi, bertemu dengan kawan-kawan bahasa arab, kemudian mengingat lagi kalau bahasa arab itu bahasa Al-quran, kemudian selain itu kita mengetahui sejarah literasi arab itu sangat luar biasa, bagaimana kepiawaian kita menulis menjadi tolak ukur keindahan, kecerdasa, dan juga kesempurnaan peradaban manusia.

Apa mata kuliah dan tugas yang khas dari jurusan ini?

Untuk tugas khas itu seperti pada umumnya satra dan bahasa itu menerjemah, selain itu kita sering ngeriviuw, resume, atau presentasi dan diskusi dengan tema-teman, kemudian mengidentifikasi karya sastra baik itu prosa, puisi, novel, dan naskah drama, kita juga diharuskan pengayaan atau pengembangan materi itu secara mandiri gitu.

Adakah konsentrasi atau kelompok keahlian di jurusan ini?

Ada, jadi saya baru menemukan di semester 6 ini, sastra arab UGM juga menawarkan konsentrasi penerjemahan dan konselor. Untuk penerjemahan itu tentu saja fokus ke bahasa dan sastra, bahasa itu belajar linguistik dan turunannya. Kemudian kalau sastra itu belajar gaya bahasa arab. 

Kemudian untuk konselor itu kita belajar bagaimana hubungaan internasional, diplomasi, ada teori globalisasi, geopolitik dan geobudaya, dan komunikasi masa. Untuk geoplitik dan geobudaya itu kita bisa mengetahui isu yang ada di arab seperti arab spring, isu-isu Palestina yang diduduki Israel, itu bisa kita ketahui dari geopolitik dan geobudaya.

Ada berapa jalur masuk di jurusan kamu?

Tahun 2018 itu saya mengetahui ada jalur SNMPTN, SBMPTN, Mandiri dan Bibit unggul. Kemarin saya masuk di jalur mandiri, kemudian kalau bibit unggul itu ada jalur tidak mampu dan jalur prestasi. Kemudian pasinggrade dari sastra arab kalau tidak salah terakhir saya liat itu 45,5%, dan kita bisa dilihat di website resmi UGM.

Ada tips buat mahasiswa baru Sastra Arab UGM?

Secara umum yang pertama itu niat kita untuk belajar, menuntut ilmu itu harus diluruskan. Jangan sampai kita kuliah itu karena melihat perkembangan orang lain. Orang lain kuliah, kenapa saya tidak? Jangan sampai kita mempunyai pemikiran seperti itu. 

Intinya dalam kuliah ini kita menuntut ilmu agar menjadi orang yang bermanfaat dan juga keseriusan kita, dalam dunia SMA itu jauh berbeda dengan dunia perkuliahan, kita tidak hanya cukup menerima ilmu saja, tapi juga dituntut untuk mengembangkannya.

Tips saya adalah yang pertama jatuh cinta, bagaimana kita jatuh cinta dengan sastra arab mulai dari kita jatuh cinta kepada Al-qur’an, karya-karya bahasa arab, nah karya-karya bahasa arab itu tidak hanya karya modern saat ini, kita bisa membaca puisi dari Sandin Sabit, Abdullah bin Rawahas, syair Imam Syafi’i, itu sangat menarik sekali, dan kemudian kita belajar sastrawannya siapa saja, sejarahnya bagaimana, dan juga mempelajari karya-karya nya dengan baik karena dengan bahsa itulah kita akan memahami hal-hal yang sudah aku sampaikan tadi. 

Berkarya

Kemudian untuk temen-temen maba, dan untuk semuanya juga, mari kita terus berkarya, jangan sampai kita berkarya setelah lulus sarjana, kemudian jangan menyerah. Untuk teman-teman maba saya ingin menyampaikan bahwa dalam kuliah jangan menyerah, kebanyakan di sastra arab UGM bukan hanya dari pondok saja, itu ada teman-teman yang dari SMA, MAN, itu macem-macem, kebisaan mereka terhadap bahasa arab juga berbeda-beda, kemudian banyak sekali anak SMA yang kemudian menjadi mahasiswa sastra arab insecure kerana menganggap dirinya belum bisa bahasa arab dibanding teman-teman yang lulusan pondok, jangan sampai itu membuat semangat kit ajadi turun, bahkan kita harus lebih berjuang dengan keras untuk bisa memahami materi kuliah dan tidak tertinggal, jangan membandingkan diri kita dengan orang lain, karena kita berbeda, kita harusnya melihat perkembangan dari diri kita sendiri, kita yang dulu dan sekarang itu bagaimana, kemudian kita evaluasi menjadi lebih baik setiap harinya. 

Lihat vlog dari ratusan mahasiswa di seluruh Indonesia di Youtube Intip Kuliah. Klik Disini

Bagaimana prospek kerja dari alumni jurusan ini?

Prospek kerja itu luar biasa luas sekali. Kalau saya bisa menyimpulkan itu kitta bisa menjadi apa saja. Lulusan sastra arab secara garis besar ada tiga yaitu akademisi, penerjemah dan konselor, wirausaha. Akademisi itu misalnya menjadi dosen, tenaga pengajar. Kemudian pengajar di sastra arab UGM itu mayoritasnya dari sastra arab UGM juga. Beliau banyak melakukan penelitian, banyak yang sedang mengambil doktor sekarang. 

Untuk konselor itu kita punya alumni yang luar biasa, salah satu dari mereka itu doktor Hajriyanto. Beliau merupakan duta besar Indonesia untuk Lebanon. Ada pak Azis Surya, beliau duta besar Indonesia untuk Mesir. Kemudian ada Mahfud MD mentri koordinator bidang politik dan pertahanan. Beliau juga alumni dari sastra arab UGM. Kita juga punya mbak Umay dan mas Ago, beliau berdua itu adalah diplomat ahli pertama di Timur Tengah. Kita punya banyak sekali alumni yang menjadi penulis dan membuka penerbitan, salah satu diantara mereka itu ada mbak Mutia Eswan, salah satu job beliau itu menjadi content creator dan manajer dari operational rans publisher, kemudian beliau juga menerbitkan banyak buku, begitu juga dengan mas Agus, beiau juga mempunyai penerbitan sendiri, penulis, editor. 

Kemudian kita punya mbak Nila, Irma, tulisan mereka sudah banyak dibaca. Tidak hanya alumni sastra arab saja, kita sebagai mahasiswa sastra arab sudah banyak sekali yang menerbitkan buku, yang sudah memiliki karya. Nah itu contoh betapa suksesnya alumni sastra arab di bidangnya masing-masing.

Apa harapan dan rencana setelah lulus?

Untuk rencana itu pasti ada, karena kita harus visioner, harus menerapkan rencana A-Z dan saking banyaknya itu, saya belum bisa menceritakan detailnya namun yang jelas kita sebagai mahasiswa itu harus tetap belajar, mau menuntut ilmu, apapun profesi kita, itu bukan alasan kita untuk tidak belajar. Belajar sungguh-sungguh, kemudian harapannya mahasiswa sastra arab di UGM ini dan teman-teman semuanya bisa kontribusi dalam budaya literasi, karena budaya literasi ini juga menyumbang banyak perkembangan peradaban manusia, kemudian ilmu ini tersalurkan dengan bermanfaat. 

Dengan pengetahuan bahsa arab mudah-mudahan kita mampu lebih jatuh cinta lagi dengan Al-quran, dan bahasa arab ini sjuga pastinya akan mempermudah kita dalam memahaminya, dan semoga dengan itu kita bisa berdakwah mengajak orang-orang kepada kebaikan. 

Q&A

  • Kalau jalur mandiri di UGM apakah kita langsung datang ke kampus untuk tes? Atau online? Karena aku dari Sulawesi

Halo teman-teman, untuk tahun yang 2020 kemarin qodarullah ada covid, itu mungkin yang kemarennya ujian tulis, menjadi ujian tulis berbasi komputer, nah itu bisa lewat online, tidak harus kita ke Yogyakarta, memang kampus sedang ditutup, dan aksesnya juga terbatas karena kita inginmemutus rantai dari penyebaran covid ini

  • Bisa daftar KIP kuliah enggak untuk jalur mandiri?

Bisa, teman-teman juga dengan jalur seperti itu.

  • Apakah kalau mau daftar di sastra arab UGM harus bisa bahasa arab terlebih dahulu?

Temen-temen semua, ini informasi untuk kita semua. Dulu aku juga dari SMA yang tentunya tidak ada basic bahasa arab sama sekali. Aku mengambil jurusan sastra arab itu merupakan salah satu keberanian yang luar biasa tanpa ada pegangan. Saat semester awal itu saya memang tertatih karena saya tidak bisa bahasa arab sama sekali. Namun, ada suatu ketika dosen memberikan sebuah form yang berisikan kosakata bahasa arab dan kita diminta untuk menerjemahkannya. Saya saat mengerjakan itu, saya hanya bisa mengerjakan dua soal saja, karena itu saya sering melihat di Al-quran.

Disitu dosen bukan ingin melihat kita berkopenten atau tidak. Justru darisana dosen tahu bahwasannya beberapa mahasiswanya belum bisa mengenal bahasa arab. Kemudian kita dituntun selama semester satu dan dua. Kita mendapatkan kertas yang sama di semester berikutnya, ternyata kita sudah bisa ngisi 50 itu tadi. Itu adalah bukti bahwa disini kita belajar bareng-bareng. Tidak ada istilahnya ini berasal dari pondok udah bisa, terus kita yang belum bisa sama sekali dilupakan, dan tidak dibimbing. Dosen juga membuat tutor, mahasiswa baru dibuatkan kelompok. Kemudian masing-masing kelompok diberikan tugas kepada kakak tingkat atu senior kita yang semester 5 keatas untuk membantu memahami bahasa arab

  • Kak bisa digambarkan sedikit tes masuk bahasa arab? Dan bagaimana tingkat keketatannya? Sebelumnya aku alumni pesantren pengen masuk sastra arab UGM

Aku kemarin masuknya lewat jalur Utul. Tentu saja soal-soalnya ya seputar soshum, bukan tentang bahasa arab. Kalau dari pesantren, itu sesuatu keunggulan dan sesuatu yang harus disyukuri. Nanti bahasa arabnya sudah bisa dan bisa mengajarkan bahasa arab untuk teman-temannya yang belum menguasai. Untuk keketatannya, saya belum tau pasti. Namun kita harus melihat pasinggrade, daya tampung, untuk kita bisa melihat daya saing kita. Kemudian di sastra arab itu tidak hanya ada anak pesantren saja, tapi banyak banget, jadi gak ada istilahnya dosen langsung ngomong bahasa arab dan kit ahanya diem melongo.

  • Kak untuk dosen-dosennya berarti alumni timur tengah semua ya?

Bukan sih, maksudnya dosen-dosen kita ini alumni sastra nya sastra arab UGM, kemudian untuk magisternya itu ada beberapa dari timur tengah, tapi tidak semuanya.

Kode konten: C407

Komen dibawah! 3

  1. ulrica cinta

    kak jujur saya mau masuk sastra arab ugm tapi saya masih bingung, pertama saya belum bisa bahasa arab sama sekali terus saya juga bingung ntar cari lowongan pekerjaannya dimana kak, bisa tolong beri saya saran biar hati saya mantap untuk masuk sastra arab kam

  2. ulrica cinta

    kak jujur saya mau masuk sastra arab ugm tapi saya masih bingung, pertama saya belum bisa bahasa arab sama sekali terus saya juga bingung ntar cari lowongan pekerjaannya dimana kak, bisa tolong beri saya saran biar hati saya mantap untuk masuk sastra arab kak

  3. ulrica cinta

    kak saya mau masuk sastra arab ugm, tapi saya belum bisa bahasa arab sama sekali, terus saya juga bingung nanti cari lowongan pekerjaannya dimana kak apakah lowongan pekerjaan sastra arab itu banyak? tolong beri saya saran agar hati saya mantap untuk masuk sastra arab terimakasih kak

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *