Bimbingan dan Konseling, Student Exchange

Student Exchange di Negeri Jiran

Student Exchange di Negeri Jiran

Halo semuanya, kenalin namaku Pradnyandari aulia rahma, biasa dipanggil Lia. Aku mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling di Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2018. Sekarang aku sedang berada di Negeri Jiran untuk melaksanakan tugasku sebagai mahasiswa student exchange. Kalau boleh jujur, apa yang aku jalani sekarang adalah bagian dari impian-impianku di masa lalu. Termasuk student exchange ini. Dulu, aku hanyalah seorang anak kecil yang berharap bisa merasakan mengenyam pendidikan di negeri orang. Setelah perjalanan panjang melewati suka dan duka… finally, i’m here! Duduk santai bersama segelas teh hangat yang baru diseduh serta tak lupa sepiring cemilan khas negeri jiran, roti canai!

Perjalananku sebagai mahasiswa student exchange bermula saat aku mendengar temanku membicarakan mengenai student exchange. Aku yang baru saja pulang kampung dan tertinggal informasi mencoba mencari tahu detailnya. Akhirnya tanpa basa basi aku langsung menuliskan namaku di sebuah kertas pendaftaran. Setelah cukup lama senyap, kabar mengenai student exchange ini kembali mencuat ke permukaan, tidak tanggung-tangggung informasinya langsung diunggah secara resmi di web career and development center UPI. Tekad bulat dan keinginanku sejak kecil mendorong aku untuk segera melakukan pendaftaran. Setelah membaca dan memahami syarat-syarat pendafatarannya, aku berdiskusi dengan orang terdekat, Saat aku benar-benar mantap, aku segera melakukan registrasi dan menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Saat itu, berkas yang di perlukan cukup banyak. Seperti transkrip nilai terakhir, membuat essay, sertifikat toefl dan kegiatan yang pernah diikuti, surat persetujuan dari orang tua, dan lain-lain. Meskipun cukup banyak, semuanya tertera dengan jelas di web jadi tidak perlu khawatir. Setelah hectic menyiapkan apa yang perlu disiapkan, aku dan teman-temanku yang lain pergi ke Career and Development Center UPI untuk mengumpulkan semua berkas-berkasnya. Setelah menunggu sekitar satu bulan, muncul pengumuman seleksi berkas. Berkas-berkas yang dikumpulkan tadi kemudian di seleksi oleh pihak CDC dan jurusan.

unisa

Satu bulan kemudian…Setelah menyelesaikan segala urusan kuliah hari itu, aku bergegas pulang ke kosan. Hari itu cukup melelahkan bagiku dan aku sudah berencana untuk tidur siang saja. Ketika mataku sudah mulai terpejam, handphone ku berdering. Notifikasi grup baru “Student Exchange BK” aku berfikir grup itu berisi mahasiswa yang mengikuti seleksi student exchange kemarin. Ternyata tidak saudara-saudara, grup itu berisi mahasiswa yang lolos mengikuti student exchange diperkuat dengan dikirimnya Surat Keputusan dari KA Prodi. Aku yang saat itu sudah setengah tidur sibuk mencari namaku. Dan yaa namaku tertera disana. Perasaanku saat itu tidak karuan. Tentu aku senang tapi segala kebimbangan pun ikut serta menyambut lolosnya aku dalam program student exchange ini. Hari itu kami (mahasiswa yang lolos student exchange) diminta untuk berkumpul di lantai 8 FIP untuk bertemu dengan dosen pembimbing. Akupun bergegas menuju FIP lagi. Sesampainya di FIP, bertemulah aku dengan teman-teman yang lain. Kutemui wajah mereka tidak berbeda jauh dengan wajahku. Wajah bahagia dan kebimbangan. Aku, teman-teman beserta dosen pembimbing bertemu dalam satu tempat membicarakan cukup banyak hal mengenai student exchange dan satu ucapan beliau yang aku ingat betul. “Ini bukan akhir perjuangan kalian. Tapi inilah awal perjuangan kalian” Dan ya… sejak hari itu, aku beserta teman-teman yang lain memulai segala kesibukan mempersiapkan keberangkatan. Kesibukan pertama kami adalah mengurus paspor. Bagi mahasiswa yang belum memiliki paspor, kami harus membuat paspor terlebih dahulu. Prosedur pembuatan paspor tidak serumit yang aku bayangkan sih, terlebih jika tujuan untuk apply adalah untuk belajar atau kuliah di luar negeri. Setelah sekitar satu bulan paspor jadi, step selanjutnya adalah mengurus visa students. Ini sih step yang paling panjang dari semuanya. Dan memang ini yang paling penting. Tanpa visa, kita tidak bisa belajar di Malaysia. Kami diminta untuk mengisi cukup banyak berkas. Mulai dari data pribadi, foto, sampai kondisi kesehatan. Dan diantara semuanya, part tersusah menurutku adalah foto. Fotonya harus benar-benar sesuai dengan kreteria di web. Tidak boleh minus sedikitpun. Aku dan teman-teman yang lain sangat struggle disini. Entah berapa kali kami bolak balik ke tukang foto hahaha. Sembari mengurus visa yang cukup rumit. Mahasiswa student exchange sering melakukan pertemuan. Untuk membahas mengenai hal-hal yang esensial dan untuk berlatih Bahasa inggris ataupun berlatih menulis artikel jurnal. Oiya hampir lupa. Semua peserta students exchange diminta untuk menulis artikel jurnal loh. Jadi kita melakukan mini riset terhadap suatu hal yang menarik bagi kita lalu menulis laporannya di artikel jurnal. Kalau tidak selesai artikel jurnal di hari yang sudah di tentukan, katanya tidak akan dapat tiket pesawat hahaha. Hari-hari sebelum keberangkatan memang cukup berat. Sesekali rasa takut dan ingin mengundurkan diri muncul. Saat itu aku dan teman-teman masih mengikuti semester padat dengan segala tugasnya dibarengi dengan persiapan keberangkatan dengan segala tugas-tugasnya pula. Kami benar-benar sibuk. Hari-hari terasa sangat melelahkan. Banyak kehilangan waktu dengan orang-orang tersayang, bahkan tidak sempat pulang dulu ke kampung halaman sebelum berangkat ke Malaysia.

Hingga hari yang kami tunggu pun datang. Hari dimana kami harus pergi untuk waktu yang tidak sebentar ke negeri orang. Sejak semalaman aku dan teman-teman sibuk mengurus segala urusan keberangkatan. Dan pagi datang terlalu cepat, bersama orang-orang tersayang, saya dan teman-teman berada di pintu keberangkatan internasional. Menghabiskan sisa-sisa waktu kebersamaan bersama yang tersayang hingga waktu mengharuskan kami untuk berpisah. Suasana berubah menjadi haru. Semua saling memeluk orang tersayang, terselip salam perpisahan. Kami dipeluk oleh raga dan doa-doa baik mereka. Dengan langkah yang mantap dan doa-doa baik dari yang tersayang, kami melangkah masuk ke dalam bandara untuk melakukan segala prosedur bandara sebelum keberangkatan. Setelah melawati segala prosedur bandara dan pesawat kamipun datang. Tidak lama kemudian, kami terbang. Bersama pesawat yang akan mengantar kami bersama segala mimpi, dan harapan orang tersayang.

Setelah kurang lebih dua jam mengudara, Pesawat Air asia AK 417 mendarat dengan mulus di Kuala Lumpur International Airport 2. Dengan menatap keluar jendela pesawat aku bergumam dalam hati “Finally, I’m here. After all the tears and the sleepless nights” Setelah itu kami bergegas keluar pesawat dan mengikuti segala prosedur bandara KLIA 2 yang cukup lama. Setelah semuanya selesai, keluarlah kami dari bandara dan bertemu dengan buddies yang akan mengantar kami ke Universitas Pendidikan Sultan Idris. Setelah perjalanan kurang lebih tiga jam, sampailah kami di UPSI, rumah kami selama satu semester kedepan. Satu minggu pertama kami di habiskan untuk orientasi kampus bersama teman-teman mahasiswa internasional yang lain. Orientasi ini super seruu, banyak pemateri-pemateri yang sangat asik, bertemu dan berkenalan dengan teman baru dari berbagai negara, aktivitas-aktivitas dan game yang seru, and the most important thing…makanan yang super banyak dan enak!! Terimakasih IMC UPSI hahaha. Seminggu berikutnya, kami memulai perkuliahan pertama kami, merasakan atmosfer baru dengan dosen dan teman yang berbeda bahasanya dari kami. Awalnya kami pusing tapi lama kelamaan kami mulai terbiasa. Dengan mengikuti perkuliahan dan berbagai aktivitas yang tidak kalah seru. Membuat kami tidak menyadari bahwa dua bulan sudah kami disini. Saya dan teman-teman tentu mendapat banyak sekali pelajaran berharga. Tentang hidup mandiri dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Selama selalu berada di zona nyaman, aku yakini kita tidak akan berkembang dengan maksimal. Tentang menerima, belajar, dan menghargai budaya baru, tentang menahan ego dan memahami orang lain, tentang cara pandang yang luas. Aku tidak akan berbohong, disini tidak selalu menyenangkan, kadang ada waktu dimana kita bersedih. Tapi semuanya menjadi pelajaran berharga bagiku dan teman-teman.Pengalaman dan pelajaran baru selama student exchange ini menjadi pupuk yang akan menumbuhkan diri kami.

pmb2-min

Di akhir tulisan ini, ada beberapa tips yang mungkin bisa di terapin teman-teman, yang pertama, harus siap sedia ngepoin dan mencari informasi baik itu ke web atau ke orang-orang yang berkaitan, yang kedua jangan takut untuk mencoba sih, coba aja dulu yakinin dalam diri kamu bahwa dengan mencoba tidak akan ada yang sia-sia bahkan justru menambah informasi baru, yang ketiga pelajarin Bahasa negara yang kamu tuju. Ini bisa memudahkan kamu dan menjadi poin plus ketika seleksi. Yang keempat, terus semangat dan berikan yang terbaik saat membuat essay atau apapun dalam proses seleksi. Berikan yang terbaik, masalah lolos atau tidak itu urusan belakangan. Kesempatan akan selalu ada, yang jadi pertanyaan, maukah kamu memberi kesempatan pada dirimu untuk terus berani mencoba?

 

Kode Konten : KL015

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *