Tes Masuk

Tahapan Ujian Seleksi Masuk Polstat STIS

Halo intipers. Perkenalkan saya Munifah Zuhra Almasah, mahasiswa prodi DIV Statistika Politeknik Statistika – STIS angkatan 2019. Disini saya ingin membagikan gambaran ujian seleksi masuk Polstat STIS yang telah saya lalui. Yuk, simak pengalaman saya.

Bagaimana persyaratan masuk Polstat – STIS?

  • Persyaratan Umum
  1. Sehat jasmani dan rohani dan bebas narkoba
  2. Tidak buta warna (baik total maupun parsial), untuk pengguna kaca mata dapat diberikan toleransi di bawah ukuran 6 dioptri
  3. Lulusan SMA/MA Peminatan MIPA/IPS dan SMK/MAK Peminatan Teknik Komputer dan Informatika
  4. Nilai matematika (kelompok A/Umum) dan bahasa Inggris minimal 80 pada ijazah atau nilai raport semester ganjil kelas 12
  5. Umur minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun per 1 September 2021
  6. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti penidikan di Polstat STIS sampai dengan pengangkatan PNS
  7. Tidak sedangn menjalankan katan dinas dengan instansi lain
  8. Bersedia mematuhi peraturan di Polstat STIS
  9. Bersedia menandatangani SPID bagi yang dinyatakan lulus selesksi dan akan mengikuti pendidikan di Polstat STIS
  10. Setelah lulus pendidikan di Polstat STIS, bersedia ditempatkan di BPS/Kementerian/Lembaga/Instansi lainnya sesuai penempatannya di seluruh wilayah Indonesia sampai tingkat Kabupaten/Kota
  • Persyaratan khusus untuk Diploma III

Domisili (sesuai KK) di Provinsi Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, NTB, Sultra, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Sulut, Gorontalo, Kaltim, Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kalimantan Utara, Kepri, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Apa saja tahapan ujian seleksi masuk Polstat – STIS beserta tipsnya?

Ujian seleksi masuk di Politeknik Statistika STIS terdiri dari 4 tahap, yaitu tes seleksi kemampuan dasar (SKD), tes matematika, tes psikologi, dan tes kesehatan. Pada setiap tahapan berlaku sistem gugur di mana peserta yang tidak memenuhi kualifikasi suatu tahapan tes akan secara otomatis gugur dan tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Artinya seseorang akan lanjut ke tahap tes matematika apabila telah lulus tes SKD, begitu seterusnya sampai tahap akhir. Tahapan tes ini bisa saja berbeda setiap tahunnya, contohnya pada tahun 2017 dan tahun-tahun sebelumnya ada tes bahasa inggris sedangkan mulai tahun 2018 sampai tahun 2021 ini tes bahasa inggrisnya ditiadakan. Berbeda juga dengan tahun 2020 yang hanya terdiri dari 3 tahapan tes, yaitu tes SKD, matematika, dan kesehatan.

Pada tahun 2021 kembali diujikan tes psikologi tetapi tahapan seleksinya digabung dengan tes matematika sehingga tetap menjadi tiga tahapan tes. Berikut rincian dari tiap jenis tahapan tes dan sistem seleksi STIS tahun 2021.

  1. Tahap I : Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) berkoordinasi dengan Politeknik Statistika STIS.
  2. Tahap II : Tes Matematika dan Tes Psikologi, menggunakan sistem Ujian Masuk Berbasis Komputer.
  3. Tahap III : Tes Kesehatan dan Kebugaran

Perubahan-perubahan terkait tahapan seleksi di Polstat STIS tiap tahunnya dapat dilihat di website spmb.stis.ac.id

Seleksi Kemampuan Dasar (SKD)

Tes SKD terdiri dari tiga bagian, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Kepribadian (TKP). Setiap bagiannya memiliki nilai ambang  batas masing-masing atau nilai minimal yang harus diperoleh agar bisa lulus SKD sehingga walaupun jumlah skornya tinggi tetapi ada satu bagian yang tidak memenuhi ambang batas maka tetap dinyatakan tidak lolos pada seleksi kemampuan dasar ini. Pada tahun 2019, nilai ambang batasnya adalah TWK 75, TIU 80, dan TKP 143 sedangkan pada tahun 2020 nilai ambang batasnya diturunkan menjadi TWK 65, TIU 80, dan TKP 126.

Tes wawasan kebangsaan akan menguji pemahaman kita tentang sejarah, pancasila, undang-undang/UUD, dan kewarganegaraan sehingga kita harus memperkaya wawasan dengan banyak membaca dan meng-update info mengenai implementasi nilai-nilai pancasila dan kebangsaan Indonesia. Kemudian untuk TIU yang diujikan seperti sinonim-antonim, deret atau barisan, pola gambar, dan sebagainya sehingga kita harus banyak berlatih soal-soal tes intelegensi umum ini dari buku maupun internet. Sementara itu, pada tes kepribadian biasanya berkaitan dengan norma/moral kehidupan sehari-hari dan sikap atau perilaku kita saat bekerja serta keputusan-keputusan yang akan kita ambil nantinya. Khusus untuk TKP ini skornya bervariasi dari 1-5, semakin mendekati jawaban yang dianggap baik, maka semakin tinggi juga poin yang akan kita peroleh.

SKD ini berjumlah 100 soal dengan rincian 35 soal TWK, 30 soal TIU, dan 35 soal TKP yang semuanya harus dikerjakan dalam waktu 90 menit. Soalnya tidak menggunakan sistem minus sehingga jawaban benar bernilai +5 dan jawaban salah atau kosong bernilai 0. Perlu diperhatikan bahwa skor akan otomatis muncul setelah kita menyelesaikan tesnya dan akan ditampilkan di layar monitor masing-masing.

Matematika

Tes matematika ini berjumlah 60 soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit dan berlaku sistem minus, yaitu jawaban benar bernilai +4, jawaban salah bernilai -1 dan jawaban kosong bernilai 0. Materi yang diujikan pada tes matematika ini berkaitan dengan materi ketika SMA tapi levelnya agak sedikit HOTS seperti integral, turunan, trigonometri, luas, volume, barisan dan deret. Intinya harus sering latihan mengerjakan berbagai bentuk dan jenis soal agar lebih familiar dengan soal yang akan keluar nantinya.

Psikotes

Tes psikologi ini butuh waktu yang lama berada di dalam ruangan, kurang lebih selama empat jam nonstop kita akan mengerjakan berbagai jenis soal berikut.

  • Kraeplin (tes Koran), menjumlahkan angka-angka dalam satu kolom dari bawah ke atas dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, semakin banyak kolom yang sudah dikerjakan, makin cepat pula waktu pengerjaan berikutnya.
  • Menggambar pohon dan orang
  • Siapakah saya?, membuat 20 deskripsi tentang diri sendiri
  • Wartegg (melanjutkan pola gambar)
  • Mengerjakan soal kuis (logika)
  • Memilih hal yang paling cocok dengan diri sendiri sebanyak 225 soal
  • Soal perbedaan
  • Tes ketelitian

Hal yang paling penting dalam menghadapi psikotes adalah istirahat yang cukup dan jangan begadang pada malam harinya karena akan mempengaruhi psikologi tubuh dan otak dalam menjawab soal.

Kesehatan

Tes kesehatan sama halnya seperti medical check-up biasa, yaitu akan dicek fungsi panca indera, tes EKG, rontgen, tes urin dan darah. Ketika melakukan tes kesehatan, kita harus berpuasa 8 jam sebelumnya. Tipsnya adalah banyak minum air putih dan berolahraga serta menjaga pola makan secara sehat dan teratur.

Apa bedanya dengan tes sekolah kedinasan lain?

Perbedaan yang mencolok, yaitu di Politeknik Statistika STIS diuji juga kemampuan matematikanya karena pada saat kuliah nanti akan lebih banyak menghitung sehingga dasar dari jurusan yang ada disini adalah pemahaman matematika/numerik.

Kode Konten: Q124

Komen dibawah! 1

  1. Nur Lianasari

    Halo kak, aku mau nanya. Kak kira kira nilai psikotes bakalan berpengaruh gak sih di Tahap 2 ini, apakah nilainya akan ditambah dengan nilai matematika, atau hanya dijadikan dasar acuan untuk orang orang yg lulus dibatas terakhir tahap 2 ini dengan nilai yang sama? Atau apakah bisa saja, orang yg nilai matematikanya tinggi tapi nanti diurutan kelulusannya mungkin dibawah orang yg nilai matematikanya rendah tapi karena mungkin nilai psikotesnya tinggi, nilainya melewati yang matematikanya tinggi tadi?

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *