Institut Teknologi Bandung, Teknik Dirgantara

Teknik Dirgantara ITB (Naufal)

Teknik Dirgantara ITB (Naufal)

Halo sobat intipers! Saya Naufal Rafiza, alumni dari jurusan Teknik Dirgantara ITB. Kali ini aku ingin sharing pengalaman kuliah ku dan memperkenalkan jurusan/prodi yang aku ambil. Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Secara umum, jurusan Teknik Dirgantara ITB seperti apa?

Mungkin banyak yang belum tahu juga ya karena kan jurusan ini di Indonesia itu jarang, mungkin kalau aku sebut nama pasti banyak orang yang notice gitu. Beliau adalah pak Habibie, mantan presiden kita yang nyebur ke dunia penerbangan. Tapi kalau masih ada yang belum kebayang penerbangan itu gimana,itu semua hal tentang aircraft, semacam membuat pesawat dari 0 sampai jualnya berapa, kita juga belajar tentang bandaranya, satelit, sistem pesawat, gerak pesawat, dan masih banyak lagi.

Mungkin ada juga yang mikir kalau penerbangan bakal jadi pilot. Banyak gitu asumsi-asumsi yang sebenernya keliru. Sebenernya kita belajar beberapa yang dipelajari juga sama pilot, ya bersinggunganlah. Meskipun gitu di ITB especially penerbangan, gak ada license, gak ada jam terbang untuk ke arah sana. Jadi pilot itu sebenernya asumsi yang keliru.

Slide5

Apa yang jadi alasan masuk jurusan Teknik Dirgantara ITB?

Kalau flashback, pas SD aku sangat suka traveling, i do love traveling. Entah itu ke luar kota atau ke luar negeri yang notabene pake pesawat. Menurut  saya sendiri kalau kalian melakukan hal itu terus menerus, lama-lama akan suka, lama-lama akan timbul curiousity, “kok lama-lama pesawat nih keren ya, kok bisa terbang sih, kenapa harus ada sayapnya, ini sayapnya pakai apa sih komponennya gitu-gitu”. Gitu juga dengan bandaranya dan segala macam. Jadi dari situ loh awalnya.

Saya juga ada kenalan yang bener-bener takut naik pesawat, banyak lah mungkin gak satu dua orang yang takut naik pesawat atau takut ketinggian. Kalau aku karena udah terbiasa ya jadi suka, akhirnya aku memilih jurusan ini.

Apa mata kuliah dan tugas yang khas dari Teknik Dirgantara ITB?

Ada satu mata kuliah yang menurut saya itu khas banget. Mata kuliah ini biasanya diambil sama mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang udah mau lulus. Nama mata kuliahnya itu DPU atau Desain pesawat Udara. Sesuai namanya, kita mendesain suatu pesawat dari 0 sampai selesai, terus nentuin harganya berapa, apakah marketnya mau gitu. In the end, kita mempresentasikan itu ke dosen. Nah tadi aku bilang sampai “menjual” pesawat segala macam, tapi yang ditekankan bukan harganya, marketnya, penjualannya, karena kan kita bukan basis manajemen. In the end, saat presentasi yang lebih ditekankan itu kaya, “Ini pesawat yang dibuat bisa terbang gak nih? Apa cuma iseng buat doang?” Kan gak bisa kalo cuma iseng doang kaya gitu, harus ada statistik segala macam.

Ada juga satu momen, yang jujur aku lupa juga nama mata kuliahnya, kalau gak salah nama mata kuliahnya itu Propulsi. Bagi yang gak tahu, Propulsi itu adalah kalau kalian naik pesawat, di sisi kiri sama kanan tuh kaya ada yang bulet-bulet gitu mesin pesawat, nah kita belajar itu. Lucunya adalah khasnya ya, mata kuliah itu lagi ada ujian, kita diberikan waktu 3 jam. Di 3 jam itu mahasiswa boleh buka catatan, boleh buka buku, handphone, internet, terus you cam do everywhere dan sama siapapun. Meski begitu, tetep aja 2 jam pertama kita kesusahan karena kita belajar konsep bukan hafalan aja.

Adakah konsentrasi atau kelompok keahlian di jurusan ini?

Kalau di Teknik Dirgantara ITB ada 3 kelompok keahlian:

  1. Fisika Terbang, itu kelompok keahlian aku juga.
  2. Struktur ringan, itu ngebahas rangkanya, force, lock, segala macem..
  3. Desain Operasi Perawatan Pesawat Terbang, jadi untuk nanti temen-temen kalau masuk jurusan ini dan suka sama desainnya, operasi, perawatannya itu bisa ke DOPPT.

Kelompok keahlian ini biasanya diambil pas udah tingkat akhir, udah spesifik untuk skripsi baru kepayang mau kelompok keahlian yang mana. Aku sendiri pilih kelompok keahlian Fisika Terbang karena udah kebayang skripsi aku mau apa, tentang apa, software yang mau dipakenya apa, tujuannya gimana. Ini  salah satu intermezzo juga, kalau kalian mahasiswa tingkat akhir mau memilih topik skripsi, pahami atau ketahuilah dulu sejauh mungkin, jalannya nanti mau apa aja, dari step awal sampai akhir biar nanti skripsinya gak stuck. Menurut aku sendiri, mostly orang susah pas skripsi karena stuck di tengah.

Apa saja jalur masuk untuk jurusan ini?

Ada SNMPTN, SBMPTN sama mandiri. Jadi ITB itu ada jalur mandiri baru-baru ini, pas zaman saya belum ada, baru ada kalau gak salah 2017 atau 2018. Terakhir ada namanya kelas internasional. Kalau ada yang wondering bedanya kelas internasional sama reguler, sebenernya mata kuliah, kurikulum, silabus bisa dikatakan 90% sama, tapi dibedakannya itu kuliahnya, praktikum, tugas-tugasnya pake  bahasa Inggris untuk kelas internasional itu. Ya karena ada orang dari Malaysia, dari Qatar, dll.

Kalau yang reguler, angkatan aku itu sekitar 90-93 orang dari berbagai jalur masuk. Kalau untuk kelas internasional kisaran 20-30 orang.

Ada tips buat mahasiswa baru jurusan ini?

Tips menurutku pribadi, jangan lupa perbanyak technical skill, misalnya Ms. Excel, software-software penerbangan kan banyak juga tuh. Coba ulik di sotware, ibarat mau masuk klub sepak bola, mungkin dia bilangnya bisa kerjasama, komunikasinya bagus, tapi in the end bakal ditanya “lo bisa main bola gak?”. Jadi balik lagi ke technical skill.

Kedua, internship atau magang. Anyway, aku pernah magang di Garuda Indonesia, GMF (Garuda Maintenance Facility). Banyakin magang karena di saat internship sebelum wisuda itu kadang jadi kepikir nanti untuk langkah selanjutnya mau ke mana atau mau ngapain setelah lulus. Terus alasan lain kenapa perlu internship adalah karena aku udah pernah interview kerja, dan memang pertanyaan utamanya itu tentang experience kerja atau experience magang. Ditanya magang dimana, ngapain aja, ya segala macam. Jadi experience kerja itu penting sih.

Kegiatan internship di GMF
Kegiatan internship

Bagaimana prospek kerja dari alumni jurusan ini?

Kalau ngomongin prospek kerja itu udah pasti bisa di penerbangan, kaya di Garuda, Citilink, dll. Bisa mengambil maintenance, operation, supply chain, dll.  Tapi gak selamanya orang penerbangan kerja di bidang penerbangan, ada yang jadi engineering consultant, ada juga yang ke oil and gas. Mungkin ada yang bingung kenapa bisa ke oil and gas padahal kan penerbangan gak ada hubungannya sama oil and gas, jadi ini kalau kita tahu perusahaan minyak kan ada proses penggalian atau pencarian minyak di lautan. Nah di sini orang penerbangan membuat helipad atau semacam landasan di lautan untuk orang minyak bisa melakukan kerjaannya. Jadi ada singgungan yang gak harus cuma di penerbangan. Tapi memang gak semua bisa langsung, misal mau ke bisnis manajemen, nah kita bisa coba online course biar gak terlalu buta tentang hal yang belum kita pelajari sebelumnya.

Harapan dan rencana ke depannya?

Choose whatever you love or whatever you do, banyak temen-temen aku juga yang langsung S2, ada yang langsung kerja, ada yang langsung magang, mungkin ada juga yang langsung nikah. Kalau aku sendiri lebih mengarah ke kerja dulu, pengen tahu rasanya ‘bekerja’. Gak menutup kemungkinan S2 tapi belum kepikiran, so far pengen kerja dulu di bidang bisnis manajemennya bandara atau bisnis airlines. Sebenernya agak menyimpang, gak engineer banget, ya gapapa juga thats good. Paling ya aku mencoba isi gap antara bisnis dan engineering dengan online course, seminar gitu.

Kode konten: C194

Komen dibawah! 1

  1. Nauval Syahferi

    Assalamu’alaikum kak, saya ingin sekali masuk ke teknik dirgantara ITB, kurang lebih saya memiliki alasan yang sama dengan kakak karena saya sangat menyukai pesawat terbang dan ingin tau lebih tentang pesawat terbang. Disamping itu juga timbul keinginan saya buat menjadi seorang pilot. Memang benar bahwa persepsi lulusan teknik dirgantara untuk menjadi pilot agak sedikit salah tetapi masih berhubungan. Nah, jadi pertanyaan saya kak apakah saya masih eligible untuk menjadi seorang pilot dengan menjadi lulusan teknik dirgantara (dalam artian saat lulus saya ingin mendapatkan lisensi pilot misal dengan melanjutkan sekolah pilot), dan kelompok keahlian apa yang cocok terhadap saya yang berhubungan dengan pilot di teknik dirgantara ITB kak? terimakasih..

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *