Terapi Wicara

Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta (Aditya)

Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta (Aditya)

Halo Intipers. Perkenalkan saya Aditya Almaulidi, mahasiswa jurusan Terapi Wicara atau yg biasanya disingkat TW di Poltekkes Kemenkes Surakarta angkatan 2018. Disini saya ingin membagikan pengalaman kuliah yang telah saya lalui setelah 4 semester di jurusan Terapi Wicara. Yuk, simak pengalaman saya.

Bagi teman-teman yang mau bertanya atau diskusi, bisa komen di bawah artikel ini. Kalau sempat akan dibalas ya, jawabannya akan masuk ke email kalian kok. Pastikan kalian baca sampe beres dulu artikel ini sebelum bertanya.

Apa yang dipelajari di Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta?

Sesuai namanya, kita diajarkan untuk melakukan terapi wicara. Yapp, terapi wicara, bukan yg ada dipojokan tv yaaa… Terapi wicara itu adalah suatu jurusan yang sekarang hanya ada 4 di Indonesia. Okey, terapi wicara. jurusan ini tidak berfokus pada terapi wicaranya saja, tetapi kita diajarkan tentang bagaimana cara menangani bahasa, suara, irama kelancaran, makan dan menelan dan masih banyak lagi. Ranah terapi wicara ini bisa menangani kasus bayi baru lahir hingga lansia. Kalau ditanya, apakah terapi wicara bisa menangani kasus pada remaja/dewasa? Jawabannya adalah tentu bisa. Karena cara kerja kita bukan hanya pada satu ranah melainkan banyak ranah yang kita pelajari.

Slide5

Apa bedanya terapi dengan bicara? Terapi adalah bagaimana kita melakukan suatu tindakan pencegahan kepada orang/pasien yang baru kita kenal sedangkan wicara adalah suatu bentuk komunikasi secara lisan. Jadi, Terapi Wicara itu adalah terapi yang digunakan untuk mengatasi masalah bicara, suara, bahasa, dll. Terapi wicara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bicara dan mengekspresikan bahasa yang bersifat verbal dan non verbal kepada klien/pasien.

Apa bedanya dengan kedokteran, okupasi terapi dan fisioterapi?

Jujur, saya kurang tau mata kuliah di jurusan Kedokteran, Okupasi Terapi dan Fisioterapi. Namun, perbedaan yang mencolok secara sekilas, yaitu Terapi wicara lebih kepada sensorik dan sebagian motoriknya kalau terapi okupasi lebih kepada motoriknya. Contohnya ketika anak usia 7 tahun menderita cleft lip and palate atau celah bibir dan langit-langit, yang harus mendapatkan penanganan khusus adalah kepada terapis wicara. Karena, terapis wicara akan menangani suaranya, bahasanya, makan dan menelannya serta produksi suara. Kalau terapis okupasi melakukan terapinya setelah mendapatkan penanganan terapi wicara seperti belajar lompat, lari, menendang bola dsb. Sedangkan di dunia kedokteran dan fisioterapi adalah ketika ada klien/pasien yang secara khusus menderita suatu gangguan kita lihat dulu, klien/pasien ini harus mendapatkan layanan apa dulu, apakah di dokter/fisioterapis? Karena kalau di dokter itu bisa melakukan tindakan yang bersifat mengobati dan kuratif kalau fisioterapis lebih kepada mencegah.

Mata kuliah dan Dosen favorit Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta?

Mata kuliah yang dipelajari banyak sekali, seperti gangguan bunyi bicara, gangguan irama kelancaran, gangguan makan dan menelan, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, sebelum kita belajar mata kuliah yang lebih spesifik kita juga mempelajari banyak sekali pengenalan mulai dikenalkannya dunia perkenalan itu gimana dan mata kuliah yg ada di SMA tetap dpelajari di sini. Seperti contoh: di SMA kan masih ada B.Indo dan di jurusan ini juga ada matakuliah B.Indo. Mata kuliah yg aku favoritin adalah hampir semua. Karena, semua mata kuliah di sini rata-rata hampir unik kalau baru kita dengar pertama kali. Baru dengar nama mata kuliah baru aja itu udah unik bagi saya.

Hampir semua di sini dosennya juga menarik dan menginspirasi buat kita semua. Sifatnya juga baik hati, selalu merakyat dan bisa kita ajak tukar pikiran. Contonya: Mata kuliah gangguan belajar spesifik, di mata kuliah ini sangat menarik karena bukan hanya belajar spesifiknya yang dibahas, melainkan bagaimana cara belajarnya, proses penangkapan sehingga ia bisa belajar seperti itu gimana. Jadi, semua dijelaskan di mata kuliah ini.

Konsentrasi di Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta?

Konsentrasi di jurusan Terapi Wicara lebih kepada berbagai tahap yang harus dikenal apabila sudah menempuh pendidikan disini. Yakni ada aspek suara, bahasa dan perkembangan, irama kelancaran, makan dan menelan, dan pendengaran.

  • Suara : Berkaitan dengan proses produksi suara, produksi bunyi.
  • Bahasa dan perkembangan : Berkaitan dengan perolehan bahasa, dan sejauh mana perkembangan pasien/klien terjadi.
  • Irama kelancaran : Berkaitan dengan terjadi gagap/cluttering.
  • Makan dan menelan : Berkaitan dengan bagaimana cara makannya dan proses menelannya.
  • Pendengaran : Berkaitan dengan proses dan produksi mendengar.

Tips-tips untuk Maba di Jurusan Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta

Mata kuliah di jurusan Terapi Wicara ini banyak berkaitan dengan komunikasi dan kehidupan. Maka, jadikan ilmu yang kita dapatkan sebagai senjata untuk mengatasi permasalahan yang kita miliki. Banyak dosen yang memberikan saran ketika saya mahasiswa baru yakni ilmu akan lebih kita mengerti jika di kaitkan dengan pengalaman yang kita miliki dan untuk mengatasi permasalah kita sendiri. Tips lainnya adalah ketika kita berkomunikasi dengan lancar dan tanpa ada hambatan. Insyaallah itu akan menjadi jalan untuk bisa dilalui. Tips yg terakhir, adalah jangan selalu merasa rendah diri kalau sudah masuk di jurusan ini. Karena, jurusan ini adalah untuk bisa melatih pikiran, mental, dan hati nurani kita kalau kita sudah dihadapkan dengan orang yang memiliki kebutuhan khusus bahkan gangguan yang lain. Tetap jadi diri sendiri bahwa kamu adalah orang yg hebat yg diberikan tuhan kemampuan buat bisa menghadapi segala cobaan.

Ikuti organisasi/magang yang kita banget!

Suatu kebanggaan apabila kita sudah ikut suatu organisasi. Karena, apabila kalau kita hanya belajar teori tetapi kita tidak terjun langsung untuk bisa memberikan kontribusi yg terbaik bagi jurusan, kenapa tidak? Meskipun di jurusan ini kita belajar dengan persentasi yg sedikit dan praktek yg terbilang cukup besar. Contohnya dengan mengikuti BPM, HMJ, BEM, UKM dan organisasi yg lain. Tetap percayalah, bahwa ilmu dan pengalaman dari organisasi itu akan berdampak besar apabila kalian telah lulus menempuh pendidikan Terapi Wicara di Poltekkes Kemenkes Surakarta. Banyak dari alumni yg telah lulus pendidikan mereka sudah mendapatkan tempat kerja masing-masing. Bahkan ada yg sudah ditawarkan oleh beberapa rumah sakit negeri maupun swasta, dan lulusan terapi wicara ini sudah bisa membuka praktek sendiri, dan bisa juga menangani klien/pasien secara langsung. Dan ada juga yg sudah lulus sedang menempuh pendidikan lagi di luar negeri.

Prospek Kerja dan Alumni biasanya kerja dimana?

Sebagaian besar lulusan Terapi Wicara akan bekerja di rumah sakit negeri maupun swasta, membuka praktek/klinik sendiri, bekerja di klinik, bekerja secara home visit, bekerja di institusi pendidikan, dan masih banyak lagi. Kalian jangan cemas apalagi bimbang kalau lulusan Terapi Wicara ini akan bekerja dimana. Yg jelas sebelum kalian lulus, lapangan pekerjaan diluar sana sudah menanti akan kedatangan kalian. Alhamdulillah, kan…

Harapan dan rencana setelah lulus ?

Harapan dan rencana saya setelah lulus adalah saya akan membuka praktek/klinik sendiri disamping juga bekerja di rumah sakit. Suatu kebanggaan apabila saya bisa membantu bagi orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus dan memiliki berbagai macam gangguan yang lain. dan yg menjadi kunci utama bagi saya adalah bersyukur dan terus tetap berdoa kepada yang kuasa. Tetap semangat dan jangan menyerah!!!

Kode kontenL X302

Komen dibawah! 13

  1. Sita

    Assalamualaikum kak. Izin bertanya. Mengapa seorang terapis wicara perlu mempelajari bahasa? Terimakasih kak

    • adityaalmaulidi

      Waalaikumsalam sita, pertanyaan yang bagus sekali. Seorang terapis wicara perlu memahami tentang bahasa anak/klien sebagai modalitas awal dari bicara itu sendiri. Apabila ada indikasi yg muncul tidak bisa berbahasa baik secara verbal/non verbal, kita sebagai orang terdekatnya/parents patut perlu curiga adakah anak saya mengalami seperti itu? Apabila ada perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan yg ahli yakni bisa ke terapis wicara atau kepada dokter rehabilitasi medis. Jadi, begitu ya.

  2. Wijaya

    Berapa semester total sekolah terapi wicara? saya dokter bedah sumbing di semarang. ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan dan diskusikan tentang wicara dan program saya. mohon DM saya di khi_foundation@hotmail.com

  3. lunar

    bisakah sy menyewa jasa anda visit ke rumah
    sy ibu rmh tangga mmpunyai anak 1 umur sdh 4thn blm bs banyak kosakata, sy sdh cb bw ke center TW sdh jalan hmpir 10 bln kemajuan g terlalu banyak … utk lbh lanjutnya mohon dm sy di lunarilunar123452@gmail.com

  4. Shella dwi salbilah

    Assalamualaikum pak, saya mau beratanya.. rata-rata maba yang masuk jurusan ini anak SMA? apakah anak SMK bisa lulus jurusan speak terapi?? Sekian terima kasih

  5. zahrah

    assalamualaikum kak mau bertanya, kalo mau masuk jurusan terapi wicara itu sampe semester brp ka dan brp tahun?

  6. Ikhwanur rahmah

    Jurusan IPS bisa ngga masuk jurusan terapi wicara

  7. Merry

    Kak…
    Untuk masuk jurusan terapi wicara lewat jalur apa saja ya kak

Jawaban dari penulis akan masuk email kamu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *